Berpetualang – #MenantangManusia

Membaca blog @asil yang merangkum petualangannya di India, membuatku ingin pergi dan berpetualang. Dapat dikatakan perpindahanku ke Jakarta ini juga bagian dari berpetualang. Lingkup petualangannya masih di negara sendiri dan support orang tua masih besar sekali. Huehehehehe… Tapi lebih baik begini dari pada terus-menerus berada di rumah dan merasakan kenyamanan semua orang yang akan bekerja menuruti perintahku. Meski pun di Jakarta, aku masih sangat nyaman dengan mobil pribadi dan kosan yang enak banget.

Saat ini aku sedang bermimpi untuk pergi ke kota-kota di negara lain kemudian tinggal dan merasakan jadi warga negara di sana. Tapi ketika mimpi bertemu dengan kenyataan, ada kalanya aku ragu dan berpikir bahwa rencana harus diperjelas. Beberapa yang membuat ragu :

  1. Dana
  2. Namanya juga hidup, pasti butuh uang untuk makan dan tinggal serta berkeliling negara untuk menikmati pengalaman itu. Tapi menurut Sdr. Bram Pitoyo, kita kalau mau pindah ke negara lain harus siap biaya hidup untuk 6 bulan ke depan di negara tersebut. Hmmm… Merasa rendah diri sebelum pergi. Lah bisa beli tiket untuk nyampe aja sudah syukur…

     

  3. Visa dan Ijin Tinggal
  4. Sebagai pemilik paspor berwarna hijau, ijin masuk dan tinggal di negara lain itu ribet. Wikipedia menuliskan dengan lengkap negara mana saja dan visa yang bisa didapatkan oleh pemilik paspor hijau. Kalau ingin tinggal lebih dari 1 bulan, berarti kita harus punya pekerjaan atau bersekolah di negara tersebut. Baru deh, urus ke KBRI soal pindah alamat (di paspor bagian belakang bakal dikasih stiker keterangan pindah alamat) dan urus ke kantor pendudukan setempat untuk ijin tinggal. Pernah mengalami ini sewaktu tinggal di Singapore dan tidak sulit kalau dokumennya lengkap.

    Sekalian nih link untuk visa Schengen, negara-negara yang bisa didatangi kalau punya visa Schengen. Anyway, visa Schengen ini untuk ke Eropa ya…

     

  5. Pekerjaan
    Bagian ini sih yang paling bikin deg-degan. Mau kerja apaaa di sana? Mana mungkin juga jalan-jalan 1 bulan atau lebih tanpa punya kerjaan di tempat tujuan? Bisa sih kalau kerja asal-asal tapi emang yang punya negara ngebolehin eyke kerja apa?

Sampai sekarang, di kepalaku ini yang sedang berputar-putar adalah Istanbul – Jerman – Belanda – Prancis. Soal apakah jadi terlaksana atau tidak, itu masalah lain. Kapan terlaksananya? Bagaimana pelaksanaannya? Itu masalah nanti…