Mengenai Anak Muda dan Wakil Gubernur Jakarta yang Baru Terpilih

Judul yang panjang tapi demikianlah postingan ini diharapkan. Aku jelas bukan siapa-siapa. Aku hanya prihatin dengan tren yang terjadi.

Sebenarnya kehadiran Ahok di pemerintahan Jakarta sungguh sangat membebaskan aku. Karena Ahok ini Kristen dan Cina, sebuah kombinasi yang nampak mustahil ada di pemerintahan. Supaya lebih jelas dan tidak ada yang menuduh macam-macam, aku cina dan aku Kristen. Bayangkan, di kota yang FPI begitu kuat dan heboh menentang segala maca, ada Wakil Gubernur yang Cina dan Kristen. Semacam mujizat dan aku bersyukur karena dengan begini, kita tahu bahwa masyarakat memang memilih bukan berdasar ras dan agama.

Aku juga melihat pemimpin Jakarta yang sekarang memang berniat baik dan bekerja sebaik mungkin. Media massa juga dengan cakepnya membantu mereka memperlihatkan kerja-kerja mereka. Apalagi Jokowi ini mirip Obama, media darling banget, media senang sekali memuji dan mengelu-elukan dia. Jadi adanya Ahok pun ngga menghalangi Jokowi jadi orang nomor 1 di Jakarta.

Sepertinya porsi tugasnya dibagi menjadi; Jokowi untuk masalah luar dan Ahok masalah dalam. Kalau dilihat dari berita-berita ya. Ahok pun punya masa lalu yang baik, bukan orang baru di pemerintahan dan juga berjuang dari bawah untuk ada di posisi sekarang.

Tapi menurutku, tidak ada yang benar-benar bersih di pemerintahan.

Bukannya mendoakan mereka berkinerja buruk, namun aku yakin ada hal-hal yang terlewat atau tidak terperhatikan dengan baik. Lalu kita lupa bahwa mereka tetap perlu diawasi. Ingat manajemen ekspektasi. Selama ini, tidak ada presiden atau gubernur yang tidak mengecewakan kita. Selalu pada akhirnya kita berbalik menusuk mereka padahal awalnya mengelu-elukan. Sebuah tindakan yang tidak adab dan menunjukkan kekurangan kita sebagai manusia.

Aku pikir, wajar sekali kalau kemudian kita menaruh begitu banyak harapan kepada Jokowi dan kemudian Ahok. Terutama anak muda. Karena anak muda selalu punya gemuruh berlebihan ketika berhadapan dengan perubahan. Sudah menjadi karakter anak muda yang ingin bebas dari ini itu. Mungkin karena waktu masih kecil aturan begitu banyak dan orang tua sering bilang, “Nanti kalau sudah besar, boleh (isi dengan hal-hal yang biasa dilarang waktu kecil)”.

Sayangnya, saking seringnya anak kecil dilarang, saat mereka merasa sudah besar, keinginan melakukan ini itu jadi lebih besar. Lalu lupa mengendalikan diri. Jadilah berontak terhadap hal-hal yang sebenarnya baik dan tidak ada salahnya untuk dilakukan. Misalnya, tidak ada salahnya membereskan kamar setiap hari. Karena beberes kamar tiap hari itu membuat kita tidak perlu melakukan beberes kamar sampai berjam-jam setiap weekend. Weekend jadi habis untuk beres-beres. Tapi sebagai anak muda yang penuh semangat, semangat memberantakan kamar juga tinggi dan nasehat Ibu untuk beres-beres tidak lah diindahkan. Lalu sakit karena kamarnya kotor. Salah sendiri kan.

Nah kembali ke Ahok yang nampaknya sangat bersemangat membawa perubahan. Anak muda senang, orang tua pun senang. Apalagi Jakarta sekarang punya channel YouTube. Memperlihatkan berbagai hal positif yang dilakukan pemerintah. Sungguh sangat maju dan tepat sekali kalau ingin merangkul generasi internet 😉

Cuma begini ya, menurutku ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh kita semua dalam rangka hal-hal baik yang bisa terjadi :

  • Ngga semua hal bisa dishare di social media. Termasuk ngga semua rapat bisa direkam dan dishare di Youtube Pemprov DKI Jakarta. Sepertinya tim penerangan pemerintah cukup aware dan semoga memang ga semua rekaman dishare.
  • Ngga selamanya bermain gadget kalau ada orang yang bicara denganmu itu keren. Mengingat begitu banyak orang yang jadi marah kepada Peter F Gontha karena tulisannya di Jakarta Globe. Perhatikan maksud tulisannya. Lalu jangan lupa cek movement Stop Phubbing. FYI : Phubbing: snubbing someone in favour of your mobile phone. We’ve all done it: when a conversation gets boring, the urge to check out an interesting person’s twitter/ Facebook/ Youtube/ Pinterest/whatever feed can be overwhelming.
  • Orang tua menganggap Ahok caper? Wajar karena orang tua ngga terbiasa dengan gaya kepemimpinan yang banyak sharing ke media, termasuk media sosial. Jadi jangan memusuhi orang tua tapi bantu mereka mengerti bahwa ini eranya keterbukaan. Banyak kok orang tua yang menganggap gaya kepemimpinan ini baik. Cuma mungkin media massa malas memuat karena kurang kontroversial.

Pada akhirnya, ini menjadi masalah kita harus bisa memilah. Bagaimana sih harus bersikap dan memanajemeni ekspektasi. Jangan lalu menjadi kecewa suatu hari nanti dan marah-marah sendiri. Sama seperti hubungan, pasti ada sisi buruk dari pasangan kamu jadi mesti siap kalau suatu hari sisi buruknya keluar.

Mari lebih berimbang. Cintai secukupnya. Kurangi cinta buta.

 

Catatan Pinggir Perjalanan ke Dieng

Postingan ini sudah direncanakan untuk dibuat dan memang akan dibuat khusus untuk catatan siapa saja yang ingin mengadakan acara dengan peserta berjumlah banyak. 

Disclaimer : Saya bayar biaya perjalanan sebesar 850.000 ribu jadi saya bukan “ngomel padahal dapat trip gratisan” ya

Setelah melewati Senin yang penuh dengan deadline kritis dan meeting panjang. Maka sempatlah diriku menulis tentang trip ke Dieng selama 3 hari kemarin. Aku cukup sering mengadakan perjalanan ke luar kota bersama teman-teman di organisasi kemahasiswaan mau pun organisasi sekolah dulu. Pengalaman di masa kuliah lebih relevan untuk dibandingkan dengan pengalaman yang baru saja terjadi. Aku bukan menjadi peserta namun juga menjadi panitia dan ini bukan tipe acara yang dilakukan di dalam ruangan.

