Life is a Gift

Major Cineplex Bangkok

20130606-120303.jpg

Beginilah bentuk tiket kalau menonton bioskop di Bangkok. Tiket ini dibeli di mesin dan pakai kartu kredit jadi yang paling kanan semacam receipt buat yang beli. Di Bangkok ini pilihan beli tiketnya ada 3 : beli di counter, beli di website dan beli di mesin otomatis. Kebetulan aku selalu nonton di Paragon Cineplex dengan posisi layar yang menyenangkan. Paragon Cineplex ini satu chain dengan Major Cineplex.

Di Paragon Cineplex ada sebuah layar IMAX yang super mantap. Gede banget. Kemarin ngajakin lelaki-lelaki programer dari Indonesia untuk nonton dan mereka senang.
20130607-150025.jpg

Selain itu ada juga studio 4D. Sewaktu nonton dapat semprotan air, angin, kursinya goyang-goyang dan sebagainya. Seru banget sih tapi pusing akunya karena tegang. Harganya ngga terlalu murah sih tapi wajar karena atraksinya beda sama yang sudah ada ya.

Buat kamu yang lagi ke Bangkok, sungguh aku sarankan nonton bioskop. Mengapa? Karena ini jadi pengalaman yang berbeda dengan nonton bioskop di negara lain. Percayalah

Weekend di Catucak Bangkok

Siapa sih yang ngga doyan ke Chatuchak? Terutama turis ya. Segala macam ada dan murah. Aku pun doyan ke Chatuchak. Tapi hanya untuk melihat-lihat baju dan aksesori yang dibuat desainer lokal. Serta untuk makan Paella!

Section 3 adalah rumah buat berbagai desainer lokal menjual barang-barangnya. Menarik dan tidak murah. Lokasinya dekat dengan jalan masuk MRT Kamphaeng Pret.

Paella ada di sebuah bar bernama Viva 8. Di antara berbagai jualan craft, tiba-tiba bar ini muncul. Viva 8 ada di section 8 Chatuchak Market, dekat dengan Gate 2. Tempatnya enak dan selain Paella kamu bisa juga makan kebabnya.

Ini dia Paella…

20130523-145351.jpg

Es Serut di Bangkok

Kemarin saat makan siang, aku menemukan Bapak penjual es serut.

20130511-105855.jpg

Pilih dulu macam-macam isian seperti kidney beans atau roti atau puding. Aku pilih nata de coco. Nata de coco diatur di dalam mangkuk lalu es serut diserutkan.

20130511-110040.jpg

Setelah itu, pilih siruppp! Ada berbagai macam sirup. Aku pilih anggur warna ungu dan entah apa warna hijau.

20130511-110132.jpg

Es serut siap dinikmati sambil mengenang masa SD yang penuh dengan kegembiraan.

My First Ever Songkran in Bangkok

20130414-120532.jpg

Human, human everywhere.
Water guns, water guns everywhere.
Cold water, cold water everywhere.
White paste, white paste everywhere.

It was how my first ever Songkran goes. I decided to stay in Bangkok for Songkran. Despite so many negative stories about how Songkran ruined Bangkok daily life. I want to experience it first hand. I like to see how Thai people celebrate their New Year.

I was adventuring in Silom Road. Get off from Sala Daeng BTS station and geared up with phone covered with zip lock bag, first thing first is taking picture! They poured water like crazy!

Other than water, they have a white paste coming from baby powder or some white thingy. They put it on my face. Some were very gentle and nice, they asked for my permission and I replied with Sawadee Pi Mai. it’s a new year greeting, I think.

20130414-122818.jpg
Do you need a time off? Go to BTS stations or malls (if you’re dry enough, they’ll let you in). They didn’t do any water wars inside those places.

20130414-121215.jpg
You can find water guns easily. A little bit pricey but you buy experience not the water gun. Uh yeah! Picture above is a water gun stall in Silom Road.

I headed out to Khao San Road. Together with new friends who are sooo nice and fun group of people! We team up and shoot water to another group :p Hahaha. It was crazy in Khao San. So many cute travelers! We managed to have dinner in a never close restaurant with bamboo and pandas for decoration. You need to eat so you’ll get new strength for another water war! Hahaha.

