Terkenal

Topik ini nampaknya makin menarik akhir-akhir ini. Semua orang ingin jadi terkenal. Tentunya dengan cara instan. Meski instan caranya, diharapkan terkenalnya lama. Nah ini kemudian membingungkan. Tapi ya apa salah?

Pertanyaan pertama, mengapa ingin terkenal?

Banyak orang terkenal, awalnya tidak bermaksud terkenal. Misalnya Einstein. Dia hanya ingin memecahkan misteri lewat ilmu. Atau seperti Van Gogh. Dia hanya ingin melukis. 

Well, bisa juga sih sebenernya mereka hanya ingin terkenal… Hanya saja, effort untuk mereka jadi terkenal begitu besar. Hal yang sangat asing bagi generasi sekarang. Generasiku. 

Effort menghabiskan waktu berjam-jam di lab atau memandangi campuran cat. Mengapa harus berjam-jam membaca literatur kalau ada Wikipedia? 

Pertanyaan kedua, memangnya setelah terkenal mau apa?

Kegelisahan ingin tenar ini sering kali membingungkan. Loh kalau sudah tenar dan terkenal, apakah kemudian mendadak dunia ini jadi adil dan semua orang hidup sejahtera? Nampaknya memang bukan hal seperti ini yang diinginkan oleh mereka yang sibuk ingin terkenal.

Tapi ya mungkin memang inginnya jadi pusat perhatian saja. Seperti aku. Semua teman yang tahu dan bercengkrama denganku, sadar betul betapa aku ingin terkenal dan jadi pusat perhatian. Hanya saja, tidak banyak yang kenal denganku dan tahu bahwa keinginan terkenal itu hanyalah ekspresi nyinyir.

Pertanyaan ketiga, memang bisa terkenal hanya dengan cari perhatian di media sosial?

Bisa. Bisa. Bisa.

Tapi ya hanya jadi noise. Jadi keributan tak berarti. Tidak ada sumbangsihnya. Memang harus diakui, banyak sekali orang yang suka pada noise. Karena tidak perlu banyak berpikir, tinggal telan dan kenyang. Sayang sekali, banyak noise yang bukannya bikin sehat malah bikin sakit-sakitan.

Pertanyaan keempat, benarkah itu yang diinginkan?

Bisa jadi iya. Bisa saja tidak, kemudian merasa malu dan mengubah hidup.

Hmmm lalu bagaimana?

Sama seperti banyak brand yang mengejar engagement, orang yang mengejar ketenaran dengan serius memikirkan apa yang akan dipost. Apa yang akan ditulis. Apa yang akan diapakan. 

Menurutku pribadi, ketertarikan akan tercipta saat yang dikejar INVOLVEMENT, bukan sekadar ENGAGEMENT. 

  1. Pilih topik yang memang secara pribadi kamu peduli dan sangat terlibat di dalamnya.
  2. Menarik orang untuk peduli pada sebuah topik.
  3. Membuat mereka mengetahui dengan betul topik tersebut.
  4. Memperlihatkan nilai yang akan didapatkan apabila seseorang tertarik dengan topik tersebut.
  5. Mengajak mereka untuk turut menjadi bagian dari topik tersebut.

Orang pun tertarik. Persona jadi terkenal atau brand mendapat pengikut. Persona atau brand pun jadi berusaha keras agar dialog-dialog yang terjadi dapat menghasilkan pemutakhiran.

Apakah kamu tahu persona atau brand yang sudah melakukan ini?

