PROMO UBER: GRATIS IDR 75,000 Promo Code UBERBALIGRATIS

Di Jakarta ini, segala usaha agar bisa hemat tapi nyaman harus dilakukan. Salah satunya dengan mencari kode gratisan sebanyak-banyaknya. Serta menyebarkan kode sebanyak-banyaknya. Sama senangnya. Pemberi mendapat kredit, yang diberi juga mendapat kredit. 

Nah, buat kamu yang ingin naik mobil enak tapi harganya lebih murah dari pada taksi, cobalah UBER. Tersedia di Jakarta dan baru-baru ini ada di Bali. Ngga lama lagi juga akan ada di SURABAYA.

Dengan kode UBERBALIGRATIS, kamu akan mendapatkan 75,000 rupiah secara otomatis dan bisa langsung dipakai untuk naik UBER. Jadi bisa naik UBER gratis!

Contoh harga UBER dari ITC Fatmawati ke Wijaya 1, kenanya 17,000 rupiah saja. Kalau naik taksi biasa bisa 30,000 rupiah lebih. UBER bisa menghemat sekitar 50% dari pengeluaran transportasi kamu di kota Jakarta.

Oh iya, Uber ngga bisa jemput di tengah laut gitu, itu cuma GPS si bapaknya error jadi kesannya si Uber lagi loncat ke tengah laut. Hihihi.

Buah Kemang

Pertama kalinya berjumpa dengan BUAH KEMANG.

Kata Wikipedia:
Kemang adalah pohon buah sejenis mangga dengan bau yang harum menusuk dan rasa yang masam manis. Pohon ini berkerabat dekat dan seringkali dianggap sama dengan b injai. Akan tetapi beberapa pakar menyarankan untuk memisahkannya dalam jenis tersendiri, Mangifera kemanga.

Kemang juga dikenal dengan nama lain seperti palong (bahasa Kutai, Kaltim).

Terkenal

Topik ini nampaknya makin menarik akhir-akhir ini. Semua orang ingin jadi terkenal. Tentunya dengan cara instan. Meski instan caranya, diharapkan terkenalnya lama. Nah ini kemudian membingungkan. Tapi ya apa salah?

Pertanyaan pertama, mengapa ingin terkenal?

Banyak orang terkenal, awalnya tidak bermaksud terkenal. Misalnya Einstein. Dia hanya ingin memecahkan misteri lewat ilmu. Atau seperti Van Gogh. Dia hanya ingin melukis. 

Well, bisa juga sih sebenernya mereka hanya ingin terkenal… Hanya saja, effort untuk mereka jadi terkenal begitu besar. Hal yang sangat asing bagi generasi sekarang. Generasiku. 

Effort menghabiskan waktu berjam-jam di lab atau memandangi campuran cat. Mengapa harus berjam-jam membaca literatur kalau ada Wikipedia? 

Pertanyaan kedua, memangnya setelah terkenal mau apa?

Kegelisahan ingin tenar ini sering kali membingungkan. Loh kalau sudah tenar dan terkenal, apakah kemudian mendadak dunia ini jadi adil dan semua orang hidup sejahtera? Nampaknya memang bukan hal seperti ini yang diinginkan oleh mereka yang sibuk ingin terkenal.

Tapi ya mungkin memang inginnya jadi pusat perhatian saja. Seperti aku. Semua teman yang tahu dan bercengkrama denganku, sadar betul betapa aku ingin terkenal dan jadi pusat perhatian. Hanya saja, tidak banyak yang kenal denganku dan tahu bahwa keinginan terkenal itu hanyalah ekspresi nyinyir.

Pertanyaan ketiga, memang bisa terkenal hanya dengan cari perhatian di media sosial?

Bisa. Bisa. Bisa.

Tapi ya hanya jadi noise. Jadi keributan tak berarti. Tidak ada sumbangsihnya. Memang harus diakui, banyak sekali orang yang suka pada noise. Karena tidak perlu banyak berpikir, tinggal telan dan kenyang. Sayang sekali, banyak noise yang bukannya bikin sehat malah bikin sakit-sakitan.

Pertanyaan keempat, benarkah itu yang diinginkan?

Bisa jadi iya. Bisa saja tidak, kemudian merasa malu dan mengubah hidup.

Hmmm lalu bagaimana?

Sama seperti banyak brand yang mengejar engagement, orang yang mengejar ketenaran dengan serius memikirkan apa yang akan dipost. Apa yang akan ditulis. Apa yang akan diapakan. 

Menurutku pribadi, ketertarikan akan tercipta saat yang dikejar INVOLVEMENT, bukan sekadar ENGAGEMENT. 