To close the day, I went to Route 66 in RCA. RCA is a entertainment complex, full of young Thais and some foreigners. It was a fun chaos. They poured water all night long. Yes, they were drunk. Stay sober and you’ll get the most fun looking at stuffs human does when water is pouring all night. The place was packed with human, all dancing and having fun. It was quite hard to get out from RCA. I took motorbike taxi to go home.

I think Thais are very very very good at staying wet all day. I wonder how… Now I’m on my bed, lazily and reluctant to go out. Hahaha. I need no more Songkan. Water war to be precise…

Lessons :
I found out that water guns come in many sizes, models and powers.
Wear comfortable sandals!
Wear sun glasses. Or glasses. White stuffs are not eyes-friendly.
Do not ever wear white top. I repeat, do not wear white. Unless you want to showing off your bra :p
Bring small money, water for guns are 5 or 10 baht.
Cover everything with plastic bag, zip lock is the best.
Cold water is the worst. Prepared for someone throw you cold water right on your back.
Water hurts. Hurts so much.
Dry area : BTS stations, malls, 7Eleven, places next to a guard.
Everything will be pricey. This is the time when people is coming from all over the world…

The Deck by Arun Residence

Pada suatu malam, aku dan 2 temanku mengambil Night Bike Tour bersama. Kami berhenti di sebuah tempat bernama The Deck by Arun Residence. Sebuah bar di lantai 3 hotel mungil, Arun Residence. Tempat ini terkenal untuk menghabiskan waktu saat matahari tenggelam karena lokasinya yang tepat menhadap Wat Arun. Wat Arun yang keemasan.

Tempat yang tepat untuk menikmati malam sambil santai menatap pemandangan ini :

The Deck by Arun Residence

Waktu paling tepat untuk ke sana adalah saat matahari tenggelam, karena Wat Arun akan terlihat sangat cantik.

 

The Deck by Arun Residence
36-38 Soi Pratoo Nok Yoong, Maharat Road, Rattanakosin Island,
Bangkok 10200, Thailand.
Facebook Page
Telephone : +66 2221 9158-9


View Arun Residence in a larger map

Belajar Menyelam di Tulamben, Bali

Di akhir 2012 kemarin, aku ke Bali untuk berlibur sekaligus mencari sertifikasi menyelam dengan mengambil kelas Open Water Diving. Sekarang aku sudah menjadi Open Water Diver dengan kemampuan minimal dalam hal buoyancy serta masih panik bingung dewe. Aku mengambil sertifikasi SSI level paling awal ini lewat Bali Diving International Professional. Dengan instruktur baik hati serta super sabar bernama Angga. Sungguh direkomendasikan mengambil sertifikasi bersama mereka. Sabar banget.

Alderina dan Angga

Dari dulu aku selalu senang berada di dalam air. Suatu ketika, saat berada di Pulau Papateo, Kepulauan Seribu, aku mencoba snorkeling. Rasanya senang sekali ada di dalam air, sendirian dan lupa dengan kehidupan di luar sana. Di timeline, om @RickyPesik dan banyak orang lain jadi kompor supaya aku belajar menyelam. Akhirnya aku putuskan bahwa 2012 harus berakhir dengan sebuah pencapaian yang berarti.

Masuk pertama kali ke dalam air itu mengerikan karena secara insting, kita belajar untuk mengapung. Tepat pada saat kita berada di antara air dan udara adalah momen paling menakutkan buatku.

Tabung udara juga beratnya minta ampun. Sampai sekarang masih berasa pusingnya bawa tabung udara pakai baju nyelam dan terombang-ambing di ombak. Panas dan pusing. Namun begitu sampai di dalam air, rasanya ngga pengen keluar. Mau di dalam aja terus, main sama ikan dan ngeliatin Nudibranch kawin lalu memakan pasangannya.

Sungguh indah berada di dalam air.

Life event di Facebook.

Makan Siang Gratis di Mango Tree

Teman ahensi sebelah dari Malaysia datang dan kami makan siang gratis di Mango Tree, Bangkok. Rupanya tempat makan kali ini cukup menguras kantong namun sungguh beruntung karena kami bisa makan gratis!

20130411-142534.jpg

20130411-142551.jpg

Di area reception, berjajar banyak kamera tua.

