Nesting di Bangkok (Part 1)

Mencari kata yang tepat untuk menggantikan kata nesting ternyata tidak mudah. Nesting berarti membuat diri nyaman pada sebuah tempat. Aku memakai kata nesting untuk serial baru kali ini :)

Tidak ada yang terlalu istimewa yang dapat diceritakan dari beberapa hari ini. Salah satu yang paling menarik hanya mengenai akan pindahnya aku dari Somerset Serviced Apartment yang selama ini aku tempati ke sebuah studio di daerah Siam. Bulan pertama bekerja memang diberi fasilitas tempat tinggal namun bulan ke-2 dan seterusnya aku harus mencari tempat sendiri. Jadilah aku jalan-jalan ke sana ke mari di sekitar kantor baru dan di sekitar jalur kereta untuk mencari tempat tinggal yang tepat.

Mencari tempat tinggal sendiri di Bangkok tidak mudah namun juga tidak sulit. Setiap daerah sudah punya range harganya. Banyak juga website yang menyediakan informasi tempat tinggal dan agen-agen yang akan membantu mencarikan tempat tinggal. Ada beberapa hal yang aku persiapkan sebelum melakukan pencarian :

Jumlah Ruangan

Sudah dari awal menetapkan diri untuk mencari tempat dengan 1 ruang tidur atau studio. Bedanya kalau studio tidak ada penyekat antar ruangan, mirip kaya kos-kosan. Sebenarnya lebih nyaman dengan 1 ruang tidur tapi setelah diperhatikan di beberapa tempat, 1 ruang tidur malah menambah kesumpekan ruangan dan membuat ruangan terasa sempit, depresif. Jadilah semakin mantap dengan studio yang lebih lapang.

Budget

Setelah tanya kanan kiri, akhirnya aku tahu budget yang paling masuk akal untuk sewa tempat. Beberapa kali ngobrol dengan teman-teman di luar negeri, biasanya 1/3 gaji akan habis untuk sewa tempat. Maka dari itu selalu hitung besar gaji dan 1/3nya anggaplah hilang untuk biaya tinggal. Biaya tinggal itu jangan lupa diperhitungkan juga biaya ke lokasi kerja, biaya listrik, biaya air, biaya tambahan di apartemen (kalau ada) dan biaya pembantu (kalau ada).

Untungnya di Thailand ini biaya tempat tinggal tergolong murah. Di Jakarta, apartemen yang seperti di sini harganya bisa 75% lebih mahal dari pada di Bangkok. Jadi aku senang sekali. Di sini juga ngga ada service charge, kalau tho ada yang bayar owner deh kayanya karena aku sudah bayar lengkap semua ke owner.

Biaya listrik tergantung pada tempat tinggal. Ada yang bayar ke owner, ada yang bayar langsung ke government. Di Thailand ada website untuk menghitung biaya listrik loh.
Lokasi

Penting banget! Apalagi tinggal sendirian begini, lokasi jadi penting. Beberapa kriteriaku untuk lokasi adalah yang dekat dengan sky train atau subway, ketika berjalan tidak terasa angker dan seram, jalanannya bersih dan rata serta jumlah jajanan yang ada di sekitar lokasi.

Kolam Renang

Meski jarang renang tapi keberadaan kolam renang penting. Biar keren aja sih.

Bentuk Keseluruhan

Aku sebenarnya berharap bisa tinggal di sebuah kompleks perumahan dengan taman di tengahnya. Gaya-gaya Spanyol gitu. Tapi ya pasti di luar budget banget banget banget jadi akhirnya mencari tempat tinggal yang gedungnya ga ketinggian. Bukan takut tinggi tapi aku ga suka sama gedung apartemen yang terlalu tinggi dan terlalu modern, terasa seperti angkuh dan nggaya bener. Males juga karena biasanya yang tinggal di tempat begitu ya sejenis angkuh dan nggaya. Lalu nanti kehidupan bertetangga kurang nyaman.

 

Di Bangkok ada beberapa nama untuk fasilitas tempat tinggal. Pertama, Condo, biasanya ini bangunan dengan banyak “rumah” dan setiap “rumah” dimiliki oleh seorang owner. Kalau ownernya kaya ya bisa aja sih beli banyak “rumah” tapi intinya yang punya beda-beda. Fasilitas standar seperti kolam renang, gym dan parkiran. Untuk high-end condo, fasilitasnya lebih lengkap, berada di lokasi yang central dan biasanya malah agak sulit dijangkau kalau tidak punya kendaraan pribadi. Nah condo biasanya listrik dan sebagainya bayar sendiri langsung ke pemerintah atau kalau ownernya pengen banyak duit ya bayar ke ownernya. Condo pun ada yang ngga terlalu mahal-mahal, semacam middle class condo. Kayanya yang semacam apartemen bersubsidi kalau di Indonesia gitu pun ada kok tapi lokasinya agak jauh dari pusat kota dan agak sulit diakses dengan sky train atau pun subway.

Kedua, Serviced Apartment, yang biasanya dimiliki jaringan hotel atau ya ada orang kaya Thailand terus bikin kos-kosan dengan fasilitas ruangan dibersihkan setiap hari, ngga perlu bingung bayar listrik karena sudah jadi satu  dan biasanya lebih mahal dari condo.

Ketiga, Baan. Baan ini persis kaya kos-kosan. Dimiliki oleh satu orang dan ada di area residensial. Tapi jangan salah, baan di sini gede-gede dan tiap unitnya udah kaya apartemen gitu dan biasanya mahal. Internet, listrik, telpon biasanya sudah disediakan, bayar sih tiap bulan tapi sudah ada provider yang terpilih, semacam ga bisa pilih-pilih sama sekali. Selama survey kemarin, baan-baan selalu ada parkirannya dan isi mobilnya yang mewah-mewah.