Mengutip kata temanku : “Banyak orang Indonesia yang tidak dapat membedakan RIGHTS and PERKS.” Hak adalah hak dan bonus adalah bonus. Hak dan bonus jangan dicampur, karena hak akan didapatkan setelah kita menyelesaikan kewajiban kita dan bonus adalah hal yang bisa didapat dan bisa engga didapat.

Beberapa hal yang dapat diperbaiki dari perjalanan ke Dieng kemarin :

Kelancaran Informasi

Rights : Peserta mendapatkan informasi paling terkini mengenai perjalanan dan event

Perks yang didapat :

  • Pemandangan yang indah selama di perjalanan
  • Teman seperjalanan yang sangat menyenangkan! Bus Semeru betapa indahnya kamu!

Kenyataan :

  • Panitia menyatakan bahwa kami akan berada di Penginapan Bu Jono pada 8 pagi namun kenyataannya kami sampai di lokasi pada 6 sore. Menurut teman-temanku, perjalanan Jakarta – Dieng memang 17 jam. Apabila ditambahkan 5 jam kemacetan Nagreg maka 22 jam di jalan adalah benar. Sayangnya hal ini tidak diinformasikan oleh panitia dari awal dan selama perjalanan tidak ada penjelasan berarti mengenai keterlambatan yang sangat parah.
  • Kakiku bengkak karena terlipat selama perjalanan (tapi ini ya sudah lah ya, gw juga ga stretching-stretching).

Kaki Yang Bengkak – Katanya Kaya Ubi

  • Bersyukur karena teman seperjalanan semua menyenangkan dan mendapat guide panitia yang menyenangkan sekali! Aku mendapatkan hadiah kaos karena telah menari India dengan semangatnya.
  • Guide di bus memberi tahukan soal pemindahan acara Sabtu siang menjadi Minggu siang.
  • Pada malam hari, terdapat sekelompok warga yang marah karena dinyalakan api unggu di lokasi perkemahan. Hal ini tidak dijelaskan dengan baik oleh panitia kepada peserta. Padahal saat itu warga berdiri di atas dan meneriaki kami. Teriakan yang isinya mengenai api unggun yang harus dimatikan. Aku teringat saat mengadakan acara-acara bersama teman kuliah, hal paling utama ketika meminjam fasilitas warga adalah memberitahukan kepada warga kegiatan yang akan dilakukan dan bertanya adat-istiadat warga sekitar.

Itikad Baik

Rights : Peserta mendapatkan atensi penuh dari panitia

Perks :

  • Peserta yang membawa snack berlebihan sehingga tagline “Berbagi Itu Indah” menjadi sangat populer :p
  • Peserta yang menanyakan dengan baik-baik soal waktu makan dan minum serta arah yang akan dilalui

Kenyataan :

  • Peserta tidak diberi air minum.
  • Peserta tidak ditanya apakah butuh berhenti untuk makan (terjadi pada perjalanan pulangku)
  • Makan dan minum selama di perjalanan ditanggung oleh peserta. Apabila ada peserta yang dibayari makan siang di perjalanan pulang, tidak demikian dengan bus yang berangkat 8 pagi.
  • Panitia yang di bus berangkat 8 pagi ketika diajak berdiskusi mengenai makan siang dan malam, memberikan candaan yang kurang pantas dan sekali lagi tidak ada informasi yang lebih jelas mengenai konsumsi selama perjalanan pulang.
  • Dalam perjalanan terdapat beberapa orang yang menanyakan mengenai penggunaan uang 850.000 kepada penyelenggara melalui Twitter dan telepon kepada panitia. Hingga saat ini, kami masih belum mendapatkan kejelasan mengenai hal ini.
  • Aku hanya berharap panitia menanyakan apakah di perjalanan ada yang membutuhkan makanan atau obat mengingat perjalanan yang tidak singkat. Hal ini tentu dapat menunjukkan itikad baik.

Note : Harusnya peserta mendapatkan 4 kali makan, aku hanya mendapatkan 2 kali makan yaitu pada saat makan malam dan makan pagi.

Solusi Terbaik

Rights : Peserta mendapatkan solusi untuk setiap masalah yang dialami

Perks :

  • Antar peserta yang saling menolong
  • Supir bus yang sangat baik meski pun sudah kelelahan
  • Peserta yang saling menghibur diri

Kenyataan :

  • Karena khawatir tidak dapat mencapai Jakarta pada jam yang dijanjikan panitia (10 malam di hari Minggu) maka beberapa orang menyuarakan kepada panitia untuk dicarikan solusi. Apabila perlu, langsung kembali lagi ke Jakarta. Selesai Float manggung, aku maju ke panggung untuk menanyakan soal kepulangan ke Jakarta. Di sana kembali menanyakan kepada panitia soal solusi dan masih belum ada solusi pasti. Akhirnya diusulkan untuk mengirim 1 bus untuk kembali setelah makan pagi apabila terkumpul cukup banyak orang dan terdapat 29 orang yang terkumpul untuk pulang lebih awal. Penulisan nama peserta dilakukan olehku  karena tidak ada panitia yang berinisiatif mencatat nama-nama 29 peserta ini.
  • Bukan masalah jenis bus macam apa yang aku minta untuk perjalanan kembali dari Dieng namun panitia yang lebih ramah dan dapat diajak diskusi serta mengerti jalan. (FYI, kami diberi bus yang paling bagus untuk kembali ke Jakarta).
  • Perjalanan pulang seperti hukuman karena panitia kembali tidak mengenal medan dan membuat kami terputar-putar di jalanan. Namun akhirnya panitia menyewa seorang tukang ojek yang membawa kami ke jalur pantura di Comal. Meski pun sempat dilontarkan oleh panitia sebuah kalimat, “Sudahlah, sekali-kali percaya pada pribumi.”. Sungguh aku tidak mengerti mengapa harus terucap kata-kata seperti itu. Bukan masalah pribumi atau pun bukan pribumi dan aku sendiri tidak setuju adanya istilah pribumi karena setiap orang yang hidup di Indonesia adalah warga negara Indonesia dan tidak peduli rasnya, dia adalah orang Indonesia. Untuk kalimat tersebut, secara pribadi aku sangat sakit hati.

 

Beberapa catatan di atas masih tercampur dengan emosi dan kemarahanku, namun sangat perlu diperjelas bahwa aku hanya ingin menuntut hak dasar yaitu makan, minum, informasi yang jelas dan ketepatan janji.

