Aku Merasa Jadi Pemenang

Somerset Lake Point Bangkok

Beberapa hari ini sedang merenungi kehidupan di Bangkok ini. Lalu aku merasa seperti pemenang. Mengapa?

Hampir 1 tahun tinggal di Bangkok
Bangkok bukan kota favorit aku. Aku pindah ke sini karena ini adalah kesempatan pertama untuk hidup di luar negeri dan merasakan jadi tenaga kerja asing. Kotanya sangat tidak menarik, bahkan sampai sekarang. Tidak menarik karena cukup sama seperti Jakarta, bedanya mereka punya kereta layang dan kereta bawah tanah dan makan minum tinggal di sini cukup murah, apalagi kalau dibandingkan dengan Jakarta.

Secara pribadi, banyak sekali ketidaknyamanan di Bangkok. Bahasa yang sulit dan keengganan orang lokal bergaul dengan orang asing jadi salah satu penyebabnya. Kadang kesalahanku juga karena tidak terlalu banyak eksplor kota ini. Mungkin karena merasa akan ada hari esok dan akhirnya ngga kemana-mana juga.

Selain itu, teman adalah bagian paling penting dalam hidupku dan rupanya semakin terasa saat aku tidak berada di Jakarta. Aku jadi merasa seperti pemenang saat menyadari aku sudah lewat dari 10 bulan berada di Bangkok. Aku tahu ada beberapa orang yang tinggal di negara yang dia tidak sukai dan bertahan 6 bulan saja tidak bisa.

Patah hati dan sendirian
Awal tahun ini hati aku patah berjuta keping. Harusnya kamu bisa menebak dari sejuta postingan super galau yang terposting di blog ini ya. Highlightnya, aku bisa melewati patah hati tanpa teman-teman yang sudah kenal aku dengan baik. Semua dijalani sendiri meski memang aku masih sering chat dengan orang-orang yang kenal baik denganku. Nothing beats physical presence though. Setahuku, patah hati biasa lebih mudah sembuh saat kamu bersama dengan orang-orang yang kamu kenal. Tapi aku bisa melewati periode patah hati tanpa harus bersama orang yang aku kenal secara fisik dan dalam waktu yang sama harus berjuang mendapatkan teman baru yang jelas ngga pengen tahu soal patah hatiku di pertemuan pertama.

Teman sejati
Cobalah jauh dari tempat kamu tinggal sekarang dan kamu akan melihat siapa teman sejati. We take friends for granted. Karena tho ketemu-ketemu aja. Tho ini dan itu. Jauh begini membikin aku melihat siapa sih orang-orang yang serius mau berteman denganku dan siapa yang memang hanya mau berada di sekitarku. Aku ngga bilang kalau aku banyak fans lah apa lah, tapi maksudnya yang emang beneran teman yang care about you and not about your stuffs. Jauh begini, beberapa teman aku sampai datang ke Bangkok untuk main sama aku. Menyediakan diri untuk ngobrol sama aku tiap hari. Atau saat aku ke Jakarta, banyak yang ngajak bertemu karena kangen. Aku sayang banget sama teman-temanku itu.

Mulai banyak teman lagi
It’s happening! Ke sebuah event lalu bertemu 3 grup teman! Aku senang sekali saat menyadari bahwa aku mulai punya teman-teman baru di Bangkok. Aku diajak ke bachelorrete party, birthday dinner dan hal-hal intim begitu. Tidak banyak tapi sudah mulai. Senang sekali.

Aku merasa jadi pemenang. Ternyata hidup banyak bahagianya dari pada sedihnya. Di balik kesedihan tiada tara, ada banyak kebaikan. Aku merasa jadi pemenang.

13 thoughts on “Aku Merasa Jadi Pemenang”

  1. mana ce postingan galau nya ? mana ? #bedafokus

    Dari dulu sempat berandai – andai apakah diriku bisa tinggal sendiri di luar negeri. Tantangannya sepertinya emang berat yaah.

    But yes, you are a winner.

  2. hey popon, you surely are a winner πŸ™‚
    aku sorry banget ya kok kita kayanya susah banget ketemu (sok sibuk banget akunya, i’ll find sometime soon for us to meet yah :)) take care!

  3. πŸ™‚

    Well, bisa dibilang akupun hampir bisa pahamin perasaanmu pon. Bahkan dulu waktu aku kerja di KL juga belum ada tuh yang namanya twitter. Awalnya temen-temen terdekat aku hanya sebatas temen-temen kantor, lama-kelamaan baru deh mulai bertambah satu demi satu..

    Saran aku nih ya, semua kegiatan yang sudah dan akan popon jalanin selama di luar negeri tuh mesti bener-bener bisa dinikmatin. Suatu saat, memory itu bakalan suka mendadak muncul dan ngebikin kita kangen, kapan yaa bisa ngerasain kaya gitu lagi. (mendadak galau) heauheuahuea..

    btw, segimanapun juga kamu memang pemenang pon! nikmatin sebaik-baiknya karena tidak semua orang bisa ngedapetin yang kamu dapetin. πŸ˜€

    1. Iyaaa aku bersyukur banget Nde ada Twitter, Path dan Facebook Chat (sekarang dengan stiker!). Semua jadi lebih mudah. Ngga ngebayangin kalau ga ada itu semua.

      Btw, blog ini sengaja aku bikin lebih aktif supaya bisa menjadi sarang kenangan #PuoponDiBangkok

  4. Semua yang buruk-buruk itu sebaiknya dateng diawal, pons. Karena akhirnya, kita bisa dapetin sesuatu yang indah di akhir. That’s the beauty of life!

    Tapi aku nyimak yang “hal-hal intim begitu” lho, pons… :))

  5. aku bangga padamu pon yang sudah melewati fase-fase sulit di sana. tetap semangat dan ceria ya.

    btw selama kamu di bangkok aku udah 2 kali mengunjungimu. kurang sayang apa cobak. :*

  6. Semangat terus, Popon?! Udah pertengahan tahun nih, udah jatuh cinta lagi belum? πŸ˜€ *SKSD banget ya komennya*

    Kadang suka kepengen kerja dan tinggal di luar negeri kaya kamu, tapi apalah daya, baru traveling 10 hari aja udah homesick. -_-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge