Ngomongin Sebuah Liburan di Sydney

Berkat Tuhan emang ga kemana ya... Setelah kepengen banget dari SMP, akhirnya kesampaian juga. Jalan-jalan ke Sydney dan ikut HILLSONG CONFERENCE 2009!! It's super fun and I'm so blessed!

Ga sedikit ide yang pengen aku terapin. Tapi ga mudah menjalankan semuanya. Butuh temen, partner yang bisa ngertiin aku dan bisa aku ngertiin juga. Eh, tapi God is able! Juga humanity is waiting. Daripada bingung ngebulet mau ngapain, mending melakukan apa yang bisa dilakukan.

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Iklan Politik Pakai OST Indomie

Posted by mobile phone:
Kalau dipikir-pikir, seru juga ya itu iklan. Memakai lagu dari indomie. Seru dalam arti pinter juga, maknanya bagus juga. 1. Indomie itu produk asli Indonesia yang mendunia. siapa sih orang Indonesia yg ke luar negeri tanpa bekal indomie? Terutama yang sekolah atau kerja? Siapa sih yang ga kangen sama Indomie? Saya sih kangen berat kemarin itu. 2. Siapa orang Indonesia yang belum makan indomie? Jarang banget lah. Apalagi anak kos pas jaman kere XD 3. Lagunya catchy kan? Bagus kan? Inget pasti sama lagu itu. 4. Mike Idol bukan orang jawa, bisa dibilang ini untuk ngurangi issue jawa-jawa yg dihadapi sby. Ada yang punya file mp3nya? Minta poo
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Prita Mulyasari

Hm... Sampai shock bacanya. Jadi ini Ibu nulis email ke milis, lalu pihak rumah sakit menjadikan dasar untuk menuntut dan sekarang Prita masuk bui. Serasa jaman mbah Soeharto. Eh kalau nulis blog ini, saya bisa masuk bui ga ya? Seru nih. Bisa saja ini sebuah manuver politik, sehingga orang mengingat lagi Soeharto dan takut memilih pemimpin. Siapa yang untung dan rugi? Saya juga ga tau, lah wong cuma mikir-mikir pagi. Hanya satu yang menjadi perhatian saya. Sebuah rumah sakit seharusnya berisi dengan orang-orang yang punya hati melayani, menolong sesama untuk jadi lebih baik dalam menjalani hidupnya. Namun apa yang sudah Rumah Sakit Omni Hospital Alam Sutra lakukan kepada Ibu Prita? Menambah deritanya karena Prita jadi ga bisa ketemu keluarganya. Jadi penasaran, memang apa sih isi emailnya? Separah itukah sehingga harus masuk bui? Jadi penasaran pula, bagaimana sebuah Rumah Sakit bisa langsung memasukkan orang ke penjara? Bukannya kalau Surat Pembaca bisa ditindaklanjuti dengan menulis Jawaban, sama seperti yang biasa dilakukan perusahaan-perusahaan lain yang mendapat keluhan di surat pembaca? Hal ini melukai kita semua. Sebagai konsumen, kita takut kalau mau protes padahal pelayanan dari penyedia jasa maupun barang di Indonesia itu sungguh sangat tidak baik. Secara standart masih perlu diperbaiki dan memperbaiki berarti mendengarkan keluhan serta menjawab keluhan tersebut dengan anggun tanpa menambah penderitaan orang lain. Lain kali kalau kita merasa tidak nyaman dengan suatu hal, kita jadi takut menulis di surat pembaca. Menyakitkan dan menakutkan, menyebarkan teror yang tidak perlu di bangsa yang sudah banyak masalah ini. Secara tidak langsung saya merasa diteror. Tolong dukung Prita di Facebook dan baca-bacalah berbagai tulisan tentang Prita (politikana, Ndoro Kakung, Tempo)
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Pekerjaan