Sebenernya aku sedih sekali karena di twitter aku membaca beberapa tweet yang seakan menunjukkan kalau aku tidak fleksibel dan manja karena meminta pulang jam 8 pagi padahal masih ada beberapa acara hingga 1 siang. Sedih karena pilihanku untuk tidak terlalu lelah saat menyelesaikan tanggung jawab di kantor dianggap keputusan yang manja. Terutama karena pada hari ini ada banyak pekerjaan dan meeting yang harus diselesaikan.

Ada yang berpendapat bahwa seharusnya dari awal aku tidak usah ikut event ini karena terlalu mepet jadwal pulangnya ke Jakarta. Sejujurnya, aku mungkin bodoh karena tidak cek dengan benar durasi perjalanan sebenarnya dari Jakarta ke Dieng atau Dieng ke Jakarta adalah 17 jam. Tapi aku pikir ini merupakan tanggung jawab panitia untuk melakukan survey lokasi termasuk dengan survey timing. Selain itu, aku mau pergi ke event ini dengan bayangan sampai Jakarta tengah malam (maksimal delay dan ini ikut semua acara bukan pulang duluan ya).

Aku pernah pergi dalam rombongan dalam keadaan menjadi peserta mau pun panitia. Hal-hal seperti di atas dapat dihindari apabila terdapat perencanaan yang baik.

Semoga postingan ini dapat berguna untuk siapa pun yang akan mengadakan event ke luar kota dan membawa rombongan.

Foto-Foto Kehidupan Sehari-Hari

Sudah lama tidak menulis di blog ini, semoga debunya tidak menggunung *kibas-kibas sulak*

Aku sedang senang melihat foto-foto yang sedang diposting oleh teman-teman onlineku. Di Instagram, di Path dan di Facebook. Mungkin karena teman-temanku ini adalah orang-orang kreatif yang juga budak ahensi jadi aku mulai melihat teman-temanku ini lebih banyak menggambar atau memfoto dibanding dengan menulis status. Sepertinya tarikan visual menjadi lebih menarik dari pada sekadar kata-kata.

Misalnya ada Alfa, yang sering sekali publish doodlenya. Dimulai dari makanannya sampai pada percobaan-percobaan doodle dia. Kemudian doodle ini digabung dalam sebuah blog berjudul “365 doodling”.

Lalu ada Pinot dan Ditut yang sudah tersohor dari dahulu sebagai pasangan yang suka foto dan gambar dan juga cake decorating yang menurutku masih berhubungan dengan gambar tapi di bahan kueh. Aku kemarin membeli casing iPhone 4 dari Pinot di Society6, dengan gambar cat airnya. Ditut pun baru saja membuka toko Society6nya sendiri. Sayangnya ini toko agak rempong kalau mau beli dan kirim ke Indonesia karena harus lewat si anuh dan si anuh.

Ada juga Hanny yang sering memfoto lokasi dimana dia berada atau hal-hal yang membuatnya gembira. Aku iri dengan lokasi yang sudah dia datangi, suatu saat akan kususul! Hohohoho. Look at her beautiful blog!

Lalu Nanath yang sejak perkenalan pertama, sudah nampak kalau dia suka foto dan hasil fotonya bagus-bagus. Di Facebook sering lihat hasil foto narsisnya dan di blognya juga fotonya yang pastel-pastel ini menghibur mataku 😀

Ellyse pun, yang instagramnya selalu indah untuk dilihat. Jadi menyenangkan untuk dilihat dan menginspirasiku untuk foto-foto lebih sering.

I admire these people for their effort on doodling, drawing and photographing. Mereka membuat hidup sehari-hari yang nampak biasa saja menjadi lebih indah dan jadi lebih mudah untuk disyukuri.

Aku menyadari kalau aku tidak memiliki kemampuan lebih secara visual, ancur malah. Pada dasarnya emang bawel banget, jadi kalau posting blog, isinya pun tulisaaan terus. Kalau foto selalu ya isinya makanan atau foto yang kurang bagus. Mungkin aku harus belajar dan eksplor, karena kan foto itu lebih banyak menjelaskan hidup ini dibandingkan dengan kata-kata.

Orgasmic Moment at TEDxJakarta 2012 : Deceptive Truths

Menjadi volunteer itu orgasmic!

Oh well, I don’t really know what is orgasm anyway, jadi statement tadi perlu dipertanyakan kebenarannya. Tapi maksudku adalah menjadi seorang volunteer itu sangat menggembirakan dan sebuah pengalaman yang selalu banyak ceritanya. Seperti kemarin ketika aku menjadi volunteer untuk TEDxJakarta. Bekerja di bawah asuhan Santi dan Dila, aku membantu mencari duit yang dibutuhkan untuk menjalankan event. Untungnya, sentimen TEDxJakarta sudah sangat positif sehingga mencari sponsor bukan hal yang sulit.

Setiap hari kirim proposal ke prospek-prospek dan berusaha follow up orang-orang yang sudah pernah dikirimi proposal. Setiap bertemu dengan seseorang yang punya koneksi dengan orang berduit, langsung kepikiran dan pengen rasanya nyodorin proposal. Tapi kan harus elegan jadi ya akhirnya minta email dan kirimkan pdf proposalnya. Deg-degan baru berakhir setelah event selesai. Soalnya H-1 pun masih ada halangan ini itu yang berkenaan dengan transfer dana dan pengiriman bala bantuan. Sangat berterima kasih kepada banyak orang baik yang mau membantu dan memberikan uang untuk berjalannya TEDxJakarta.

Ada yang bertanya-tanya…

Continue reading Orgasmic Moment at TEDxJakarta 2012 : Deceptive Truths

No More Us?

You could’ve fought a little bit more, and I could’ve waited a little longer. We both gave up already.
I’m in pain, you let the love go in vain.
No more us.

~ Trisca

Sebuah tulisan singkat dari mbak Trisca yang adalah seorang copywriter muda kebanggaan kita semua! Entah mengapa, apa yang dituliskan oleh Trisca ini membuatku jadi berpikir bahwa jodoh adalah hasil usaha kita sendiri. Semakin ke sini, aku semakin merasa dan berpikir bahwa jodoh itu tidak ada yang sudah dipredestinasikan. Kita harus mengetahui orang seperti apa yang kita butuhkan lalu mencoba mencari yang sesuai dan diusahakan.

Jodoh adalah …

Continue reading No More Us?

Nonton Beta Cinta Indonesia Bikin Mikir

Karena aku ini kan ingin tampak berbudaya ya, jadi aku nonton dong Beta Cinta Indonesia. Ulasannya dan pemikiran bisa dibaca di Kubikels. Di sini aku cuma ingin menambahkan cerita-cerita menarik seperti : OTOT PENARI LELAKI.

