Alat Transportasi di Bangkok

Buat yang belum pernah ke Bangkok, mungkin agak sulit membayangkan bagaimana harus berpergian di kota ini. Salah satu hal yang aku sukai dari Bangkok adalah sistem transportasinya yang baik. Semua terkoneksi asal mau menyediakan waktu untuk sedikit menunggu. Apa saja alat transportasi yang bisa digunakan?

Sky Train

Kereta yang melayang di Bangkok biasa disebut dengan BTS. Singkatan dari Bangkok Mass Transit System (entahlah mengapa begitu berbeda singkatan dan kepanjangannya). Sistem transportasi ini sangat populer di antara turis karena menghubungkan berbagai lokasi belanja dan berbagai pusat keramaian Bangkok. Cara menggunakannya juga mudah.

  • Pastikan kamu sudah tahu stasiun BTS terdekat mana dengan tempat menginap atau tempat yang akan dituju.
  • Di stasiun akan terlihat mesin-mesin yang menjual tiket sekali perjalanan.
  • Di sebelah mesin-mesin itu terdapat peta jalur BTS dengan angka-angka yang menandakan harga tiket untuk sekali perjalanan.
  • Koin 10 baht dan 5 baht akan sangat berguna karena harga perjalanan biasanya kelipatan 5 baht dan mesinnya menerima 2 koin itu. Kalau tidak punya koin-koinnya, bisa tukar di kantor stasiun. Antrilah di loket, untuk tukar koin.
  • Setelah sampai di mesin, pencet tombol angka sesuai dengan harga perjalanan yang akan ditempuh. Masukkan koin. Keluarlah tiket sekali perjalanan.

Ada beberapa mesin yang canggih dan kamu tinggal pencet-pencet layar sentuhnya. Tapi jarang sekali aku lihat. Pasti ada 1 di Stasiun Siam yang adalah stasiun utama BTS.

Berikut peta BTS Bangkok :

Rute BTS : Hijau Muda dan Hijau Tua

Jalan lupa untuk antri kalau sedang ada di stasiun. Ini jenis orang yang tidak mau antri :
20130402-173019.jpg

Underground Train

Underground train atau kereta bawah tanah biasa disebut dengan MRT. Jalur-jalurnya mengarah pada beberapa lokasi keriaan namun juga daerah yang lebih residensial. Ada beberapa stasiun BTS yang berhubungan dengan stasiun MRT sehingga kamu bisa berpindah kereta apabila dibutuhkan. Salah satu stasiun MRT yang sering aku tahu adalah MRT Silom, berhubungan dengan BTS Sala Daeng dan salah satu pintu masuknya ada di depan taman Lumpini. Selain itu stasiun kereta biasa yaitu Hua Lampong, juga dihubungkan dengan MRT Hua Lampong. Jadi dari Hua Lampong kalau mau ke kota bisa menggunakan MRT. Websitenya adalah Bangkok Metro dan sedikit membingungkan karena bercampur antara bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia.

Beberapa lokasi keriaan yang aku pernah datangi dengan MRT adalah lokasi pertunjukan Siam Niramit, Queen Sirikit Convention Hall dan bioskop tempat screening festival-festival film.

Airport Train

Dari Swanabum ke kota jadi begitu mudah! Tinggal naik airport link, tidak kena macet. Semua kereta bandara akan berakhir di Phaya Thai. Di Phaya Thai, tinggal pindah ke BTS dan menujulah ke lokasi tempat kamu tinggal selama di Bangkok. Sungguh mudah. Sepanjang pengetahuanku, biayanya 70 baht dan 90 baht. Lebih murah kalau kamu beli tiket bolak-balik, yang mana tiket baliknya bisa digunakan kapan saja. Coba cek di websitenya untuk informasi lebih lanjut.

Normal Train

Jalan-jalan ke Khao Yai dan Hua Hin dengan kereta sangat menyenangkan. Tiket bisa dibeli online dan stasiun Hua Lampong di Bangkok sangat mudah dimengerti. Sayangnya, kereta berjalan lambat. Misalnya di jadwal tertulis 1 jam, pastikan kamu siap untuk 2 jam perjalanan. Tapi naik kereta kan senang, bisa sambil menyanyi. Aku terbantu sekali dengan situs dari mas Seat 61 ini.

Bus Rapid

Bus cepat atau BRT ini adalah jenis transportasi yang tidak pernah aku pakai. Padahal BRT memiliki koneksi dengan BTS Chong Nonsi.

