Ngomongin Skripsih #1

Iya, skripsih pake h. Kenapa begitu? Karena temanku di twitter yang bernama @iiiccchhhaaa menciptakannya ketika dia sedang berjuang. Sudah lulus anaknya, diriku yang gantian buat skripsih.

Perjuanganku menuju kemenangan masih panjang. Sekarang yang paling penting, menang terhadap perasaan malas. Malas sekali mengerjakan segala tetek bengeknya, meskipun aku tertarik dengan penelitianku. Merasa waktunya masih jauh, tenang-tenang. Menunda bukan hal yang baik dan tidak boleh jadi nama tengahku! Doakan saya!

Loading mentions Retweet

Comments [4]

Ngomongin Dupa

Kadang orang yang tidak tahu selalu berpikir dupa itu hanya untuk sembahyangan agama tertentu. Saya dulu termasuk orang yang tidak tahu. Di kantor, ada kebiasaan menyalakan dupa wangi mawar. Supaya menyamarkan bau rokok yang diembuskan oleh kawan-kawan sekantor. Awalnya saya takut sama bau dupa. Aneh tho? Soalnya serasa mistis ya bo. Asep-asep wangi gitu, kaya datang ke dukun. Namun seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa dan malah seneng sama wangi dupa mawar itu.

Sekarang di kos-kosan punya dupa bakar. Wanginya ylang-ylang. Embuh wangi apa itu. Sepastinya wangi ylang-ylang ini agak kewangian sampai sesak napas sama wanginya. Saya juga lebih ngerti kalau dupa, tidak hanya terbatas untuk sembahyangan tapi juga bisa dipakai untuk aromaterapi. Bukan barangnya yang salah tapi penggunanya.

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Keinginan Versus Kebutuhan

Dari pagi dihadapkan pada kepastian bayar tagihan. Mulai dari uang kos, uang sekolah sampe isi bensin. Lalu dihadapkan lagi pada kepastian tidak ada uang. Hahaha.. Jarang-jarang ya curhat kalau ga punya duit. Biarin, blog aku sendiri kok. Ndak minta dikasihani kok. Soalnya ga punya duitnya kesalahan sendiri. Ga bisa ngatur uang, pengennya senang-senang terus.

Kebutuhan ama keinginan selalu menang keinginan. Terutama dalam hidupku. Bukannya berhemat, malah sekarang aku minum di Starbucks sembari menunggu jam 3.55 untuk menonton Surrogates. Jadi sebenarnya ada uang atau tidak? Ada sih, tapi digunakan tidak sesuai urutan prioritas. Urutannya harusnya Uang Sekolah - Uang Kos - Uang Jajan. Tidak seperti sekarang, Uang Jajan - Uang Jajan - Uang Jajan.

Bagaimana sih memprioritaskan penggunaan uang kita? Mudah saja. Apa prioritas hidup anda sekarang ini? Sekolahkah? Bersenang-senangkah? Atau kawinkah? Terserah anda. Tapi prioritas praktis kadang berupa keinginan, prioritas teoritis baru berupa kebutuhan. Namun banyak kali kan kita ngomong ke orang lain kalau kita punya prioritas ini dan itu, yang mana biasanya prioritas teoritis. Pada akhirnya, apakah anda ingin menjadi manusia yang omongannya dapat dijadikan pegangan atau memang berkeinginan jadi manusia yang omongannya tidak dapat dipercaya? Nah itu kembali pada anda. Pada saya, rupanya saya sedang senang jadi orang yang omongannya tidak bisa dipegang.

Saya tidak bijak? Memang. Moral cerita? Jangan bodoh seperti saya.

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Trotoar di Surabaya

Kemarin waktu aku duduk di bus. Sambil melayangkan pandang ke jalanan ibukota provinsi, aku menemukan satu kejutan menyenangkan. Ada sekelompok pria sedang mengepel lantai. Bukan lantai sembarangan tapi lantai yang ada di pinggir jalan Embong Malang! Keren banget!!

Memakai sebuah alat yang menyemprotkan air dengan tekanan tinggi. Sikat dipegang oleh beberapa pria. Jadi kotoran yang ada di trotoar tersemprot dengan baik lalu disikat oleh pria-pria berbaju kuning itu. Bersih deh trotoarnya. Merasa bahagia karena beberapa waktu yang lalu aku mengeluhkan soal kotornya trotoar di Embong Malang. Eh beberapa waktu kemudian, ada yang membersihkan! Bahagia.

Jadi cinta Surabaya lebih lagi, pemerintahnya ketauan kerjanya apa. Kata teman, di kota lain, kepala daerahnya tidak ketauan kerja apa. Di Surabaya, kerja kepala daerah selalu menghiasi surat kabar. God bless Sparkling Surabaya!

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Tulisan Sharon

Bangun pagi bangun pagi, Gak ada roti gak kopi, Laper lagi laper lagi, Adanya nasi sama teri... Okelah kalo begitu...Okelah kalo begitu...Okelah kalo begitu...Okelah kalo begitu... Lima hari enggak mandi, Kulit udah banyak daki, Perempuan pada lari, Katanya, Iam sorry Okelah kalo begitu Okelah kalo begitu Okelah kalo begitu Okelah kalo begitu Mengapa......mengapa......Mengapa......oh menyedihkan.... Mogok lagi mogok lagi, Motor mati mesin berenti, Aki busi belum ganti, Aku jadi jalan kaki Okelah kalo begitu... (oke...) Okelah kalo begitu...(oke...) Okelah kalo begitu... (oke...) Okelah kalo begitu... Tiba-tiba hp bunyi, Hp bunyi keras sekali, Gua jawab dia memaki, Tukang kredit nagih janji Okelah gua bayarin...Okelah gua lunasin...Okelah gua bayarin...Okelah gua lunasin... Ya udahlah kalo begitu...Ya udahlah kalo begitu...Ya udahlah kalo begitu...Ya udahlah kalo begitu... Gak kerasa laper lagi, Mangan nasi karo jantung, Mau bayar aku keki, Dompetku dibawa lari Gimana kalo begitu...Gimana kalo begitu...Gimana kalo begitu...Gimana sih kalo begitu... Pak tolong dong pak....
Pernah dengar lagu dari Warteg Boyz yang Okelah Kalau Begitu? Tiap dengar lagu ini pasti ngakak-ngakak ga beres. Tapi kemarin tanggal 12 September 2009, aku bangun pagi dan dapat berita menyenangkan. Beritanya didapat dari email. Emailnya dari Mbak Sofia. Katanya, artikel yang aku tulis dulu itu dimuat di blognya Diskusi MDGS : Indonesia Millenium Development Goals Blog - Diskusi, Forum, Obrolan. Bahagia bangga dong ya. Padahal kukira artikel itu jelek dan sudah entah dimana. Makasih Mbak Sofia, sering-sering ya. Tulisannya Sharon bisa dibaca di sini.
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Tujuan dan Alasan

Tidak mudah menjadi saya. Mengapa? Karena saya orang yang impulsif. Sering berubah pikiran dalam waktu sekejap. Ada baiknya ketika saya membutuhkan perubahan dalam hidup. Banyak buruknya karena saya menjadi lelah, kelelahan dan kebingungan. Tepat pada saat sekarang ini saya lelah. Saya bingung. Saya pusing. Saya tidak tahu harus mengambil keputusan seperti apa. Sudah diambil namun berubah, apakah karena keteguhan hati saya yang kurang? Entahlah, mungkin. Saya punya banyak keinginan, cita-cita dan mau. Tapi saya sering lupa mana tujuan utama saya. Semua masalah saya sekarang dapat diatasi kalau saya ingat akan tujuan dan alasan saya hidup. Kalau saya JELAS apa yang saya ingin capai. Hidup memang tidak selalu menyajikan segala sesuatu yang kita inginkan di sebuah piring. Namun hidup itu bukan penguasa kita. Kita yang mesti menentukan hidup kita mau kemana. Ngomonginnya gampang, mraktekinnya susah. Susah karena keteguhan hatinya sangat rapuh. Loh, jadi saya rapuh dong. Iya saya rapuh. Saya bahkan bukan hanya rapuh namun bodoh. Harusnya saya bisa mengambil keputusan dengan lebih benar, tapi saya lupa melakukannya. Baiklah, mari mengumpulkan serpihan-serpihan otak, hati dan keteguhan. Siapa tahu saya bisa kembali ke jalan yang benar.
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Bus Kota di Surabaya