Lihatlah Penari di Belakang AB Three. Foto minjem dari : http://www.suarapembaruan.com/home/beta-cinta-indonesia-bukti-mahakarya-guruh-soekarno-putra/12760

Continue reading Nonton Beta Cinta Indonesia Bikin Mikir

Tentang SEA Games 2011

Sedari kecil, aku selalu bersemangat apabila ada acara olah raga seperti Olimpiade, PON dan SEA Games. Selalu senang menonton acara pembukaannya. Selalu berdebar membaca koran untuk melihat siapa yang paling banyak dapat emas. Tapi entah kenapa, sudah tinggal sebulan lagi SEA Games tapi yang kudengar di koran dan sebagainya hanya mengenai ketidak siapan venue dan berbagai masalah korupsi. Kok sedih ya…

Continue reading Tentang SEA Games 2011

Ini Twitter Loh

Popon Memang Bijaksana

Jadi teman-teman, kemarin malam (hingga sekarang sih) di timeline terjadi keramaian tentang seseorang yang menutup akun karena merasa dirinya dibully. Nah begini ya, saya memang tidak bisa memihak ke Mbak @AlberthieneE karena menurut saya apa yang dia alami itu sudah dialami oleh banyak sekali tweeps lain. Bahwa banyak sekali tweeps yang juga dimarahin atau dikomentari atau direply atau diRT oleh orang lain yang tidak sependapat. Aku pun pernah dimarahin orang karena tweet aku atau dicecar dengan berbagai pertanyaan karena tweetku. Wajar, semua orang boleh berpendapat dan ngga semua orang sepikiran sama kita. Jadi lebih baik hadapi dengan senyum dan tentukan argumen mana yang mau dipegang supaya orang benar mengerti maksud pikiran kita. Banyak yang sudah melalui proses ini dan semuanya survive. Tapi beda orang, beda juga cara mengatasi masalahnya ya. Apalagi kita biasanya emang tidak pernah suka dikritik. Aku apalagi, bete banget kalau dikritik.

Silakan klik pada more supaya bisa tahu runutan perjalanan percakapan antara AlberthieneE, yang disebut-sebut sebagai korban bullying dan PutriSentanu, yang disebut-sebut sebagai pembully.

 

DICLAIMER :
Untuk diketahui, aku ngga bilang kalau Mbak AlberthieneE ini menutup akun karena Putri ya. Hanya ingin menyampaikan pendapat mengenai tutup-menutup akunnya. Kalau kemudian dalam tulisan ini kelihatannya seperti itu, maka mungkin orang yang tahu mengenai sebab utama penutupan akun ini bisa memberi komentar :) Karena aku nulis ini berdasar apa yang saya baca di timeline.

Tambahan : tolong baca juga tulisan dari mbak @salsabeela yang menulis mengenai hal ini dari sudut pandang lain, di blognya

 

Catatan : Karena blog post ini hilang sewaktu perpindahan hosting, ini adalah posting yang bisa saya selamatkan dari cached google. Jadi mohon maaf kalau komentarnya hilang 🙁 Padahal bagus-bagus semua komentarnya.
Continue reading Ini Twitter Loh

Komentar di Posting “Ini Twitter Loh”

 

priviledge di dunia social media sih, semua bisa berpendapat tanpa perlu khawatir konsekuensi yang mungkin akan ditemui kalo berpendapat pas hadap-hadapan langsung. tapi toh tetep sama aja, tiap pendapat pasti ada konsekuensinya (positif maupun kurang positif), masalahnya.. kitanya siap nggak ngadepin itu? :P

 

 

 

  •  

    Iya bener! Sebenernya ya, ini tuh masalah menerima konsekuensi. Sigh, popon pun mengalami hari yg berat saat nampak konsekuensi jadi public figure

     

     

     

  •  

    No. 3. introspeksi pon, kurang ‘s’ *halah*

     

     

     

  •  

    ohh, gitu toh ceritanya.. *manggut-manggut* :D

     

     

     

  •  

    Di luar ketidaksukaan aku atas statement soal rezim Pak Harto, sebenernya sih justru aku lihat yang pertama kali nggak sopan adalah Mbak Alberthiene dengan mengatai Putri “nggak nyambung” saat ditanya baik-baik.
    Tapi entahlah, apa emang dia segitu naifnya sampe ngerasa kalo komentarnya itu kontroversial? Atau dia terlalu malu untuk ngaku salah sehingga milih jadi korban?

    *berlalu sambil tari angkat pundak*

     

     

     

  •  

    Eh… maksudnya ‘nggak ngerasa kalo komentarnya kontroversial’ dan ‘milih berperan jadi korban’.

     

     

     

  •  

    Semalam @GrandPrixDiary jg “di-bully” sama orang-orang Indonesia. Padahal menurutku sih dia simply bercanda. Aku pun ketawa baca tweet-nya. Kemarin smpt ngikutin gak kasusnya? *jieee, kasus* :p

     

     

     

  •  

    tp nutup akun sepenuhnya hak dia sih ya pon, terlepas dr dia drama queen or anything. nah, yg males adl yg komen “masa segitu aja langsung nutup akun?” :D

     

     

     

  •  

    Jadi tambah mudeng soal insiden semalam, thanks for your writing Pon :)

     

     

     

  •  

    haghaghag. drama – drama – drama.

     

     

     

  •  

    Mbak Popon rajin ya bikin skrinsyut satu-satu.. *okeh. ini komentar gak mutu ya*

     

     

     

  •  

    aku mau tutup akun hosting blog ini

     

     

     

  •  

    aku herannya, dari sekian followersnya yg ngasih komentar ttg twitnya, kenapa yang diladeni @putrisentanu doang ya? Jadi, back fire buat dia. Hope there’s not hidden agenda.. Thx for ur write pon!It helps so much :)

    Thanks

    Gelda

     

     

     

    •  

      Bisa jadi akunya yang ngga tahu siapa lagi yang ditanggapi, mengingat akunnya udah ditutup jadi nda bisa liat siapa lagi yang ditanggapi. Mohon dicari juga blog post lain yang lebih cover both sides :P

       

       

       

      •  

        biar bisa blogwar! #tetep

         

         

         

      •  

        aku sempat baca2 TL mbak AE sebelum dia nutup akunnya, bukan cuma putri aja kok yg dia ladenin tapi ada beberapa lah, trus yang bikin mba AE sakit hati juga adalah karena ada orang2 yang dia kenal dengan baik di dunia nyata tapi pas kasus ini malah ngata2in mbak AE dengan kasar di twitter sampe mbak AE balas twit dia dan bilang kalo gak salah gini “eh kamu kok twitnya kasar gitu, aku tau kamu di dunia nyata, dan kamu gak sekasar ini ” kurang lebih kek ginilah…

         

         

         

  •  

    nutup akun memang hak sih bagi setiap warga twitter.. tapi rasanya kok kurang dewasa gitu ya, ~gantung..
    ngilang ketika penjelasan belum sepenuhnya jelas dan membuat kejelasan jadi tidak jelas.. #kusut

    kayak kita lagi minta penjelasan sama pacar kita, eh kita diputusin.. orangnya males lagi ngomong sama kita, ditelpon gak mau ngangkat lagi.. #halah #curcolyamas

     

     

     

  •  

    padahal yg @ndorokakung ajarin itu ngapus akun twitter di ubersoc lho, bukan hapus akun yang sebenarnya. jadi tolong jangan bawa-bawa @ndorokakung sebagai penyebab dihapusnya akun twitter @AlberthieneE.

    Yang dia bawa-bawa Alex untuk hapus akun itu kayaknya pure drama queen.

    Maaf mbak AE, saya ndak bully situ ya. Cuma memberi kritikan kok. Kritik dan bully itu beda. Saya ini nih yang udah kenyang dibully.

    *brb bikin nasi kebully*

     

     

     

  •  

    waaaaa..semuanya jadi jelas sekarang. etapi akun kalo tutup sayang juga ya…kan nasi goreng udangnya enak… *salah fokus* *itu AKOEN, Baba!* *swakeplak*

     

     

     

  •  

    ooo jadi itu yang dihebohin kmarin.. baru tahu… :)

     

     

     

  •  

    Halah. Ini sih bukan bully. Ini namanya cemen. Pendapat gw aja sih ini mah yah..

    Orang-orang yang followernya lebih banyak pasti jatohnya selalu berperan jadi korban sambil cari dukungan sama followernya. Booyah banget. Menurut gw sih, yang keren adalah, kalau lo ngerasa pendapat lo bener, ya terusin dong. Bales argumennya. Atau ga pake jalan aman; sepakat untuk tidak sepakat. Beres deh semua. Itu sih pendapat gw aja sih yang ga peduli sama pendapat orang :D

    Btw, twitwar yang menurut gw bener adalah @amasna, karena dia bener-bener ngejelasin salahnya apa, ga maen jeplak dan ga maen ngilang gitu aja. Sayang lawannya ga sepadan :D

    Panjang aje *jempol bebusa*

     

     

     

  •  

    Niatnya mau ngetweet yang berbau kontroversi biar keliatan beda, tapi pas diajak dialog, males (Karena udah ngerasa gak PD ama statement yg dia kemukakan tadi), pas yang nge-bully mulai berdatangan lewat mention, ga tahan pressurenya, akhirnya lebay nutup akun, sempet kultwit pula. Lebay to the max ;p

     

     

     

  •  

    ya Tuhaaaan, berkahilah kakak popon ini yang niat banget ampe penjelasan nya penuh screenshot…

     

     

     

  •  

    Setelah mbaca ini, daku merasa tercerahkan setelah sebelumnya gak dong khosip ttg mbak AE inih..
    Urusan mental sih sebenernya yo.. Kurang bisa memenej perasaan setelah dicaci/dibully/dikritik..
    *halah jan2e aku yo sebel nek dikritik jhe*

     

     

     

  •  

    biasanya habis tutup akun akan bikin lagi akun baru :)

     

     

     

  •  

    Asik. Aku memang masih remaja..

     

     

     

  •  

    Daripada nutup akun, mendingan akunnya didandanin. Misalnya sering-sering ganti bio profile atau avatar gituh. Siapa tau kan followernya jadi nambah, lalu kenalan sama follower baru, lama-lama jadi suka, ngajakin tweet up, eh jadi gebetan, tau-tau ditembak, nah loh jadi pacar. Begh.

    Tapi susah ya pon.

     

     

     

  •  

    tanpa bermaksud menyalahkan, menurut sy sih pemicunya justru tanggapan mbak AE yg bilang males, cari aja sendiri, dan ga nyambung. terlalu defensif dan kesannya melarikan diri. as a writer she should have known better the power of communication and words and it is what people expect of her. sy sih menyayangkan cara mbak AE menangani situasi kemaren dan keputusannya untuk nutup account twitter-nya karena tweet-nya seputar hidup dan percintaan gitu bagus2 kok. tapi kalo memang itu pilihannya apa mau dikata. oh well, life goes on. #lanjutmainsimssocial

     

     

     

    •  

      Ah, soal tweet cinta dll, aku sendiri suka sih. Bener mi, sayang banget dia malah nutup padahal ini kesempatan bagus loh buat dia untuk mengemukakan pendapat dia

       

       

       

  •  

    karena popon aku mengerti. kamu memang ossum beb.

     

     

     

  •  

    owh gitu *manggut manggut* AE itu siapa sih?

     

     

     

  •  

    Dan si-mbak itu butuh tiga jam sejak ngetweet mau nutup akun sampe akhirnya bener-bener berhenti ngetweet :lol:
    Ealah Mbaaaaaak…

     

     

     

  •  

    ngetroll di sini dimoderasi ama popon gak ya?

     

     

     

  •  

    kenapa ya, orang2 selalu melihat/mengekspos sisi jelek dari orang? gak di TV gak di blog semua sama aja. apa karena emang rakyat indonesia yang rajin bergosip yak? hahahaha
    terlepas dari sifat “drama queen”nya, sebenarnya mbak AE ini cukup inspiratif menurut saya… tweetnya yang tentang cinta cukup membuat saya yang masih remaja galau ini merasa lebih baik.. hahaha

     

     

     

  •  

    akhirnya daku paham apa yang terjadi nak popon. dirimu sungguh heits! kalau menurut daku ya… kok daku jadi pengen kenalan sama mbak putri sentanu, ya? kayaknya orangnya seru :D *lost focus*

     

     

     

  •  

    ya udah, yang penting mbak popon tetep ngehits

     

     

     

  •  

    Eh, kok ada nama aku di sini, Pon?! BAYAR ROYALTI YA! #eaaaa

     

     

     

  •  

    Twit bully kasarnya mana? Kok nda keliatan? Katanya dikasari? *garuk garuk pala*

     

     

     

  •  

    mbak AE keburu sensitif dan sakit hati siih
    ujung-ujungnya jadi dramatis abis 8))
    seharusnya udah sering gnetwit bikin galau jadi tahan sama sakit hati *eh

     

     

     

  •  

    akhirnya aku ngerti juga apa yg jadi rame kmaren (aslinya sih males search) :D
    suwun mbakpon..