Bus Biasa

Bus di Thailand sudah memiliki nomor-nomor dan berhenti di halte yang disediakan. Tidak sulit untuk mempelajari jalur-jalurnya dan mencari informasinya di internet. Bahkan sudah ada list nomor bus yang melintasi daerah-daerah turis, seperti di website resminya. Di Wikipedia juga ada list nomor dan rute bus di Bangkok tapi aku kesulitan mempelajarinya ๐Ÿ˜›

Menariknya, bus di Bangkok ada yang gratisan. Baru saja 31 Maret 2013, diputuskan bahwa bus gratisan akan diperpanjang sampai 30 September 2013 oleh pemerintah. Bagaimana cara mengenali bus gratisan? Mudah sekali!

  • Tatap muka si bus dengan seksama.
  • Lihat keberadaan tulisan Thai putih di atas cat biru.
  • Yak! Itulah bus gratisannya.

Ini dia tampak depan dari bus gratisan :
20130412-091849.jpg

Aku sudah pernah menaiki bus gratisan ini dan dilayani dengan sangat baik oleh kondekturnya.

Minivan

Aku pernah menceritakan bahwa Minivan di Bangkok ini jadi salah satu penghubung antar kotanya. Kalau di Bangkok, mangkalnya di Victory Monument. Sewaktu kemarin ke Ko Samet, aku pun naik minivan. Naik minivan begitu mudah dan biayanya sudah fixed.

Tuk-Tuk

Oh, moda transportasi yang satu ini sungguh sangat turis sekali. Harganya pun menjadi harga turis. Kalau kamu hanya ingin merasakan naik tuk-tuk, moda transportasi yang ini boleh juga dicoba. Hanya saja, harga naik tuk-tuk dengan harga naik taksi pakai argo, biasanya lebih mahal naik tuk-tuk. Apalagi kalau tidak bisa bahasa Thailand, semakin sulit meminta harga masuk akal.

Taxi

Selalu beritahukan kepada supir taksi alamat yang akan dituju sebelum menaiki taksi. Pastikan kamu punya kartu alamat dari tempat menginap. Lalu pastikan bahwa supir taksinya akan menggunakan argo. Cara bertanya soal argo adalah “meter?” Taksi di Bangkok sangat murah apabila dibandingkan dengan Jakarta. Mungkin karena terlalu murah ini jadi si supir taksi ingin mengambil untung sebesar-besarnya. Wajar sih.

Awal-awal aku tinggal di Bangkok, aku stres sekali berurusan dengan supir taksi ini. Sering kali menangis di pinggir jalan karena supir taksinya ribet dan ngga ngerti-ngerti aku mau kemana. Untung setelah cukup lama, sudah agak menguasai beberapa kata untuk survive. Seperti, TONG PAI untuk lurus terus, LIAU KWA untuk belok kanan dan LIAU SAI untuk belok kiri. Supir taksi biasanya senang sekali kalau aku mengucapkan kata-kata itu. Hahaha.

Motorbike Taxi atau Ojek

Cukup 10 baht saja apabila kamu naik ojek dan jalannya lurus saja. 20 baht kalau belok sekali. Berikut caraku mengetahui berapa harus membayar ojek di Bangkok.

Rental Sepeda

Ada sebuah perusahaan rental sepeda komunitas di depan Siam Paragon. Jadi kamu bayar di stasiun sepedanya lalu bisa menggunakannya untuk sekian jam lalu dikembalikan lagi ke stasiun-stasiun yang ada. Namun aku belum melihat stasiun-stasiun lain di sekitar Bangkok. Bersepeda di Bangkok cukup aman asal kamu pergi ke lokasi di kota tua, seperti daerah Istana dan sekitarnya. Di pusat belanja dan bisnis, sepedaan cukup bikin capek karena kendaraan di Bangkok tidak dilatih untuk berhenti saat ada kendaraan lain atau pesepeda atau bahkan pejalan kaki melintas.

Kapal

Nah cara berpergian yang ini cukup beda dengan cara berpergian yang sudah aku jelaskan di atas. Mungkin karena tidak terbiasa berpergian dengan cara ini di dalam kota. Biasanya di daerah kota tua, kapal-kapal ini berguna sekali. Orang Bangkok pun nampaknya sudah biasa berpergian dengan kapal. Kapal yang besar ada di Chao Praya River. Tapi ada juga kapal-kapal di kanal yang dibuat di dalam kota Bangkok.

9 thoughts on “Alat Transportasi di Bangkok”

  1. Waaah makasih banget kak. Posting yg ini useful banget. Oya kak, waktu pertama kk nyampe di Bangkok, susah ngga buat kk? Ya kaya bingung atau gimanaa gitu kak.

  2. hai sis maret ini mau ke bangkok tp kepikiran kalo nyasar gmn. kalo naik taksi biar ga diputer2in gmn ya? soalnya kan sering bgt diputer2in tuh biar argonya mahal kalo di indo.

  3. hmmm gitu ya. denger2 thai lion air itu tiketnya lumayan murah ya? klo murah mending ga jd via darat aja drpd dari kL ke bangkok naik bus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge