Turns out my dream of doing Fruit Detox is just a dream. Gagal gitu, jadinya Fruit Diet. Awalnya terinspirasi Chika untuk Detox Buah, kelihatan mudah karena saya suka banget makan buah dan suka makan buahnya tuh yang doyan banget. Makan buah dan minum air putih saja selama 3 hari. Ternyata tidak mudah menjalani detox buah. Mengapa? Karena saya sangat suka mengecap, merasai dengan indera pengecap. Meskipun sudah kenyang, kalau masih penasaran dengan rasa tertentu maka saya akan makan. Dengan perut yang terasa kekenyangan lebay.
Akhirnya kemarin saya sukses fruit diet. Pagi hanya memakan pepaya, brunch dengan jus stroberi-pear-apel, snack sore jeruk kupas dan dinner dengan belimbing. Masih minum air putih tapi berhubung dasarnya memang kurang minum, kemarin hanya minum kurang lebih 5 gelas. Mau sok olahraga ceritanya, main stepper, 700 step sudah menyerah dengan keluhan sakit kaki dan seterusnya. Lunch? *malu* memakan roti bakar, sosis goreng, telur goreng dan kentang goreng. Saya merasa sedang menjalani kesia-siaan belaka. Tapi saya tidak boleh menyerah. Target yang saya buat mungkin terlalu tinggi, sehingga saya merasa mustahil melakukannya. Jadi sekarang, targetnya : makan pagi dan malam digantikan oleh buah dan minum air putih lebih banyak. Target ini lebih masuk akal untuk saya yang sangat suka makan. Semuanya soal niat dan niat dan niat. Selain itu, soal pikiran, bagaimana pikiran dan perasaan tidak boleh dijadikan tuan. Aih! Detox tubuh dan jiwa dan roh sekalian ah. Wish me luck teman-temin.Ngomongin Memimpikan Detox Buah
13 November 2009 | 5 Comments

13 November 2009 at 10:09 am
hahaha~ detoks yg gagal nih? kalau aku dulu apel 3 hari..asli apel doang dan sebanyak yg dimau, cuma buat bersihin badan and it works
13 November 2009 at 11:17 am
@didut pasti berhasil kalau aku bisa menahan diri. Sayang sekali diriku tidak mau menahan diri T_T
14 November 2009 at 2:54 pm
niat sudah oke, tinggal kamu perlu kontrol eksternal. kamu perlu dukungan teman untuk ikut njalani detox bareng. sekedar untuk motivasi dan untuk kontrol. kalo berjuang sendiri kayaknya terlalu berat untuk kamu yg di lingkungan sekitarmu banyak betebaran makanan gitu.saran: cari partner.
17 November 2009 at 4:06 am
emangnya seberapa gede tuh badan ? koq sampe pengen diet sgala..hehew..salam knal blogger Solo
25 November 2009 at 11:44 pm
Efahmi : partnernya harusnya mamaku. GALAK. hahahahaMursid : ya beginilah