  1. Pilih topik yang memang secara pribadi kamu peduli dan sangat terlibat di dalamnya.
  2. Menarik orang untuk peduli pada sebuah topik.
  3. Membuat mereka mengetahui dengan betul topik tersebut.
  4. Memperlihatkan nilai yang akan didapatkan apabila seseorang tertarik dengan topik tersebut.
  5. Mengajak mereka untuk turut menjadi bagian dari topik tersebut.

Orang pun tertarik. Persona jadi terkenal atau brand mendapat pengikut. Persona atau brand pun jadi berusaha keras agar dialog-dialog yang terjadi dapat menghasilkan pemutakhiran.

Apakah kamu tahu persona atau brand yang sudah melakukan ini?

Resep: Sambal Matah Kecombrang

Kecombrang, sebuah bunga yang lagi trendy jadi campuran makanan di resto mahal. Di beberapa daerah di Indonesia, namanya berbeda-beda. Misalnya Rias untuk orang Batak, Kecicang kalau di Bali, Kincung kalau di Medan dan Honce. Begini bentuk kecombrang yang ditemukan Mpok Ijah di pasar sebelah:

Kecombrang langsing

Kecombrang punya rasa yang cukup unik. Ada rasa asam saat digigit tapi tidak terlalu asam jadi pas sekali untuk campuran sambal matah.  Keunikan kecombrang ada pada wanginya yang semerbak. Menarik sekali ketika sudah dicampurkan dalam makanan. Istilahnya memberikan pengalaman tidak hanya di lidah tapi juga di hidung. Hihihi. Jadi bagaimana cara buat sambal matah kecombrang?

Continue reading Resep: Sambal Matah Kecombrang

Pengalaman Pertama Weaving Bersama Living Loving

Betapa menyenangkannya kumpul-kumpul bersama orang-orang yang sama-sama suka melakukan suatu hal yang sama. Hari Minggu, 1 Maret 2015 kemarin, aku belajar skill baru yaitu skill menenun atau weaving. Bersama Living Loving dalam sesi #LLafternoondelight #LLweaving 😀

Rupanya membuat tenunan itu tidak mudah. Apalagi kalau benang yang dipakai benang kecil-kecil. Membutuhkan kesabaran luar biasa dan logika yang jalan. Kemarin aku weaving dengan logika berantakan jadi ukuran segitiganya salah. Hahaha. Tapi rupanya tidak ada masalah, setelah ditenun sampai atas, lucu-lucu aja. Continue reading Pengalaman Pertama Weaving Bersama Living Loving

Resep: Babi Tinoransak (Tinorangsak)

Hari ini ingin berbagi resep masak Babi Tinoransak atau tinorangsak. Ini adalah masakan manado yang sangat aku sukai karena tidak terlalu banyak bumbunya. Aku juga senang karena kemarin Philips Indonesia mengirimkan sebuah food processor. Pas banget jadi bisa mencoba food processor untuk memasak Babi Tinoransak ini.

Penampakan Food Processor dari Philips:

Philips Food Processor

Continue reading Resep: Babi Tinoransak (Tinorangsak)

Belanja Online di Indonesia

Dimanakah kamu biasanya berbelanja online? Pertanyaan ini terlintas di kepalaku saat sedang membaca-baca blog di luar negeri. Biasanya mereka dengan santai memberikan link ke Amazon, Nordstorm, Sephora dan toko online lokal. Sementara aku yang tertarik untuk membeli barang yang mereka sarankan, hanya bisa gigit jari. Bea cukai Indonesia terlalu kejam dalam memberi cukai! Selain itu, aku punya kriteria yang membuatku merasa senang berbelanja online. Continue reading Belanja Online di Indonesia

Resep: Fusilli Schotel atau Fusilli Casserole

Pembelian Fusilli di sebuah supermarket membuatku ingin membuat Makaroni Schotel. Namun karena adanya fusilli maka jadilah ini Fusilli Schotel. Tahukah kalian bahwa di luar Indonesia nama makanan ini adalah Macaroni Casserole (atau fusilli casserole dalam kasusku). Jadi namanya macaroni schotel ini hanya berlaku di Indonesia. Lucu banget, kita punya makanan a la bule yang punya nama khusus Indonesia. Berikut resep yang bisa dicoba:
Continue reading Resep: Fusilli Schotel atau Fusilli Casserole

Resep: Banana Bread with Walnut

Jadi kemarin malam aku memutuskan membuat Banana Bread setelah melewati macetnya Jakarta yang kian jahanam. Mengapa? Karena memasak itu bentuk terapi menghilangkan kesumpekan. Nah, kemarin aku sempat membuat Banana Bread tapi kurang endeeeusssh, rupanya karena tidak diberi yogurt. Dengan tambahan yogurt, Banana Breadnya jadi moist dan endeeeussshh tentunya. Berikut resepnya bagi yang ingin mencoba membuat: Continue reading Resep: Banana Bread with Walnut