Ini Twitter Loh

Popon Memang Bijaksana

Jadi teman-teman, kemarin malam (hingga sekarang sih) di timeline terjadi keramaian tentang seseorang yang menutup akun karena merasa dirinya dibully. Nah begini ya, saya memang tidak bisa memihak ke Mbak @AlberthieneE karena menurut saya apa yang dia alami itu sudah dialami oleh banyak sekali tweeps lain. Bahwa banyak sekali tweeps yang juga dimarahin atau dikomentari atau direply atau diRT oleh orang lain yang tidak sependapat. Aku pun pernah dimarahin orang karena tweet aku atau dicecar dengan berbagai pertanyaan karena tweetku. Wajar, semua orang boleh berpendapat dan ngga semua orang sepikiran sama kita. Jadi lebih baik hadapi dengan senyum dan tentukan argumen mana yang mau dipegang supaya orang benar mengerti maksud pikiran kita. Banyak yang sudah melalui proses ini dan semuanya survive. Tapi beda orang, beda juga cara mengatasi masalahnya ya. Apalagi kita biasanya emang tidak pernah suka dikritik. Aku apalagi, bete banget kalau dikritik.

Silakan klik pada more supaya bisa tahu runutan perjalanan percakapan antara AlberthieneE, yang disebut-sebut sebagai korban bullying dan PutriSentanu, yang disebut-sebut sebagai pembully.

 

DICLAIMER :
Untuk diketahui, aku ngga bilang kalau Mbak AlberthieneE ini menutup akun karena Putri ya. Hanya ingin menyampaikan pendapat mengenai tutup-menutup akunnya. Kalau kemudian dalam tulisan ini kelihatannya seperti itu, maka mungkin orang yang tahu mengenai sebab utama penutupan akun ini bisa memberi komentar :) Karena aku nulis ini berdasar apa yang saya baca di timeline.

Tambahan : tolong baca juga tulisan dari mbak @salsabeela yang menulis mengenai hal ini dari sudut pandang lain, di blognya

 

Catatan : Karena blog post ini hilang sewaktu perpindahan hosting, ini adalah posting yang bisa saya selamatkan dari cached google. Jadi mohon maaf kalau komentarnya hilang :( Padahal bagus-bagus semua komentarnya.

Supaya lebih jelas, aku coba runut lewat screenshot yang sudah aku ambil ya. Tapi aku ambilnya dari mana-mana sih, semoga bisa menjelaskan ya. Pertama, Mbak AlberthieneE menuliskan sebuah statement yaitu, “Pak Harto emang hebat. Kagak pernah ada bom.” Tentu statement macam ini akan memancing perdebatan, karena pada kenyataannya di jaman Pak Harto pun ada bom.

Nah, kemudian ada seseorang berID twitter @PutriSentanu menanggapi tweet tadi dengan sebuah reply pakai RT

Tanggapan @PutriSentanu

Buat aku sih, wajar saja kalau @PutriSentanu merasa begini. Wajar juga kalau ada orang yang tidak merasa begini. Karena merasa atau tidak merasa begini adalah pilihan orang berdasar pengalamannya dan keputusan dia ya. Tapi kemudian, Mbak @alberthieneE memberi reply, “gak pd bisa baca pesan di balik pesan re: pak Harto & bom” Tentu hal ini kemudian memancing pertanyaan selanjutnya dari @PutriSentanu :

dan

Lalu Mbak @AlberthieneE memberi jawaban dan ditanggapi lagi oleh Putri

Dari sini, Putri memberikan beberapa penjelasan juga mengenai permintaan dia untuk mendapat penjelasan (yak maksud gw apa sih) :

Hal ini kemudian ditanggapi oleh Mbak AlberthieneE., “kamu bisa stop gak sih? Unfollow saya aja. Saya malas bicara politik.” Putri pun merasa statement mbak AlberthieneE jadi aneh, yang mana aku pun sependapat sih.

‘Dari sana, Putri kemudian memberikan 3 pandangannya :

Kemudian mbak AlberthieneE memberi penjelasan, “aku minta maaf ya jika itu menyinggung :) tp akan lebih baik lg jika kalian santun… Kalian pasti tau maksudnya” dan kemudian ditanggapi oleh Putri.

dan ditambah dengan penjelasan juga dari Putri

Lalu sama Mbak AlberthieneE diberi jawaban “gak juga sih, yg sebenernya maksud saya kok bisa zaman pak harto gak rame bom. Itu utk nyindir era ini. Lah…” Jawaban ini kemudian langsung diberi pendapat oleh Putri…

Kemudian Mbak AlberthieneE memberikan statement tentang tutup akunnya itu yang ditanggapi juga oleh Putri

 

Jujur saja, aku memang memihak @PutriSentanu karena dia jelas gimana-gimananya dan ngga menghapus tweet apa pun dari timeline dia. Aku juga ngga melihat apa yang dilakukan PutriSentanu sebagai bullying, meski pun ada momen dimana emosinya muncul saat ngasih masukan ke Mbak Alberthiene. Dimana wajar aja orang emosi. Karena Mbak Alberthiene pun emosi di momen-momen awalnya ya. Aku ngga kenal sama Putri Sentanu dan tahu background dia apa. Aku murni ngeliatin timeline dia aja sih.

