Mengapa Marah Kalau Tidak Lulus?

| 5 Comments

Lagi liat Metro TV yang merekam kemarahan siswa SMU. Kemarahan dan tangisan karena tidak lulus. Saya bisa mengerti, sangat bisa mengerti. Mengerti perasaan orang yang tidak lulus.

Tapi kenapa ya menurut siswa yang tidak lulus itu, yang salah adalah guru dan kepala sekolah mereka? Kemudian mereka marah.

Pastinya kalau marah, kebanyakan contoh di tv dan dimana-mana kalau keadaan tidak sesuai dengan kemauan, maka solusinya adalah marah dan sebisa mungkin merusak. Tentu diawali dengan menyalahkan orang lain.

Sedih :(

Lebih sedih lagi statement Menteri Pendidikan. Tapi aku belum dapat sumbernya, tulung dicek dan ricek ya. Jadi gini kira-kira pernyataannya : tingkat ketidak lulusan tinggi karena pengawasan tahun ini lebih ketat dari pada tahun lalu. Kesannya kan, siswa yang lulus di tahun kemarin-kemarin itu, lulus karena tidak diawasi dengan baik sehingga kemungkinan nyonteknya lebih tinggi. Hiks :(

Nb. dapat linknya dari Kitn : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/04/24/138105/88/14/Tingkat-Kelulusan-…

5 Comments

  1. Kitin : semogaaaaaa…..

  2. Kaya’ gini bisa nggak sih nyalahin media juga, secara manusia itu gampang sekali terpengaruh, ya melihat dari contoh2 itu siswa akhirnya melakukan hal yang serupa, padahal kesalahan belum tentu dari pihak satunya. Semoga ada titik terang deh, hal seperti ini bikin aku bersyukur aku udah lulus dari dulu dulu xD

  3. tetapi memang masyarakat indonesia tingkat menjaga emosinya sdg rendah sekali dan hal tersebut sudah menular juga ke anak anak muda… ada apa yah dgn ngr kita ini :sigh:

  4. sekedar informasi saja… pihak yg mengeluhkan soal ketidak lulusan itu hanya segelintir saja. media saja yg mem-blow up sehingga keliatan hal itu menjadi besar. padahal di daerah (contoh di Pacitan, kampung saya), tidak ada yg mengeluhkan hal ini. karena tingkat kelulusan disana hampir 100%. nah loh??? koq bisa orang daerah bisa lulus yang notabene kalah secara infrastruktur dengan kota2 besar

Leave a Reply

Required fields are marked *.

*