Ngomongin Memimpikan Detox Buah

Turns out my dream of doing Fruit Detox is just a dream. Gagal gitu, jadinya Fruit Diet. Awalnya terinspirasi Chika untuk Detox Buah, kelihatan mudah karena saya suka banget makan buah dan suka makan buahnya tuh yang doyan banget. Makan buah dan minum air putih saja selama 3 hari. Ternyata tidak mudah menjalani detox buah. Mengapa? Karena saya sangat suka mengecap, merasai dengan indera pengecap. Meskipun sudah kenyang, kalau masih penasaran dengan rasa tertentu maka saya akan makan. Dengan perut yang terasa kekenyangan lebay.

Akhirnya kemarin saya sukses fruit diet. Pagi hanya memakan pepaya, brunch dengan jus stroberi-pear-apel, snack sore jeruk kupas dan dinner dengan belimbing. Masih minum air putih tapi berhubung dasarnya memang kurang minum, kemarin hanya minum kurang lebih 5 gelas. Mau sok olahraga ceritanya, main stepper, 700 step sudah menyerah dengan keluhan sakit kaki dan seterusnya. Lunch? *malu* memakan roti bakar, sosis goreng, telur goreng dan kentang goreng. Saya merasa sedang menjalani kesia-siaan belaka. Tapi saya tidak boleh menyerah. Target yang saya buat mungkin terlalu tinggi, sehingga saya merasa mustahil melakukannya. Jadi sekarang, targetnya : makan pagi dan malam digantikan oleh buah dan minum air putih lebih banyak. Target ini lebih masuk akal untuk saya yang sangat suka makan. Semuanya soal niat dan niat dan niat. Selain itu, soal pikiran, bagaimana pikiran dan perasaan tidak boleh dijadikan tuan. Aih! Detox tubuh dan jiwa dan roh sekalian ah. Wish me luck teman-temin.

Loading mentions Retweet

Comments [5]

Sei Aglio Olio Macaroni

Semalam kepingin masak aglio olio. Pagi-pagi buka kulkas, eh ada daging sei (kayanya bukan babi). Daging asap yang adanya cuma di Kupang. Sedap!

Saus :
Olive oil
Bawang putih dicacah pisau (jangan kecil-kecil)
lombok kering (bisa kok jemur lombok biasa, tar jadi kering)

Olive oil dipanaskan, masukkan bawang putih lalu lombok kering. Masak aja, jangan sampai bawang putihnya coklat. Bawang putihnya paling enak kalau masih putih-putih. Btw saya ga pernah ngukur kalau masak. Pake asas kira-kira. Daging sei digoreng sendiri pakai olive oil, ndak masuk ke saus.

Pasta :
Pasta apa saja. Saya pakai elbows. Didihkan air, tambahkan olive oil dikit. Masukkan pasta, aduk-aduk sedikit. Biasanya sih 7 menit, tapi tadi 10 menit baru keliatan kaya pasta matang. Pasta ditaruh di atas piring, atur daging sei lalu siram dg saus.

Sebelum makan jangan lupa difoto dan diposting ke situs-situs microblog anda serta berdoa mengucap syukur.

Selamat mencoba!

   

Loading mentions Retweet

Comments [5]

There are the Pointed Fingers

All the fingers are pointing to me.
As I am the sinner. To whom I cry?
As the Saviour is looking at me.
And He is crying.
Looking at a girl.
Who is failed to please Him.
But He is not crying because He sad.
He is crying because He is the only one who love me so.
Crying because nobody love me as He is.

It is hard to be greatfull.
It is.
Everytime I want to raise from this death.
There are more pointed fingers.
I am tired.

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Roti Kukus Oma An

Oma An selalu berjualan di UK Petra, dengan bekal kotak-kotak kue warna putih. Roti Kukusnya enak sekali :)

Loading mentions Retweet

Comments [2]

A Miserable Time

This is the time when life seems so hard.
Skripsih is just one problem.
But yes, I feel so miserable.
It is not because of skripsih.
It is because her and her.

Life is not an easy path to walk through and the decision I have to make is not the easiest.

Loading mentions Retweet

Comments [1]

Ngomongin Mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra

Tidak mengingkari jati diriku yang adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi UK Petra, maka aku ingin menuliskan tentang mereka. Setiap jurusan lain kalau ketemu dengan kami selalu berkata, "Ohhhhh.. Pantas." Pantas apanya coba? Kata mereka, "Ribut, ndak bisa diem, pakaiannya aneh-aneh." Hahaha.. Jadi ciri-ciri kami adalah ribut dan pakaiannya aneh-aneh?