     

     

     

  •  

    Kata gw mah drama queen aja.. Drama banget………..
    *titik-titiknya panjang* *pengen komentar banyak tapi males* *pokoknya drama*

    :D

     

     

     

  •  

    Just in case Mbak AE gak nongol lagi di twitter dgn nama lain, jangan sedih kita masih bisa menikmati tulisan -dan mungkin berkomunikasi di Multiply: http://alberthieneendah.multiply.com/

    Atau kalau ngefans bisa ke Facebook Page: http://id-id.facebook.com/pages/ALBERTHIENE-ENDAH/91112046669

    Utk yg masih bertanya-tanya siapa itu Mbak AE, ada Wikipedia entry-nya kok (!) : http://en.wikipedia.org/wiki/Alberthiene_Endah (tapi peristiwa ini belum disinggung di situ)

     

     

     

  •  

    Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, ya, sebenarnya, yang membuat Mbak AE tutup akun bukan cuma karena Mbak Putri Sentanu aja. Kemarin aku sempat buka mention buat dia, dan well… memang pedes-pedes banget. Dari yang mention langsung, sampai yang mainan nomention. Nyindir keluar dari konteks sampai menyerang pribadi.

    Bahkan Putri Sentanu juga ngetwit kira-kira begini: “Penulis biografi itu tulisannya sama kayak diari anak SD” lalu ada tweetnya yang berbunyi begini: “I can’t believe she’s that DUMB!”

    Kedua tweet itu, barusan gue ngecek, udah diapus. Why? I don’t know and I don’t wanna make any assumption.

    So, yeah. Pilihan mendeactivate account memang dari Mbak AE. Dia nggak melek teknologi, dan gue yang paksa dia bikin akun Twitter. Dia nggak mau, akhirnya gue bikinin dan gue paksa ngetweet. Bahkan passwordnya pun gue yang tau. Bukan cuma sekali ini aja Mbak AE bilang mau tutup account, udah berkali-kali, gue yang ogah, karena gue pikir, her tweets are read worthy.

    Sampai kejadian semalam, banyak banget yang nyerang, dia paksa gue deactivate accountnya. So, mungkin ada beberapa yang beneran kritik, tapi jumlah yang “mengkritik keluar konteks” alias ngebully juga banyak.

     

     

     

  •  

    Ceee… Dari tadi mau post comment nggak bisa iiihh!
    Aku setuju banget ce.
    Aku tadi baca-baca TL @justsilly. Dia bilang kalau AE itu pribadi yang rapuh, gitu. Menurutku, kalau emang sudah melempar batu, ya nggak bisa sembunyi tangan. Walaupun dibilang, kalau dari saat dia tulis twit itu sampe subuh-subuh masih banyak banget kritikan ke dia, bahkan ada yang maki dia dengan sebutan perempuan P (gatau apa itu P. @justsilly cuma tulis P gitu aja).

    Just Share, tahun lalu, aku menanggapi akun fan-base klub sepakbola favoritku yang nulis tentang fans-fans dari klub lain itu nge-spam TL dia. Setelah aku komen, rupanya ditanggapi twitku. Akhirnya, followersku mendadak buanyaaak! Nambah sampai 100lebih. Mention ke aku juga jadi buanyaaak! Ratusan hanya dalam 1 jam. Semua pada nyumpahin aku, maki-maki, mempertanyakan, sampai ada yang melecehkan begitu tahu aku perempuan!
    Aku terima aja gitu. Yang aku lakukan ya menanggapi yang memang bisa ditanggapi “mentions yang wajar), kalo yang uda ga wajar, ya simply ku block! :D + aku acc ku private 1-2 minggu :p

    So, mestinya tahu lah posisi diri sendiri itu seperti apa sebelum melemparkan statement. Kalau ada yang tanya baik-baik terus ngga dijawabin, malah diketawain yaaa siapa yang ngga tambah BT bacanya!

    Jadi panjang yaaaa -.- hahahahhaaa

    Thanks ce! Semoga masalah kaya gini cepet beres deh. ;D

     

     

     

    •  

      Well va, tiap orang beda sih ya. Aku juga pernah beberapa kali sih dapat maki-makian orang. Makanya aku bilang, ini twitter loh…

       

       

       

      •  

        paling bener pon, kamu mintak accountnya si mbakyu itu ke mas amrazing, trus kamu ganti nama jadi nama twitter accountmu gitu.. trus ntar tiba2 follower kamu jd 22000 *ini jalan tidak halal*

         

         

         

  •  

    :) ) popon emang ngehits poninya ..*nge-zoom avatar*

    it’s totally double drama ketika paginya teman masing2 saling mengklarifikasi soal twit teman2nya yg katanya dibully dan membully sampe panjang di TL [halaah..ruwet]

    gw setuju kata @soleh_solihun, kalo ngambekan, pundung, gampang bete..mending jangan twitteran atau mbak AE lagi PMS?? #eaaaa

     

     

     

  •  

    Ooooh… ada kegemparan ini toh.. #barutaubanget

    Yah, namanya juga social media.. pick your fight lah..

    Btw pon, desain blognya bagus deh..rapi bersih gitu :3 syuka! Budiyeah!

     

     

     

  •  

    hmmm thx 4 sharing, jadi pelajaran yg perlu dicatet dari kasus ini antara lain:
    1. mari kita lebih ati ati kalo ngetwit, nggak asal nyap nyap. karena
    2. mungkin ada orang yg nggak suka sama kita, lagi lurking, nunggu momen nyerang ketika kita lalai ngetwit hal yg sangat salah atau sangat memalukan.
    3. nggak perlu panasan, dan buru2 bereaksi kalo ada twit yg berseberangan pendapat.

     

     

     

  •  

    Ooooh… ada kegemparan ini toh.. #barutaubanget

    Yah, namanya juga social media.. pick your fight lah..

    Btw pon, desain blognya bagus deh..rapi bersih gitu :3 syuka! Budiyeah!