20130411-142624.jpg

Mango Tree
37 Soi Tantawan, Surawongse Rd.,
Bangkok 10500

http://www.coca.com/mangotree/

Cara ke Sana : BTS Sala Daeng, jalan ke Silom Soi 6 dan terus jalan. Lokasinya agak di dalam gang.
Jam Buka : Monday-Sunday, 11.30 am – 12.00 pm


View Larger Map

Alat Transportasi di Bangkok

Buat yang belum pernah ke Bangkok, mungkin agak sulit membayangkan bagaimana harus berpergian di kota ini. Salah satu hal yang aku sukai dari Bangkok adalah sistem transportasinya yang baik. Semua terkoneksi asal mau menyediakan waktu untuk sedikit menunggu. Apa saja alat transportasi yang bisa digunakan?

Sky Train

Kereta yang melayang di Bangkok biasa disebut dengan BTS. Singkatan dari Bangkok Mass Transit System (entahlah mengapa begitu berbeda singkatan dan kepanjangannya). Sistem transportasi ini sangat populer di antara turis karena menghubungkan berbagai lokasi belanja dan berbagai pusat keramaian Bangkok. Cara menggunakannya juga mudah.

  • Pastikan kamu sudah tahu stasiun BTS terdekat mana dengan tempat menginap atau tempat yang akan dituju.
  • Di stasiun akan terlihat mesin-mesin yang menjual tiket sekali perjalanan.
  • Di sebelah mesin-mesin itu terdapat peta jalur BTS dengan angka-angka yang menandakan harga tiket untuk sekali perjalanan.
  • Koin 10 baht dan 5 baht akan sangat berguna karena harga perjalanan biasanya kelipatan 5 baht dan mesinnya menerima 2 koin itu. Kalau tidak punya koin-koinnya, bisa tukar di kantor stasiun. Antrilah di loket, untuk tukar koin.
  • Setelah sampai di mesin, pencet tombol angka sesuai dengan harga perjalanan yang akan ditempuh. Masukkan koin. Keluarlah tiket sekali perjalanan.

Ada beberapa mesin yang canggih dan kamu tinggal pencet-pencet layar sentuhnya. Tapi jarang sekali aku lihat. Pasti ada 1 di Stasiun Siam yang adalah stasiun utama BTS.

Berikut peta BTS Bangkok :

Rute BTS : Hijau Muda dan Hijau Tua

Jalan lupa untuk antri kalau sedang ada di stasiun. Ini jenis orang yang tidak mau antri :
20130402-173019.jpg

Underground Train

Underground train atau kereta bawah tanah biasa disebut dengan MRT. Jalur-jalurnya mengarah pada beberapa lokasi keriaan namun juga daerah yang lebih residensial. Ada beberapa stasiun BTS yang berhubungan dengan stasiun MRT sehingga kamu bisa berpindah kereta apabila dibutuhkan. Salah satu stasiun MRT yang sering aku tahu adalah MRT Silom, berhubungan dengan BTS Sala Daeng dan salah satu pintu masuknya ada di depan taman Lumpini. Selain itu stasiun kereta biasa yaitu Hua Lampong, juga dihubungkan dengan MRT Hua Lampong. Jadi dari Hua Lampong kalau mau ke kota bisa menggunakan MRT. Websitenya adalah Bangkok Metro dan sedikit membingungkan karena bercampur antara bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia.

Beberapa lokasi keriaan yang aku pernah datangi dengan MRT adalah lokasi pertunjukan Siam Niramit, Queen Sirikit Convention Hall dan bioskop tempat screening festival-festival film.

Airport Train

Dari Swanabum ke kota jadi begitu mudah! Tinggal naik airport link, tidak kena macet. Semua kereta bandara akan berakhir di Phaya Thai. Di Phaya Thai, tinggal pindah ke BTS dan menujulah ke lokasi tempat kamu tinggal selama di Bangkok. Sungguh mudah. Sepanjang pengetahuanku, biayanya 70 baht dan 90 baht. Lebih murah kalau kamu beli tiket bolak-balik, yang mana tiket baliknya bisa digunakan kapan saja. Coba cek di websitenya untuk informasi lebih lanjut.