Senang tapi susah? Seminggu ini sudah mulai kerja di PR agency. Uhuyy! Dengan doa dan tangis serta harapan, aku melangkahkan kakiku. Keteteran dan ga ada istirahatnya deh. Mulai dari masuk sampe pulang, bahkan di rumah itu masih kerja. Telpon sana sini, cari kepastian harga, arrange budget dan yang jelas ikut meeting sana sini. Well, berhubung ini pekerjaan pertama jadi aku rada deg-degan aja. Salah atau bener yang aku kerjain. Selama ini kan magang dan itu beda banget perasaannya dengan kerja. Kalau kerja apa yang kita arrange itu benar-benar akan terjadi dan uang yang ditransaksikan akan benar-benar keluar. Jadi harus cermat dan teliti supaya dana yang sudah dikeluarkan oleh klien ga kebuang sia-sia. Jadi iri sama temen-temenku yang masih kuliah sambil leyeh-leyeh dan setelah kuliah selesai baru bingung ngelamar-ngelamar. Yah, ini kan saya juga masih dalammasa percobaan. Semoga ada progress dan bisa dihire. I love the job, I love my boss and I love the hectic feeling.
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Orang-Orang yang Aku Suka

Suka kesulitan ya kalau disuruh nulis siapa yang kita senangi? Listnya pasti ga sepanjang orang yang ga kita senangi. Sebab kita manusia, selalu dengan mudah melihat apapun dengan negatif.
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Penggusuran dan Stren Kali di Surabaya