Generasi Piring Plastik

“Similarly, the two are quick to fall back on the idea that “it just isn’t working.” While there are cases where two people are inherently incompatible, ours is a generation that prefers to replace our relationships rather than fix them. Between our high expectations and plenty-more-fish-in-the-sea mentality, we are too quick to move on from a relationship if we are not on exactly the same page from the get-go, or if we encounter periods of significant difficulty. Any long-term couple has weathered uncertainty, annoyance, confused feelings, and misunderstandings. Endurance and patience are infinitely more valuable to a relationship than the ability to cut and run. “

~ Farah Mohammed in Policymic

Masih tentang project #40DaysOfDating yang sepertinya saya suka sekali sampai sering banget dibahas. Di akhirnya, Jessica dan Timothy memutuskan untuk mengakhiri. Keduanya memang sering sekali menyebutkan bahwa deadline 40 hari itu memberikan tekanan.

Pada saat Miss Lai Lai berbagi tulisan ini, aku langsung merasa tulisan dari Farah Mohammed ini begitu benar. Generasi Plastik. Generasi yang sukanya sekali pakai langsung buang. Ngga mau repot-repot cuci piring atau gelas sehingga lebih baik beli piring dan gelas plastik untuk pesta di rumah. Padahal piring dan gelas bukan dari plastik punya keindahan dan keanggunannya sendiri. Beda manusia memang beda cara memahami ini semua. Ingatlah bahwa kritik ini berlaku buatku juga.

TV, Ada dan Tiada

Sejak pindah ke Bangkok, aku memutuskan untuk tidak berlangganan cable TV dan kemudian sekalian tidak punya TV. Awalnya merasa cukup takut dengan keputusan ini karena aku merasa tidak mau ketinggalan serial di TLC atau Food Network. TV pun aku bawa dari Indonesia tapi tidak terpakai dan akhirnya dibawa pulang lagi oleh Ibuku.
Continue reading TV, Ada dan Tiada

Marilyn Monroe Quotes

Dalam rangka kembali suka dengan Tumblr, maka aku terekspos berbagai quotes Marilyn Monroe. Sudah lama tapi baru sekarang mencoba membuat sebuah foto yang diberi tulisan quotes Marilyn Monroe.

20130512-093023.jpg

Marilyn punya banyak quotes menarik. Salah satu yang paling aku suka adalah

“I’m selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can’t handle me at my worst, then you sure as hell don’t deserve me at my best.
― Marilyn Monroe

Masih ada banyak quotes lain dari Monroe yang bisa kamu explore di GoodReads 🙂

Bangkok, Setelah 8 Bulan

Tidak terasa sudah 8 bulan aku tinggal di negeri orang, Thailand. Aku pikir aku tidak akan pernah bisa melewati 6 bulan dan dengan cepat akan lari terbirit-birit kembali ke Indonesia. Rupanya aku terlalu cepat merendahkan diriku. Ada banyak pelajaran hidup yang aku dapat dengan tinggal di Bangkok. Continue reading Bangkok, Setelah 8 Bulan

Menjelang Valentine

Membaca tulisan ini di status update @beradadisini

Have you ever been in love? Horrible isn’t it? It makes you so vulnerable. It opens your chest and it opens up your heart and it means that someone can get inside you and mess you up. You build up all these defenses, you build up a whole suit of armor, so that nothing can hurt you, then one stupid person, no different from any other stupid person, wanders into your stupid life… You give them a piece of you. They didn’t ask for it. They did something dumb one day, like kiss you or smile at you, and then your life isn’t your own anymore. Love takes hostages. It gets inside you. It eats you out and leaves you crying in the darkness, so simple a phrase like ‘maybe we should be just friends’ turns into a glass splinter working its way into your heart. It hurts. Not just in the imagination. Not just in the mind. It’s a soul-hurt, a real gets-inside-you-and-rips-you-apart pain. I hate love.”
–something to start February by Neil Gaiman 😀

Lalu hari ini aku sedang mempersiapkan konten-konten yang berhubungan dengan Valentine’s Day. Ternyata sulit sekali berpikir hal-hal indah tentang cinta saat hati sedang tidak pada posisi yang nyaman untuk mengeksplorasi tema cinta.

Menjelang Valentine’s Day kali ini, yang bisa aku pikirkan hanyalah, “Mengapa?”