Betul juga sih. Aneh-aneh memang mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra. Mudah dikenali bahkan ketika jalan atau makan di seputaran kampus. Yah, setiap jurusan punya keunikannya sih. Contohnya jurusan teknik sipil, cirinya kulit sedikit gosong (hasil praktek ngukur jalan) dengan kaos-kaos gratisan camp-camp kampus serta berwajah lusuh (panas bo ngukur jalan). Jurusan manajemen, cirinya cina banget deh pokoknya dengan baju yang dipastikan beli di Pasar Atum dan tasnya sering kelihatan kecil-kecil (entah bawa apa). Jurusan DKV, cirinya mata berkantung dan hitam (begadangan mulu) pakaiannya kaos dan jeans dan cenderung agak ga karuan (ga sempet mikir baju ya, tugas numpuk) cenderung keren karena nge-art.

Bagaimana dengan jurusanku? Cenderung ngikut AGJ, anak gaul jakarta gitu deh, tren terbaru berusaha diikutin. Lelakinya pakai celana yang kecil banget di bawah dengan tampang di atas rata-rata. Lelaki di tempat kami biasanya kalau ga model, penyiar radio, presenter TV lokal atau mahasiswa abadi. Perempuannya juga sih, cenderung model atau penyiar atau presenter Surabaya bisa ditemukan di jurusanku. Kami gaul dan keren serta mantap *bias banget*.

Tapi sering banget kami jadi korban mode. Hahaha... Contoh paling menarik, kemarin waktu ujian tengah semester (yeah masih jaman loh ujian) ada seorang penjaga kelas yang malang. Pria itu sepertinya jurusan bukan ilkom, sipil atau infor dilihat dari pakaiannya. Menjaga kami anak ilkom, selamat ya lelaki, kau mampus memang. Lalu di tengah-tengah mengerjakan UTS, ada yang mengetuk. Ternyata seorang gadis ilmu komunikasi yang terlambat masuk kelas. Si Lelaki penjaga UTS cuma bisa diam dan gugup mengambil kertas-kertas. Mengapa? Hihihihi.. Gadis ilkom ini memakai make up super tebal (hampir putih anak itu) lalu memakai berlian-berlian kecil di sekeliling matanya. Huahahahaha.. Aneeeeh banget, udah telat ujian, dandan kaya ondel-ondel. Ndak aneh sih di jurusan kami, secara banyak dancer dan singer yang biasa dandan aneh-aneh gitu. Si gadis ini kupikir seorang dancer yang akan performance setelah ujian, makanya dia dandan pol gitu! Well, dandan pol-nya ndak bisa masuk @dandanpolfriday sih. Semoga berhasil lelaki jurusan lain, kau tidak tahu apa yang kau hadapi, gadis-gadis ilmu komunikasi.

Namun akan tetapi, di Ilmu Komunikasi kami belajar jadi orang yang berpikir dan menyuarakan pendapat kami. Menjadi pintar tanpa harus menjadi lusuh dan kumuh. Viva FIKOM!!

Loading mentions Retweet

Comments [13]

Satepucino

Sate di dalam gelas. Ndak ada rasa kopinya.

Loading mentions Retweet

Comments [8]

Bistik Lidah di Toko 'Oen' Malang

Loading mentions Retweet

Comments [4]

Es Jagung di Boncafe Surabaya

Loading mentions Retweet

Comments [3]

Ngomongin Boncafe dan Bakmie GM

Kamis malam (8/10), dikejutkan dengan account twitter Bakmie GM. Keren juga bakmie kesukaanku itu. Istilahnya, maju.

Jumat siang (9/10), aku makan di Boncafe. Tadinya mau makan ngewarung, lah kok terdamparnya di Boncafe. Beuh, ga hemat banget. Boncafe di daerah Gubeng Surabaya sedang mempercantik diri. Cafenya jadi lebih bagus.

Terus kepikir-pikir aja. Lebih bagus Boncafe tidak mencoba menyaingi cafe atau resto modern yang mengambil konsep dari Eropa, Amerika ataupun Australia, apalagi Jepang. Mengapa? Karena steak yang disajikan Boncafe bukan steak modern dengan cita rasa bule. Steak di Boncafe adalah steak oldies dengan cita rasa Indonesia. Tidak harus merubah diri kan, bisa mengembangkan. Di Surabaya, belum ada resto atau cafe yang mengangkat tema Indonesia Tempo Doloe dengan masakan jenis steak, kebanyakan tetap masakan Indonesia yang diangkat. Salah satu yang bisa dilakukan Boncafe adalah mengganti seragam pelayan. Diganti dengan kebaya encim. Apalagi bangunan Boncafe yang di dekat TP itu, cukup penjajahan style. Mengapa tidak, mengambil tema masa lampau dengan pelayanan masa kini?

Loading mentions Retweet

Comments [7]