Saya mungkin yang kurang sensitif sama orang lain... Atau saya hanya tidak suka dengan arogansi masyarakat yang tidak mau berpikir lebih jauh. Mengatasnamakan kemiskinan untuk memperoleh kekayaan. Buat saya itu sama dengan mencuri. Mencuri status dan kemudian mencuri hak, yang seharusnya untuk orang miskin diberikan kepada orang yang mengaku miskin. Gara-gara ikut liputan ke Polwitabes Surabaya kemarin, saya jadi mikir keras. Pada saat itu ada pertemuan antara warga stren kali Jagir Wonokromo dengan pihak-pihak terkait (pemkot, satpol PP, LSM) yang difasilitasi oleh Bina Mitra Polwiltabes Surabaya. Saya datang terlambat, tepat setelah beberapa orang mulai panas dan hampir saling pukul. Luar biasa sekali, di dalam ruangan banyak polisi dan mereka sudah mau saling pukul. Tapi keadaan dengan segera ditangani jadi hampir pukulnya tidak sampai pukul-pukulan. Pada saat saya datang, suasana masih sedikit panas. Seorang pria sedang berteriak-teriak meminta supaya pemerintah kota memikirkan keadaan suku mereka. Saya berpikir, loh kok tiba-tiba kesukuan? Memangnya seseorang digusur karena sukunya? Hobi deh ya manusia-manusia ini berpikir demikian. Merasa lemah dan membawa-bawa isu sensitif seperti SARA. Diskusi atau forum itu berlanjut. Saya masih ga paham, ini sebenarnya forum apa. Tanya sama mas sebelah saya, ini forum apa dan tujuannya apa? Dijelaskan kalau ini sebenarnya sebuah forum untuk mencari solusi untuk warga Stren Kali Jagir yang tergusur. Setelah mengikuti diskusi cukup lama, yang tertangkap oleh saya malahan warga yang berusaha menjelek-jelekkan walikota dan menyalahkan pemerintah. Mereka menganggap pemkot tidak berpihak kepada rakyat kecil, pemkot tidak becus karena yang duduk di pemkot bukan ahli. Ada benarnya, di beberapa hal pemkot Surabaya memang masih kurang baik pekerjaannya. Tapi kalau dilihat dari tata kota, Surabaya makin indah saja. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya Tri Risma Harini, sudah kita kenal dengan kesuksesannya sebagai kepala dinas pertamanan dan Ibu Risma itu arsitek lulusan ITS. Jadi saya percaya dengan recana kota Surabaya akan sesuai dengan kaidah-kaidah arsitektural. Lama-kelamaan diskusi berputar-putar tidak jelas, saya jadi makin sangsi dengan kemampuan perwakilan warga. Menyebalkan karena mereka membawa ayah dari anak perempuan yang terkena kuah panas bakso hingga mengalami luka bakar, 67% tingkat parahnya. Well, ini juga jadi catatan khusus buat saya. Bagaimanapun cara satpol PP menangani gerobak baksonya, sang Ayah dan Ibu kemana? Mengapa tidak menjaga anaknya? Sudah tau ada gusuran dan obrakan yang begitu besar, kok anaknya tidak dijaga. Menurut beberapa orang, anak itu diletakkan di gerobak baksonya. DUH! Itu anakmu, mbok segera digedong dan diambil? Yah mungkin saja, ketika akan menggendong anaknya, petugasnya ga peduli makanya si Ibu tangannya juga kena siraman kuah panas. Saya kemudian berpikir, ah orang-orang ini maunya apa sih? Tidak jelas dan menyalah-nyalahkan saja. Lalu tercerahkan melalui pembicaraan dengan beberapa wartawan yang sudah mengikuti diskusi ini dari awal. Sebenarnya masalah utama mereka : tempat jualan. Apalagi? Tho, setiap mereka mendapatkan tempat tinggal baru. Semua dapat tempat tinggal di Rusun Randu. Jadi masalah rumah tidak dipusingkan tapi masalah makan sehari-hari? Mereka kebetulan adalah orang-orang yang bekerja untuk makan hari itu. Baca sedikit berita yang saya peroleh dari SuaraSurabaya.net ini
Beberapa warga stren kali Jagir setelah digusur, ada yang langsung memilih tinggal di rumah susun (rusun) Randu. Meski tidak sampai menjadi gelandangan, Sabtu (16/05) mereka mengaku kehilangan mata pencaharian. Satu diantara warga stren kali Jagir itu adalah SUNANDAR SUADI, 62 tahun. Sebelumnya, laki-laki asal Krian tersebut menempati sebuah bangunan diatas stren kali Jagir. Meski keterampilannya adalah sebagai pekerja bangunan, tetapi kepandaiannya merawat tanaman justru memberinya banyak pekerjaan. “Diperumahan-perumahan dekat Jagir, saya biasanya jadi pembersih rumput taman, atau merawat aneka bunga dan tanaman milik warga disana. Sekarang pindah kerusun Randu, jelas saya kehilangan pelanggan. Nggak punya penghasilan lagi sekarang,” ujar SUNANDAR SUADI saat ditemui suarasurabaya.net.
Beberapa pemikiran saya :
  1. Memangnya tidak bisa ya membersihkan rumput dengan cara : jalan/sepedaan ke rumah warga perumahan di sana? Perumahannya kan tidak digusur.
  2. Tidak semua di sana adalah orang menengah ke bawah, beberapa memiliki mobil.
  3. Tukang bakso yang anaknya menjadi korban, bisa pindah-pindah jualannya.
  4. Seingat saya di jagir wonokromo itu ada juga bengkel dan segala macamnya, jadi tidak semua miskin.
Semua hal itu mungkin asal mau usaha dan mau berpikir. Warga kota sekarang hanya berpikir tentang dirinya sendiri. Aku bagaimana, tidak perduli orang lain. Dicerahkan oleh senior saya, masalah terutamanya adalah : setiap orang punya hak untuk hidup dan itu adalah masalah HAM. Well, betul sekali tapi apakah harus hidup di tempat yang peruntukkannya adalah untuk taman? Stren kali bisa mengakibatkan banjir kalau banyak warga yang hidup di sana, sampah yang mereka buang sembarangan dan masalah macet karena semakin lama mereka buka lapak semakin ke jalan. Awalnya warung, kemudian jadi gubuk, lama-lama dipasang batu bata lalu terakhir pakai beton. Luar biasa! Sekarang ketika digusur marah-marah dan merasa miskin, merasa digusur karena sukunya, merasa pemkot tidak membela. Akhir diskusi ditutup dengan beberapa kata dari seorang Ibu Polwan, sepertinya kabag Bina Mitra. Berbicara dengan suara yang enak dan kata-kata yang meneduhkan hati. Masalahnya adalah kurang sosialisasi, warga tidak diajak biacara hati ke hati, warga tidak diberi pengetahuan yang menyeluruh mengapa diadakan penertiban stren kali. Setuju bu, tapi kalau warganya GA-MAU-TAU-SAYA-MAUNYA-JUALAN-DI-SINI kan repot. Lagipula sehari sebelum penggusuran, ada sebuah koran yang mendatangi warga dan menanyakan apakah mereka tidak siap pindah? Jawaban mereka : penggusuran hanya gertak sambal! Coba lihat foto rusun yang diberikan kepada mereka di suarasurabaya.net
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Kerja