 

Aku pilih condo dan kebetulan owner condoku baik sekali. Sengaja mencari space yang kosong karena setelah keliling, semua tempat didandanin kaya anak kecil di Toddlers and Tiaras TLC. Idih banget dengan furnitur yang terlalu banyak dan akhirnya merusak suasana hidup di dalam condo itu. Aku akan tinggal di condo tersebut minimal 1 tahun, dan 1 tahun dengan perabotan kebanyakan atau interior berlebihan akan bikin males banget. Kebetulan sekarang dimampukan untuk agak pilih-pilih jadi ya lebih pilih-pilih lah aku. Apalagi hidup di apartemen adalah impianku sejak kecil. Hidup di apartemen, di luar negeri pula! Senang!

Bangkok punya IKEA di Mega Bangna. Agak jauh dari kota tapi begitulah biasanya IKEA. Nah setelah browsing, utak-utik segala macam di websitenya, aku akhirnya puas. Meski masih ada kegalauan enaknya beli korden yang mana.

Doakan pindahannya lancar. Pindahannya akan dimulai Sabtu ini dan aku super excited!

25 thoughts on “Nesting di Bangkok (Part 1)”

  1. Hallo sist,kalo apartemen atau condo di sekitar kedubes indonesia apa ya? Czr encananya mulai januari 2013 sy ngajar di sekolah indonesia bangkok..
    Tqb4 :)

    1. Halo,

      Sejujurnya kalau ditanya gini agak bingung karena masih belum lama di sini :P Aku juga belum pernah ke daerah kedutaan. Hehehe… Berencana ke sana sih untuk makan rawon. Mungkin kalau sudah pernah ke sana, aku kabari yaa :D

  2. Selamat yah Mbak bisa tinggal di Bangkok, saya dan istri juga mengharapkan untuk bisa tinggal disana. BTW, mbak bekerja di bidang apa disana?

  3. Mba, numpang tanya, untuk condo/baan tarif perbulannya berapaan ya? Saya rencana mau sekolah di sana mulai bulan April tahun ini, Karena masih mahasiswa jadi carinya yg agak murah aja ….. hehehe kira2 Ada ga ya? Makasih

  4. haaai salam kenal mbak :)
    masih tinggal di bangkok mbak ? salam kenal yah…btw saya di tugaskan 1 tahun di bkk bulan mei, dan bingung sekali soal sewa rumah.

    mohon sarannya mbak, penginapan di bangrak murah2 gak yah…daerah bangrak itu ky gmn sih, krn kntr letaknya di daerah bangrak…thanks yaaaah

  5. hai, aku mau tanya kamu tingal di daera siam y? kalo ingin menyewa apartemn di daera trsbut budgetny brpa y kl bole tau?krna ak mau k bkk selama 1 bulan trimakasi.

    1. Sepertinya akan sulit kalau mau sewa apartemen selama sebulan di Bangkok. Kebanyakan meminta kontrak 1 tahun. Bahkan kontrak 6 bulan saja agak mustahil didapat. Aku sarankan mencari guest house atau malah sewa hotel untuk sebulan karena biasa mereka punya rate khusus. Banyak sekali orang di sini yang sewa kamar sampai 1 bulan kok.

  6. salam kenal ya.. bener banget kalo biaya untuk tempat tinggal jauh lebih terjangkau dibanding jakarta. \saya juga lagi berencana pindah ke bangkok. setiap ke bkk saya biasa sewa serviced apartement di daerah hua mak (thanon srinakharin). Setelah berkali2 ke sana akhirnya skrg saya memutuskan utk bisa pindah, mudah2an segera jika pekerjaan ada yang nyangkut. hehehe.. salam

  7. Mbak Gracia, rencananya aku mau pindah ke thailand agustus ini, tapi langsung kerja jadi ga sempat cari tempat tinggal, ada referensi semacam kos – kosan yang nyaman buat perempuan dengan harga terjangkau kah? terima kasih.

    1. Ada hotel yang (katanya) lumayan murah di daerah kbri namanya metro resort (cz orang2 indo Чang liburan) banyak bermalam disitu.

  8. Dear mbak Alderina, saya dan keluarga akan pindah ke Thailand. Masih ragu dengan kehidupan di sana. Ingin bicara lebih banyak. Kalau berkenan bisa via LINE atau email mungkin? Terima kasih sebelumnya.

  9. Salam kenal ya mbak, saya ada kesempatan ditawarin untuk kerja di Thailand, dan harus tinggal di Bangkok, tuntutan kerja mengharuskan saya travelling a lot ke daerah2 di thailang (bidang perkebunan). dan keluarga diminta tinggal di Bangkok. mengingat belum ada pengalaman kerja di sana (walau pernah kerja di amerika selama setahun), maka boleh ya mbak sharing suasana kehidupan disana?, living cost compare dengan Indonesia, suasana orang2nya (terhadap demo2 anti pemerintah?). terima kasih

  10. sawadee krub, khun Alderina ^^,

    kebetulan saya lagi berpikir untuk long stay di sana,
    selain ingin ganti suasana, juga ingin belajar bahasa thai dan culturenya.

    untuk tempat tinggal (yang sederhana saja, seperti kost”an) kira-kira saya harus mengeluarkan biaya berapa per bulannya (dalam THB), termasuk biaya listrik/air/etc -jika ada-

    lalu kita sebagai pendatang/foreigner, apakah ada persyaratan khusus untuk bisa menyewa kamar/tempat tinggal tersebut?

    jika ada website untuk sewa property ini mungkin boleh refer ke saya.
    thanks a lot in advance. ^^,

    regards,
    r u d i

    you don’t need a reason to help people.
    fb | twitter | line : saltystudio

Any thoughts?