Bangkok Day 4

Jim Thompson dan Ulang Tahun Ratu

Hari ini aku berjalan-jalan ke museum Jim Thompson House, Siam Paragon untuk makan es krim coklat yang dibuat dari liquid nitrogen dan berkereta ke sana kemari. Omong-omong, di Bangkok sedang terjadi perayaan besar karena Ratu Sirikit berulang tahun.



Hari sudah siang saat akhirnya aku memutuskan untuk berjalan-jalan ke daerah Siam. Karena kemarin Jumat bertemu dengan 3 teman Indonesia yang menyarankan untuk lihat Jim Thompson’s Museum maka aku coba hari ini. Mumpung masih libur. Besok pun masih libur sih. Nah perjalanan ke lokasi tersebut haruslah melalui pergantian jalur kereta. Pertama dari Asok menuju Siam lalu dari Siam menuju National Stadium. Pada saat berada di Siam, aku mampir sebentar ke Siam Paragon, mall yang ternyata sudah pernah aku datangi dulu.

Di Siam Paragon aku mencari makan siang yang mana agak sulit karena semua tempat makan sudah penuh dengan orang yang juga cari makan ya. Jadilah aku muter-muter ga jelas untuk waktu yang lama dan nyoba ini itu. Nah dalam masa nyari makan, aku coba es krim coklat yang dibuat dengan liquid nitrogen. Menarik sekali karena susu coklat diblender dengan liquid nitrogen lalu mendadak jadi es krim. Apalagi diblendernya pakai blender bagus berjudul Kitchen Aid. Es krim ini halus dan lembut sekali, ngga ada rasa kristal es seperti es krim biasanya. Mungkin karena dibuat langsung di tempat dan tidak mengalami proses simpan.

Liquid Nitrogren Ice Cream

 

Setelah puas makan es krim coklat nitrogen dan mencoba sate ala makanan jalanan Thailand, akhirnya aku makan Ikan Saba yang dipanggang di resto Jepang paling sepi. Aku mengerti mengapa resto itu sepi, emang masakannya agak aneh. Biasa ikan saba yang dipanggang itu hanya digarami dan dikasih jeruk lemon, tapi di sana dibumbui dengan kecap manis sangat banyak. Jadi kurang nikmat tapi ya sudah diterima saja. Dari sana aku bermaksud nonton karena bioskop yang di Siam Paragon beda dengan bioskop yang di Terminal 21. Tapi karena semua film sudah pernah aku tonton, maka batallah menonton di sana. Aku ingin tahu apakah keadaan menontonnya setidak nyaman di Terminal 21 atau lebih baik.

Dari Siam Paragon aku bermaksud jalan kaki ke Jim Thompson House Museum tapi batal karena nampak jauh dan bisa nyasar. Padahal sudah pakai Google Maps tapi ga berani dari pada nyasar. Jadinya naik kereta sekali lagi ke National Museum. Dari BTS tersebut tinggal jalan 5 menit masuk ke gangnya. Sungguh nyaman dan dekat. Rumahnya Jim Thompson ini bagus sekali. Rupanya Jim Thompson ini sekolah jadi arsitek lalu jadi tentara Amerika dan akhirnya jatuh cinta dan menetap di Thailand. Jim Thompson mendapatkan penghargaan Gajah Putih dari Kerajaan Thailand karena dianggap berjasa memerkenalkan Sutra Thailand sampai terkenal di seluruh penjuru dunia. Apalagi ketika sutra Thailand dipakai di film The King and I, makin terkenallah. Rumah Jim Thompson sendiri berada langsung di dekat sungai jadi ada semacam pintu gitu ke sungai. Sewaktu aku ke sana, hujan turun dan sungguh rumah tersebut terasa nyaman sekali buat tidur siang. Perlu lah kita ke sana lagi untuk mencoba nongkrong di resto dan barnya.

Jim Thompson's House

 

Dalam usaha menemukan Bangkok Street Food aku mencoba berjalan lebih jauh ke sana ke mari. Namun hingga hari ini, masih belum sukses usahaku memakan masakan jalanan Bangkok. Mungkin kalau sudah bekerja malah bisa ketemu warungnya ya. Nah tiba-tiba aku sudah berada di sebuah kompleks makanan yang semuanya Korean Food. Dimana? Ngga tahu, deket sama Robinson Sukhumvit yang pasti. Nah, aku melihat sebuah kedai yang di depannya banyak sekali gambar cowo Korea berukuran asli. Semacam anggota boyband. Namun bukan karena boyband itu aku masuk dan mencoba SAYAP AYAM PEDES BANGET. Sungguh pedas, beli 10 biji hanya bisa makan 5 biji. Sayap ayamnya gaya Korea yang sekarang lagi trend (4Fingers, Omo Chicken Club, Bonchon). Sayang aku lupa apa judulnya tapi inget lokasinya kok, dekat dengan apartemen sekarang.

Spicy Chicken Wings!

 

Nah yang lucu, mereka memberi sarung tangan dan tissue basah dalam paket. Jadi ngga perlu berantakan makan ayamnya, tinggal pakai sarung tangan di satu tangan dan tangan satunya pakai garpu. Beres.

Wipes and Gloves

 

Di sepanjang jalan hari ini, aku menemukan berbagai foto Ratu Sirikit dalam rangka ulang tahunnya. Orang Thailand sangat sayang dengan Ratu Sirikit.

Bahkan dalam perjalanan pulang, aku sempat mengikuti prosesi memberikan doa dan harapan baik untuk Ratu Sirikit di depan toko serba ada Robinson Sukhumvit. Semua turut bernyanyi dan menyalakan lilin sebagai bentuk penghargaan mereka terhadap Ratu Sirikit. Hari ini juga sekalian menjadi Hari Ibu di Thailand jadi cukup banyak diskon di toko-toko. Ini video suasana di depan Robinson Sukhumvit (video akan muncul setelah selesai diupload)

6 thoughts on “Jim Thompson dan Ulang Tahun Ratu”

Any thoughts?