Bandingkan saja jumlah followersnya, kalau mau dibilang Putri membully, si Putri ini jumlahnya masih dikit banget. Konsepku soal bullying adalah semakin banyak yang follow maka semakin besar kemungkinan membully dari pada dibully ya. Kaya waktu di SD, orang yang paling banyak temennya adalah orang yang biasanya ngerjain orang lain dan sebagainya. Mungkin kamu bisa memberi komentar soal konsepku ini, bisa jadi salah konsep. Tapi aku kasih screen shots kedua akun yang terlibat deh ya.

Lalu ini punya Putri Sentanu

 

Kalau kemudian Mbak AlberthieneE menutup akun, itu seharusnya adalah tanggung jawab Mbak AlberthieneE dan bukan hasil paksaan siapa pun dong ya. Kalau kemudian dia merasa dibully dan jadi menutup akun, itu adalah keputusan dia ya. Pelajarannya apa sih dari sini?

Pertama, lebih baik jangan tutup akun. Cuekin aja orang-orang ngomong atau reply apa. Selama memang sudah tahu pendiriannya apa dan mengapa mengeluarkan statement tertentu.

Kedua, usahakan untuk menjelaskan apa yang ada di pikiran dengan sejelas-jelasnya supaya orang lain tidak salah paham mengenai apa yang dimaksud.

Ketiga, intropeksi diri karena tidak akan ada orang yang memberikan reply jahat kalau memang kita tidak salah. Kecuali emang orangnya cari masalah sih ya.

Keempat, plis jangan nyalahin orang lain ya beb. Plis, semua hal yang terjadi sama diri kamu itu adalah tanggung jawab kamu sendiri :) Okeks?

Anyway, sebenernya kita semua tahu siapa yang salah dalam hal tutup akun ini, yaitu @NdoroKakung :) ) Parah banget, masa dikasih tau cara nutup akun! ckckckck Ndoro ini…. (tapi ini BECANDA YA. BECANDA).

Eh tapi ada satu hal yang aku kurang merasa ini ok, dari tweet Mbak AlberthieneE waktu nutup akun pun harus nyangkutin @aMrazing :( Aku sih kenal sama Alex dan aku tidak suka karena seakan-akan Mbak AlberthieneE menyalahkan Alex yang mengenalkannya pada Twitter. Maaf ya Lex, aku harap kamu bisa mengerti pandanganku ini.

Tambahan dari komentar @aMrazing di blog ini:

Penjelasan dari Alex, diambil dari komentar di bawah :)

11 thoughts on “Ini Twitter Loh”

  1. kenapa komentarnya jadi hilang semua?
    btw, pakai pilihan Read More aja sewaktu mengedit post ini, sehingga kalau ada yang buka web ini, mereka tidak harus melihat post ini terlalu panjang..

  2. kenapa komentarnya jadi hilang semua?
    btw, pakai pilihan Read More aja sewaktu mengedit post ini, sehingga kalau ada yang buka web ini, mereka tidak harus melihat post ini terlalu panjang..

  3. saya benar2 baru tau perihal kejadian ini,cukup telat karna jarnag ngetweet. baca kronologisnya, memang cukup membuat kita harus banyak belajar mengenai hikmah jika sosial media lbh bnyk jd ruang publik yg setiap org bs menanggapinya. saya tidak hendak membela siapa termasuk mengomentari bullyingnya. tp semoga kejadian2 seperti ini bs menjadi pelajarna bermaka bagaimana internet di Indonesia khsusnya socmed bs lbh bnyk utk kemslahatan bersama, termasuk bagi saya pribadi :)

  4. saya benar2 baru tau perihal kejadian ini,cukup telat karna jarnag ngetweet. baca kronologisnya, memang cukup membuat kita harus banyak belajar mengenai hikmah jika sosial media lbh bnyk jd ruang publik yg setiap org bs menanggapinya. saya tidak hendak membela siapa termasuk mengomentari bullyingnya. tp semoga kejadian2 seperti ini bs menjadi pelajarna bermaka bagaimana internet di Indonesia khsusnya socmed bs lbh bnyk utk kemslahatan bersama, termasuk bagi saya pribadi :)

Any thoughts?