     

     

     

  •  

    gara2 tweet setitik, rusak susu se-dada…. #ehhh :p

     

     

     

  •  

    Saya memang sempat mendengar kasus bulying twitter ini namun saya tidak pernah yakin apakah benar hal tersebut bisa terjadi disini. Saya membaya tulisn popon dan akhirnya saya mendapat pesan yang tersembunyi dari mbak yang penulis biografi itu mb alberthine dan saya juga salut dengan mb Putri. Hal yg mendasari perdebatan panjang ini ada adalah perbedaan pencitraan dikedua belah pihak, namum mb A ini tidak sanggup untuk menceritakan konsep pencitraan yang dimilikinya ke mba Putri sehingga permaslahan terus bergulir. Pesan yg ingin disampaikan adalah ” jika jaman era itu pasti ada TINDAKAN NYATA terhadap para pelakunya, pasti setiap pelaku dan keluarganya akan dibabat habis oleh PETRUS Intelejensi sangat kuat diera itu.” Dan hal ini saya tanya kan ke orang tua saya dan itu yang mereka katakan, meskipun mereka juga ngga suka rezim itu karena kami harus sembunyi sebagai org keturunan agar ngga susah hidupnya namun mereka tetap jujur bahwa tindakan nyata terjadi di era itu tidak di era ini meskipun hidup ortu saya lebih bebas . Mungkin ini bisa membantu kita melihat dari sisi mba A. Meskipun saya juga merasa mba A ini kok konyol banget ya, bisa ngomong ngg bisa jelasin parahnya dia penulis pula. Saya suka dan salut dengan mb Putri yang sabar dan menghadapi bullying kata2 mb Albertheine.
    Terima kasih

     

     

     

  •  

    oh satu lagi pon, menurutku AE ini aslinya mau ngetwit satir, cuma kayaknya dari pemilihan kata-katanya gak pas. jadi terkesan doi mengagungkan rezim pak Harto. itu sih yg aku tangkep, makanya kenapa dia bilang “gak pd baca di balik pesan”.

    *laper*

     

     

     

  •  

    wooh popon keren..

    *ngehitung jumlah komentar / 2*

     

     

     

  •  

    Ahh..ternyata ada juga merangkum ngebully kemaren. *manggut manggut*. Mayanlah gara gara setitik bully lupa galau segede belanga *kriiuuuk..

     

     

     

  •  

    Maap saya ikut2an kasih comment :) *sok2 kasih icon smile biar ngga di bully*

    Setelah ngebaca penjelasan kakak Popon yg hits luar biasa diatas (thanks loh mbak saya jd beneran ngerti kenapa pd heboh ngebahas soal ini di Twitter) ya memang masalah yang dibahas sensitive si. Udah gitu respond nya mbak AE ke setiap pertanyaan nya mbak PS juga kesannya “gimana gitu”.

    Tapi kalo diliat2 emang kayaknya AE nutup account nya gak sesimple karena dia ngerasa “kalah” dari mbak PS deh, tapi banyak bgt orang2 yg gak ngerti yg ikut menghujat AE bahkan sudah tidak pd tempatnya. Kesannya kok orang gak boleh salah sedikit gitu langsung di keroyok.

    Lagian kan kita gak tau sudut pandangnya mbak AE sampe dia memutuskan dia menutup accountnya. Seperti yg berulang2 mbak popon jelaskan diatas “tiap orang beda2″, beda pula cara menanggapi suatu masalah, ya dihujat sama ratusan orang atau mungkin ribuan oran yg gak kenal dia. Kita jg ga tau si AE mungkin dikehidupan nyatanya lg kenapa dan sebagainya (walopun dalam case cara merespond pertanyaan nya PS cara yg dipakai mbak AE kurang tepat). Ditambah mbak AE yg tergolong public figure, dng followers puluhan ribu.

    Ditambah karakter komunikasi tulisan yg memang kadang membuat sesuatu jd drama. Kaya ada orang nulis “ah setan loe”, mungkin maksud yg nulis bercanda tapi yg ngebaca lg emosi dan membayangkan yg nulis lagi teriak2 sama kita :D

    Saya bukan fans nya mbak AE, dan follow twitter nya doi pun engga. Tapi ngeliat case ini jd lucu aja ternyata masih banyak orang yg ngejudge sesuatu padahal even ga tau “sesuatu” itu apaan. Mirip fans2nya acara reality show kayak Indonesian Idol misalnya yg suka comment “I HATE DELON”, padahal kenal Delon juga kagak LOL.

    ya saya jg gak bilang saya gak pernah kayak gitu, ngga juga. Tapi yuk sama2 kita belajar *Sok wise tiada tara* …. “WHO ARE WE TO JUDGE?” :D

    Thanks mbak Popon sekali lg, maaf ikut2an comment :D

     

     

     

  •  

    Iyaa ce :) maaf jadi do-post gitu :p

    Aku lupa ngomong.. Thank you lho Ce, uda kasih tahu. At least dari sisi sebelah sini :)

    Aku sering lho, mampir blogmu. Hehe iseng-iseng gitu nglihatin tiap minggu ;)

     

     

     

  •  

    Aku cuma menyayangkan satu mention mbak AE yang ngetawain mbak Putri Sentanu

     

     

     

  •  

    hihi mbak popon… kamu bijak sekali! KAMU KEREN!!!!

     

     

     

  •  

    Walaupun blom kenal semua yg diceritain di blog ini, termasuk yg nulis (salam kenal yah), tapi bisa dapet banyak pelajaran tentang cara menanggapi tuit.

     

     

     

  •  

    Pelajaran yg paling menonjol dalam kasus ini adalah: Kalau salah ngetwit, mendingan segera ralat dan minta maaf daripada ngotot dan berkelit. Sekian dan terima kasih. Merdeka *eh

     

     

     

  •  

    Yang aku sayangkan, ketidakmampuan Mbak AE menangani situasi dipelintir (baik sengaja maupun tidak sengaja) dengan menjadikan AE sosok yang dibully. Padahal AE tidak memenuhi syarat sebagai korban bully.

    Usulku, ganti istilah “dibully” jadi “dimaki-maki”. Dan dimaki-maki memang konsekuensi ketika seseorang membuat pernyataan publik. Andaikata statement soal soeharto itu cuma sarkastik, mestinya sih maki-makian yg masuk itu ditanggapi sebagai lucu-lucuan aja.

     

     

     

  •  

    Thanks for Amrazing. For his explanation.

     

     

     

  •  

    Well, kemarin benernya gw juga ikut kaget pas Tante AE blg kok pada kasar2, gw kira PS itu ngomong sesuatu yang ngga pada tempatnya dan ngasal maki2, ternyata PS cuma ingin penjelasan. Beda loh sama kasus twit @dennysantoso yang pernah menyinggung soal puasa, yang memang mention2nya menghujat dengan kata2 kasar.

