Mencintai Diri-Sendiri

“Be who you are and say what you feel, because those who mind don’t matter, and those who matter don’t mind.”

- Dr. Seuss

 

Kadang menjadi diri-sendiri itu menakutkan. Buat kita, diri-sendiri adalah momok yang tidak ingin kita hadapi. Monster bukan buat orang lain tapi diri-sendiri. Mungkin penyebabnya adalah rasa sayang. Kita terlalu sayang kepada orang lain dan bukannya kepada diri-sendiri. 

Hal ini sungguh sangat disayangkan, mengingat diri-sendiri ini hanya akan dinikmati semasa kita hidup. Usia orang, mana ada yang tahu sih? Menikmati diri-sendiri selagi hidup harusnya menjadi salah satu kurikulum di sekolah. Diajarkan cara menikmati diri-sendiri tanpa harus takut menjadi aneh, jelek, bodoh atau hal-hal seperti itu. Lagi pula, siapa lah yang berhak memberi label pada diri kita? 

Label datang dari kebencian terhadap diri-sendiri. Orang yang kemudian melabeli orang lain dengan sebutan ini dan itu, awalnya tidak mencintai dirinya sendiri. Sibuk memandangi keburukannya lantas memberi label dan menyebarkannya kepada yang bukan dirinya.

Betapa kasiahnnya manusia. Ketakutan pada dirinya sendiri dan membuatnya tidak bisa menikmati apa yang dia miliki. Semoga kita bertobat.