Orang Lain

Akhir-akhir ini sedang iri maksimal terhadap orang lain. Baik atau buruk, aku tidak mengerti. Seharusnya buruk karena jadi tidak bersyukur dengan keadaan diriku. Namun bisa jadi baik kalau kemudian memacu diri jadi lebih baik. Aku ceritakan kepada siapa aku iri dan ingin menjadi.

Misalnya kepada teman Lalitia. Dia tuh ya, cantik, pintar, suaranya bagus, bisa sketching, bisa design, bisa styling interior, arsitek, bisa main biola, bisa bikin mikstep dan masak, bisa bahasa Italia, bahasa Inggrisnya bagus dan sedang belajar bahasa Jerman. Setengah mati irinya sama dia, selain itu badannya tidak gemuk. Jadi modis sekali. Tak lupa dia punya clothing line berjudul Cah Ayu yang akan muncul sebulan lagi. Luar biasa sekali bukan.

Kemudian kepada Hanny. Blognya selalu ditulis dengan baik dan serasa sedang terbang-terbang ke angkasa. Foto-fotonya bagus, orangnya pintar, ramah dan tidak sombong. Coin a Chance, berpartner dengan Nia, berjalan dengan baik, tidak banyak gebyar-gebyar tapi konsisten membantu yang membutuhkan. Terlebih lagi, pintar dalam menahan apa yang perlu dibagikan kepada banyak orang dan apa yang harus disimpan sendiri. Sungguh berbeda denganku yang saat ini membagikan rasa iri ke khalayak pembaca ini.

Belum rasa iri kepada Chika. Sejak lahir hingga besar ada di Jakarta tapi tetap baik hati dan tidak bitter seperti diriku. Bisa main piano dan punya side job mengajar. Sungguh membebaskan dari rutinitas sehari-hari bekerja di depan laptop. Sebenarnya yang paling bikin iri adalah berbagai trip gratis yang dia dapatkan. Kemarin ke Hong Kong dari menang kuis, kemudian ke Singapore karena apa gitu, kemudian ke Sydney karena kuis dan dengar-dengar akan ada ke mana lagi gitu… UWO..

Kepada Qronoz. Tujuannya jelas, membuat Parkour menjadi seni olah tubuh yang digemari semua orang dan diakui dengan resmi. Selain itu, tujuan mulia yang paling mulia adalah melakukan edukasi tentang Parkour sebagai latihan tubuh yang memungkinkan kita berpindah tempat dengan efektif. Keluar dari pekerjaan yang menghasilkan uang setiap bulan menuju rimba yang tak tentu arah, tentu tidak mudah. Tapi oleh Qronoz dilakoni dan aku yakin betul tawaran tidak pernah berhenti mengalir dengan imbalan uang yang tidak sedikit. Salut.

Orang-orang ini usianya tidak jauh dari aku, tapi tidak ada yang tidak menginspirasi. Inspirasi bahwa di atas langit masih ada langit. Bahwa bumi tidak selebar daun kelor dan penjelajahan tidak pernah berhenti.