Normal Train

Jalan-jalan ke Khao Yai dan Hua Hin dengan kereta sangat menyenangkan. Tiket bisa dibeli online dan stasiun Hua Lampong di Bangkok sangat mudah dimengerti. Sayangnya, kereta berjalan lambat. Misalnya di jadwal tertulis 1 jam, pastikan kamu siap untuk 2 jam perjalanan. Tapi naik kereta kan senang, bisa sambil menyanyi. Aku terbantu sekali dengan situs dari mas Seat 61 ini.

Bus Rapid

Bus cepat atau BRT ini adalah jenis transportasi yang tidak pernah aku pakai. Padahal BRT memiliki koneksi dengan BTS Chong Nonsi.

Bus Biasa

Bus di Thailand sudah memiliki nomor-nomor dan berhenti di halte yang disediakan. Tidak sulit untuk mempelajari jalur-jalurnya dan mencari informasinya di internet. Bahkan sudah ada list nomor bus yang melintasi daerah-daerah turis, seperti di website resminya. Di Wikipedia juga ada list nomor dan rute bus di Bangkok tapi aku kesulitan mempelajarinya :P

Menariknya, bus di Bangkok ada yang gratisan. Baru saja 31 Maret 2013, diputuskan bahwa bus gratisan akan diperpanjang sampai 30 September 2013 oleh pemerintah. Bagaimana cara mengenali bus gratisan? Mudah sekali!

  • Tatap muka si bus dengan seksama.
  • Lihat keberadaan tulisan Thai putih di atas cat biru.
  • Yak! Itulah bus gratisannya.

Ini dia tampak depan dari bus gratisan :
20130412-091849.jpg

Aku sudah pernah menaiki bus gratisan ini dan dilayani dengan sangat baik oleh kondekturnya.

Minivan

Aku pernah menceritakan bahwa Minivan di Bangkok ini jadi salah satu penghubung antar kotanya. Kalau di Bangkok, mangkalnya di Victory Monument. Sewaktu kemarin ke Ko Samet, aku pun naik minivan. Naik minivan begitu mudah dan biayanya sudah fixed.

Tuk-Tuk

Oh, moda transportasi yang satu ini sungguh sangat turis sekali. Harganya pun menjadi harga turis. Kalau kamu hanya ingin merasakan naik tuk-tuk, moda transportasi yang ini boleh juga dicoba. Hanya saja, harga naik tuk-tuk dengan harga naik taksi pakai argo, biasanya lebih mahal naik tuk-tuk. Apalagi kalau tidak bisa bahasa Thailand, semakin sulit meminta harga masuk akal.

Taxi

Selalu beritahukan kepada supir taksi alamat yang akan dituju sebelum menaiki taksi. Pastikan kamu punya kartu alamat dari tempat menginap. Lalu pastikan bahwa supir taksinya akan menggunakan argo. Cara bertanya soal argo adalah “meter?” Taksi di Bangkok sangat murah apabila dibandingkan dengan Jakarta. Mungkin karena terlalu murah ini jadi si supir taksi ingin mengambil untung sebesar-besarnya. Wajar sih.

Awal-awal aku tinggal di Bangkok, aku stres sekali berurusan dengan supir taksi ini. Sering kali menangis di pinggir jalan karena supir taksinya ribet dan ngga ngerti-ngerti aku mau kemana. Untung setelah cukup lama, sudah agak menguasai beberapa kata untuk survive. Seperti, TONG PAI untuk lurus terus, LIAU KWA untuk belok kanan dan LIAU SAI untuk belok kiri. Supir taksi biasanya senang sekali kalau aku mengucapkan kata-kata itu. Hahaha.

Motorbike Taxi atau Ojek

Cukup 10 baht saja apabila kamu naik ojek dan jalannya lurus saja. 20 baht kalau belok sekali. Berikut caraku mengetahui berapa harus membayar ojek di Bangkok.

Rental Sepeda

Ada sebuah perusahaan rental sepeda komunitas di depan Siam Paragon. Jadi kamu bayar di stasiun sepedanya lalu bisa menggunakannya untuk sekian jam lalu dikembalikan lagi ke stasiun-stasiun yang ada. Namun aku belum melihat stasiun-stasiun lain di sekitar Bangkok. Bersepeda di Bangkok cukup aman asal kamu pergi ke lokasi di kota tua, seperti daerah Istana dan sekitarnya. Di pusat belanja dan bisnis, sepedaan cukup bikin capek karena kendaraan di Bangkok tidak dilatih untuk berhenti saat ada kendaraan lain atau pesepeda atau bahkan pejalan kaki melintas.