Berita gembira, diriku diterima bekerja. Semoga bisa bekerja dengan benar dan baik. Setelah kemarinnya wawancara dan merasa gagal, ternyata hari ini ditelepon untuk bekerja. UNTUNGLAH, masih bulan JULI, jadi bisa menyiapkan diri dan berlibur di bulan JUNI. Asik! Semua yang kasih selamat, makasih banyak ya. Di twitter, koprol dan di sms. Semoga saya bisa menjadi seorang pekerja yang baik. Update : Setelah diingatkan oleh Ibuku, ternyata Juli besok aku mau ke Australia. Terus waktu kasih tau atasanku, dia bilang boleh pergi. Tapi aku meminta masuk mulai Juni. Hihihihi... Habis serem sih ya kalau langsung masuk gitu aja.
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Keinginan-Keinginan yang Tak Kunjung Habis

  1. Mic Seinheiser
  2. Canon IXUS yang 100IS itu, warna merah.
  3. Kaca mobil digelapin dan karet wiper diganti.
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Magang dan Sedikit Tips

Demi kelancaran dan kebahagiaan bersama, aku memunculkan sedikit tips magang.
  1. Sopan
  2. Keterlaluan deh kalau ga sopan. Sudah magang, berani-berani sama yang sudah lama kerja di perusahaan. Biasakan mengucapkan, "Tolong. Maaf. Terima kasih."
  3. Rapi
  4. Jangan ke kantor pake baju yang lupa dicuci, kancing kebuka kemana-mana terus muka minyakan kaya baru goreng bebek. Wangi, rapi, indah dan sedap dipandang gitu dong. Lagian menambah keasoyan kantor bukan mengurangi.
  5. Ramah
  6. Senyum deh. Sama siapa aja. Jangan sok keren terus ga mau senyum dan ajak orang lain bicara.
  7. Perhatikan
  8. Mereka punya banyak pekerjaan, jadi kalau sudah kasih arahan langsung perhatikan dan lakukan.
  9. Cepat
  10. Jangan lelet, apalagi pake malu-malu. Duh ketinggalan kereta malah ga diajarin apa-apa.
  11. Humble
  12. Ga boleh ya milih-milih kerjaan. Biar juga magang di bagian produksi, kalau sama admin diminta tolong wajib bilang iya dan melakukannya dengan gembira serta tulus. Kalau dihina dina oleh seorang staf, harus mau nerima. Semua itu proses belajar. Buat keahlian maupun mental dan karakter kita.
  13. Diam
  14. Namanya juga kantor, banyak politiknya. Kalau tau maupun ga tau apa-apa, mending diem. Tho kita ga selamanya di sana. Diam aja. Jangan ikut campur ya.
Sedikit saja tips dari saya, semoga berguna buat magangnya ya kawan.
Loading mentions Retweet

Comments [1]

Ngomongin Manohara Pinot dan Ibu

Ga habis pikir sama orang-orang yang seenaknya menuduh dan mikir tentang ibunya Manohara cuma tergiur uangnya Pangeran Kelantan. Pasti bukan orang Indonesia. Ada sesama orang Indonesia yang mengalami penyiksaan kok malah diragukan. Aku juga puya pengalaman pribadi sehubungan dengan penyiksaan dan pernikahan dan keluarga. Aku tahu betul, seorang perempuan ga mungkin ga jujur sama ibunya kalau soal disiksa. Buat apa sih ngomong ke Ibu sendiri kalau emang ga disiksa? Kalau emang bahagia dengan suaminya, ya ga bakalan cerita lah ya. Bahkan kalau tho ada masalah, berusaha diselesaikan dulu. Kalau toh memang keterlaluan, barulah cerita sama Ibu. Kalau udah ga ada jalan lagi dan ga bisa nahan. Kalau banyak pihak menuduh Ibunya manohara menyuruh pangeran itu menikahi Manohara, lah ya suka-suka dia, lah wong tuh cowok udah mengambil kegadisan Manohara. Jangan asal bilang Ibunya Manohara pengen uangnya pangeran itu. Picik sekali pemikiran seperti itu! Ketauan orang yang berpikir demikian adalah orang yang juga akan bertindak seperti picik seperti itu. Perlu bertobat sungguh-sungguh tuh. Aku emosi memang. Benar atau tidaknya berita itu memang perlu ditunggu. Tapi apa ga merasa aneh kalau seorang Ibu tidak bisa berkomunikasi dengan anaknya? Ck ck ck ck....
Loading mentions Retweet

Comments [0]