Beberapa hari ini aku naik angkot + bus kota. Takut pertamanya, kebanyakan cerita serem soal angkutan umum di Surabaya. Tapi waktu dijalanin, ya biasa aja. Dapat supir angkot yang baik-baik, berhenti depan Petra. Lanjut naik bus kota sampai Westin. Sudah deh, sampai di kantor. Sepanjang naik kendaraan umum, aku jadi lihat berbagai hal yang perlu diperbaiki :
  1. Posisi Halte
  2. Beberapa halte tidak diletakkan dengan pusat keramaian yang ingin dicapai oleh pengguna bus dan angkot. Contohnya yang di jalan a yani. Mengapa tidak diletakkan dekat CITO? Mengapa diletakkan di dekat semua pabrik yang udah ga berbentuk lagi. Saya juga ga yakin kalau itu pabrik, abis itu bangunan tua yang ga jelas apa itu. Paling pas peletakan halte adalah yang di sebelah Tunjungan Plasa 1 dan dekat Royal Plasa. Posisi teraneh ada di jalan Embong Malang. Sebab busnya ga mungkin berhenti di situ kemudian melanjutkan rutenya. Ckckck... Waktu menentukan posisi halte, pake mobil sih ga pake bus jadi hasilnya ga optimal. Mungkin saran terbaiknya : Mbok research dengan cara diikuti rutenya, jadi ngerti perasaan dan enak ga enaknya naik bus/angkot.
  3. Posisi Zebra Cross
  4. Biasanya setelah naik angkutan umum, penumpang hobi nyeberang supaya bisa sampai ke tempat tujuan. Sudah sewajarnya kalau posisi zebra cross dan halte angkutan umum (apa aja) itu berdekatan.
  5. Kebersihan Trotoar
  6. GELI banget liat trotoar di Jalan Embong Malang Surabaya itu. Bagus bahannya tapi ga ada perawatan. Hitam-hitam bekas air yang dibiarkan menggenang. Seandainya seminggu 3 kali dibersihkan setiap malam. Pasti trotoar itu ga akan sehitam sekarang *sigh*
  7. Bentuk Bus
  8. Sayang banget padahal bisa bentuk bus yang udah kaya tong beroda itu diperbaiki. Kursi dipersedikit dan ditambah ruang untuk berdiri dengan syarat ketinggian bus tidak seperti sekarang. Menurut saya bus yang di Singapura itu enak banget. Rendah dan banyak ruang untuk berdiri. Jadi yang muda-muda GA MALES dan duduk aja tapi mesti berdiri! Apalagi kalau di dalam bus ada tombol yang dapat digunakan untuk memberi tanda pada supir bus kalau kita mau turun. Turun di halte yang benar tentunya!
  9. Jumlah angkutan umum
  10. Kebanyakan angkutan umum = ngetem makin lama. Berhubung penumpang makin sedikit karena pada bawa sepeda motor maka itu angkot-angkot dan bus makin asik aja berhenti di sembarang tempat dan ngetem bagai jalan milik sendiri...
Entah kenapa ya, ngerasa sayang aja potensi masyarakat yang naik kendaraan umum tuh besar tapi sayang kalau ga dikelola dengan baik kaya sekarang ini. Kadang yang bikin kesel adalah masyarakatnya juga terlalu, minta bus/angkotnya berhenti sesuka hati. Jalan dikit aja ga mau, malessss banget. tsk!
Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Sebuah Liburan di Sydney

Berkat Tuhan emang ga kemana ya... Setelah kepengen banget dari SMP, akhirnya kesampaian juga. Jalan-jalan ke Sydney dan ikut HILLSONG CONFERENCE 2009!! It's super fun and I'm so blessed!

Ga sedikit ide yang pengen aku terapin. Tapi ga mudah menjalankan semuanya. Butuh temen, partner yang bisa ngertiin aku dan bisa aku ngertiin juga. Eh, tapi God is able! Juga humanity is waiting. Daripada bingung ngebulet mau ngapain, mending melakukan apa yang bisa dilakukan.

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ngomongin Iklan Politik Pakai OST Indomie

Posted by mobile phone:
Kalau dipikir-pikir, seru juga ya itu iklan. Memakai lagu dari indomie. Seru dalam arti pinter juga, maknanya bagus juga. 1. Indomie itu produk asli Indonesia yang mendunia. siapa sih orang Indonesia yg ke luar negeri tanpa bekal indomie? Terutama yang sekolah atau kerja? Siapa sih yang ga kangen sama Indomie? Saya sih kangen berat kemarin itu. 2. Siapa orang Indonesia yang belum makan indomie? Jarang banget lah. Apalagi anak kos pas jaman kere XD 3. Lagunya catchy kan? Bagus kan? Inget pasti sama lagu itu. 4. Mike Idol bukan orang jawa, bisa dibilang ini untuk ngurangi issue jawa-jawa yg dihadapi sby. Ada yang punya file mp3nya? Minta poo
Loading mentions Retweet

Comments [0]