Kapal

Nah cara berpergian yang ini cukup beda dengan cara berpergian yang sudah aku jelaskan di atas. Mungkin karena tidak terbiasa berpergian dengan cara ini di dalam kota. Biasanya di daerah kota tua, kapal-kapal ini berguna sekali. Orang Bangkok pun nampaknya sudah biasa berpergian dengan kapal. Kapal yang besar ada di Chao Praya River. Tapi ada juga kapal-kapal di kanal yang dibuat di dalam kota Bangkok.

Lady Night at W Bangkok

So, I drank 24K Gold at Woobar, W Bangkok. Bersama-sama dengan beberapa teman perempuanku, kami berkunjung ke Woobar pada Rabu kemarin. Mengapa? Karena setiap Rabu ada Lady Night yang berarti gratis minum Sparkling Wine mulai dari jam 7 sampai 10 malam tanpa henti.

Datang 1 jam sebelum jam 7, membuat aku merasa sungkan dan ingin memesan dessert. Sambil memesan Chocolate Churros, aku memesan sebuah minuman yang sangat menarik! Aku lupa nama minumannya. Warnanya ungu dengan taburan 24K Gold Dust dan bunga yang bisa dimakan serta es batu buket gede banget. Berikut penampakan minuman itu :

20130329-202349.jpg

Setelah jam menunjukkan pukul 19.00 maka Sparkling Wine bermunculan. Kami ngobrol dari jam 7 sampai jam 9.3 dan pelayan selalu mengisi ulang gelas-gelas kami. Ngga berhenti! Kacangnya juga enak btw.

Mari ramai-ramai ke Woobar di W Bangkok. Promosinya hanya sampai Juni 2013 karena mempromosikan W Bangkok yang baru.

Woobar
W Hotel
Bangkok
Cara ke Sana : BTS BTS Chong Nonsi, cari exit 1 yang menunjukkan tulisan Sathorn Square, di balik Sathorn Square ada W Hotel.
Jam Buka : Nampaknya sampai tengah malam.
Fasilitas : Toilet dengan banyak kaca, bar, dessert, live DJ.

Wikivoyage, Sumber Informasi Jalan-Jalan

Ceritanya editor Wikitravel versi Jerman dan Italia memutuskan untuk memindahkan kegiatan edit dan nambah konten mereka ke Wikivoyage, mereka menghindari komersialisasi Wikitravel yang memang bisa dilihat nyata. Wikivoyage ini sangat berguna ketika kita ingin berkunjung ke sebuah tempat tapi tidak punya gambaran sama sekali mengenai lokasi yang kita tuju. Wikivoyage adalah bagian dari Wikimedia Project.

Setiap halaman kota selalu berisi keterangan singkat tentang tempat yang ingin dituju. Biasanya dikasih sedikit sejarah dan hal penting yang perlu diketahui. Misalnya kalau buka tentang Jakarta, kita jadi tahu kalau Jakarta ini punya nama lain yaitu Big Durian. Terkenal di seluruh dunia tapi ga terkenal di antara orang-orang Jakarta sendiri (kayanya sih).

Setelah tahu gambaran tentang kota yang akan dituju, kita akan disuguhi dengan menu : Get In, Get Around, See, Do, Work, Buy, Eat, Drink, Sleep, Contact, Cope, Stay Healthy, Stay Safe, Go Next atau Get Out. Menu-menu ini lengkap dan penuh informasi.

Tentunya karena Wikivoyage ini adalah proyek kolaborasi semua orang di dunia maka kita bisa bikin account dan menambahkan lokasi-lokasi menarik untuk dikunjungi. Update dan tambahan tips tentang tempat yang bisa kita kunjungi juga bisa diberikan. Baca dulu tips untuk orang yang baru mau menjadi kontributor Wikivoyage ini. Maka dari itu, sebagai orang Indonesia yang suka jalan-jalan di sekitar Indonesia, tolong tambahkan konten-konten di WikiVoyage tentang Indonesia :D

Btw, bulan ini destination of the monthnya adalah BALI.

WikiVoyage Bali

 

Menonton Siam Niramit di Bangkok

Sudah sampai di Bangkok dan belum menonton Siam Niramit? Yak demikianlah aku. Menyadari kesalahan ini, browsinglah diriku mengenai Siam Niramit. Intinya si Siam Niramit ini adalah show mengenai bagaimana terjadinya Thailand. Dibagi dalam 3 sections dengan berbagai kejutan setiap sectionnya. Menariknya, dibangun sebuah studio super besar yang khusus meceritakan sejarah Thailand. Aku kagum.

Nah, pas lagi browsing-browsing, @GeryEvano rupanya akan berkunjung ke Bangkok dan janjianlah kita barengan ke Siam Niramit. Soalnya nonton sendiri pasti sedih ya, jadi kita cari teman dulu. Buat orang Indonesia, bisa loh beli tiket Siam Niramit ke orang Indonesia yang punya travel agent. Tapi aku lupa namanya T__T

Tips buat yang mau ke Siam Niramit :

  • Beli tiket yang buat nonton saja
  • Makan dulu karena di sana tidak ada yang jualan makanan dan harga makanan pinggir jalan masih lebih murah dari pada ikut makan di buffetnya
  • Ke sana via MRT Thailand Cultural Center, exit 1
  • Ambil shuttle bus gratis yang sudah disediakan pihak Siam Niramit dari MRT Cultural Center, ngga perlu pakai taksi
  • Tidak perlu repot bawa kamera heboh karena kamera pasti akan disuruh titipkan (sistemnya canggih bener)
  • Datang 1 jam sebelum show karena di luar ada banyak atraksi-atraksi seperti tari-tarian, rumah-rumah daerah dan sample snack-snack di beberapa gubug
  • Siapkan diri untuk berada di dalam studio yang cukup dingin selama kurang lebih 1,5 jam tanpa break


View Larger Map

Siam Niramit
Huai Khwang
Bangkok 10310
Cara ke Sana : MRT Thailand Cultural Center exit 1 lalu ambil shuttle bus free
Jam Buka : 17.30 (show akan dimulai 20.00)
Fasilitas : Toilet bersih, toko souvenir

Nielsen Hays Library di Bangkok

Tidak disangka, cobalah berjalan 20 menit dari BTS Chong Nonsi atau BTS Sala Daeng maka kamu akan menemukan sebuah perpustakaan bernama Nielsen Hay Library. Lokasinya tidak terlalu sulit dijangkau karena ada di kiri jalan. Di depan perpustakaan ini pun ada bus stop. Lain kali akan aku coba untuk mencari nomor bus stopnya dan post di sini. Berikut Google Maps Nielsen Hays Library


View Map to the Neilson Hays Library in a larger map

Tempatnya enak sekali, ada cafe dan galeri lukisan-lukisan dengan taman yang cukup luas untuk menikmati cuaca Bangkok yang sedang asik-asiknya (bulan Desember – Februari). Jadi bisa saja ke perpustakaan hanya untuk ke cafe dan makan sambil duduk-duduk baca majalah sendiri. Huehehe.

Nielsen Hay Library

Namanya juga perpustakaan maka butuh keanggotaan. Keanggotaannya cukup mahal untuk dewasa (22 – 65 tahun) adalah 2,500THB (atau 1,900THB untuk 6 bulan). Kita bisa pinjam 6 buku sekaligus (ini termasuk 2 buku yang masuk kategori baru). Buku kategori baru ini maksudnya buku terbitan 1 tahun kemarin dan kemungkinan banyak yang pengen pinjam. Eh tapi jangan salah, kita masih harus memberikan deposit 500THB untuk peminjaman pertama, uang ini akan dikembalikan saat kita sudah tidak menjadi member dan sudah mengembalikan semua buku yang kita pinjam.

Buat yang penasaran dengan majalah luar negeri tapi malas membeli sendiri karena akan memenuhi rumah maka jalan-jalan ke perpustakaan ini dan kemudian baca dari sini bakal jadi pilihan yang lebih menarik.

Nielsen Hays Library
195 Thanon Surawong
Bangkok
http://www.neilsonhayslibrary.com/
Cara ke Sana : BTS Sala Daeng atau BTS Chong Nonsi, jalan sekitar 20 menit.
Jam Buka : Tuesday – Sunday, 9.30 am – 5.00 pm
Fasilitas : Cafe, galeri gratis, toilet bersih, peminjaman buku