    Kecewa juga Tante AE nutup akunnya, karena gw belajar banyak dari twit2 dia, belajar menghargai hidup, menghargai cinta. Dan banyak twit2 dia yang jadi inspirasi gw. She’s a great writer. Gw belum lama jadi follower dia, tapi gw udah baca buku2 dia cukup lama. Dari gw yang nggak tau Tante AE itu kaya apa, sampai gw jadi seolah2 kenal dia, karena twit2nya banyak yang cocok ama gw. Gw tau dy punya anjing, gw tau dia suka apa, gw tau umur dy berapa.

    Sayang aja harus tutup akun, coba diambil jalan tengah dengan minta maaf. Kemarahan orang-orang bakal reda dengan sendirinya kok :)

     

     

     

  •  

    Gw gak liat konteks isi twit kontroversial AE, tapi gw ngeliat dari sisi “serangan” yg ternyata juga nyerempet2 ke pribadi si AE.
    Memang yg terlihat aktif debat adalah putri vs AE. Tapi apakah popon yg hits ini mengecek mensyen2 lainnya yang mungkin diterima AE? Gw yakin, serapuh2nya pribadi seseorang, kalo cuma didebat ama 1-2 orang sih gak akan sampe segitunya nutup akun. Tapi seperti kata @amrazing diatas, yg mungkin salah satunya juga kata2 pedes putri, tentunya yg paling pengaruh adalah mensyen2 tambahan dari orang2 lain yang pastinya pedes-pedes gak ketulungan.
    Kalo ngeliat sepintas follower AE emang buanyak.. Tapi, follower putri sentanu, plus syukron amin yg ngetwit di awal, plus bola salju dari follower yang memfollow mereka plus followernya lagi, dst, tentunya bisa jadi sangat banyak. Gw sih ngeliat, cara putri sentanu yg meng-RT secara tidak langsung merupakan “undangan” bagi follower mereka untuk “ikutan”.
    Gw pribadi tentunya gak setuju dgn twitnya si AE (entah kalau itu sarkastis). Tapi gw juga gak setuju kalo perdebatan melibatkan satu lawan banyak, alias keroyokan. AE tentunya salah karena bikin twit kontroversial tapi gak mau ngeladenin pertanyaan putri (atau mungkin yg lain, yg nanya baik2 di awalnya), yg akhirnya mungkin bikin putri jadi “panas”, dan efeknya narik orang2 untuk ikutan.. Maka terjadilah, keroyokan… Followernya AE tentunya gak bisa diandalin, karena emang AE udah “salah” dgn bikin twit kontroversial.
    Tapi gw tetep menganggap keroyokan itu (entah masuk definisi bully atau enggak), gak elegan. Bukan.. Bukan sekedar putri-nya. tapi ratusan followernya, atau follower dari followernya yang tiba2 ikut2an membabi buta nyerang AE berbarengan. Termasuk kita2 sekarang yg rame2 bilang “cemen”, “drama queen”, dll. *lirik komen2 diatas* hihi
    Btw, kita gak bisa maksa orang punya daya tahan psikologis sekuat kita, plus gak mungkin maksa orang untuk nerima pendapat kita tentang batasan kebebasan berbicara, berpendapat, mengkritik, dll, meskipun mungkin orang itu udah berbicara/berpendapat yang menyakitkan bagi orang lain.

    demikian,

     

     

     

    •  

      Aku setuju loh sama pendapat ini…

      Aku memang tidak ngecek mention-mention yang masuk ke timeline AE.

      Bahwa tiap orang punya kekuatannya masing-masing, aku juga setuju.

      Jadi terima kasih Lelaki Ganteng Abad Ini yang telah berkomentar :)

       

       

       

    •  

      Saya juga setuju, budaya debat keroyokan membuat alur diskusi jadi tidak fokus.

       

       

       

  • Pingback: Cyber Bullying | Ollie’s Blog
  •  

    wahhh sudah lama loh gak rame2 di blog lagi. ini keren mbak Popon, terus semangat ya posting blognya! #apasihrus

     

     

     

  •  

    This is one amazingly nice written post. Bisa mengeluarkan sisi bijak semua yang baca, mempertemukan titik-titik yang terputus, dn tidak memihak,love it!

     

     

     

  •  

    popon emang hebat, hidup!!

    *menjura sama penulis pro*

     

     

     

  •  

    sinetron bgt hahahaha
    tapi memang fatal n insensitive utk membandingkan jaman soeharto n jaman sekarang

     

     

     

  •  

    Well, saya tidak mengomentari masalah bully-bullyan ini, tapi salut sama inisiatif Popon mendokumentasikannya. Beginilah seharusnya yang benar, dokumentasi sesuatu itu dilakukan via blog dengan penjelasan yang panjang dan penjabaran yang dalam, bukan cuma 140 karakter yang berpotensi menyesatkan.

     

     

     

  •  

    horeeee hiduuuppp bloggiiiing xD

    pertanyaanku satu aja: apakah ad-hominem sama dengan bully?

    kalo merefer definisi cyberbully yg tersebar di wiki/google/bing, sptnya ad-hominem bukan cyberbullying ya.

     

     

     

  •  

    Resiko main di social media, dan punya account yang public, ya begini. Kalo nggak kuat menghadapi maki-makian orang, jadinya ‘bully’. Kalo kuat, jadinya ‘twitwar’.

    Dulu kan pernah ada abg yang diserang kiri-kanan di Twitter gara-gara dia ngomong negatif soal teman-teman sekolahnya. Gue cek timelinenya, parah banget omongan orang-orang ke dia. Tapi dia cuma haha-hihi aja tuh. Makian dia nggak kalah nampol sama orang-orang yang ngerubutin dia. Walaupun denger2 dia akhirnya terpaksa minta maaf sama temen-temen sekolahnya. I could be mistaken though. Yang penting gue suka aja ngeliat cara dia ngadepin orang-orang yang ngeroyok dia.

    Eh blog ini keren banget lho. Pasti pemiliknya ngehits buanged deh aww. *komentar pesanan dari popon*

     

     

     

  •  

    Setuju deh sama mas “Lelaki Ganteng Abad Ini” dan pencerahan dan @Amrazing, kalo emang Putri Sentanu nulis kayak gitu, sorry to say girl, you’ve lost lotsa respect :D

    Bro, Profesor Matematika paling pinter didunia aja bisa salah ngitung kali :D

    Peace :D

     

     

     

  •  

    Numpang eksis di Timeline komen popon aahh….

     

     

     

  •  

    Makaaasyiiihh Miss Poon yg uda mau share kejadian ini.. Jadi saya bisa tau dengan jelas las las..
    Klo menurut saya sih begini yakh:

    *Baik di dunia maya maupun di dunia nyata, setiap orang bebas untuk berpendapat. TAPI dia juga harus bisa mempertanggungjawabkan pendapatnya tersebut. Sebab mau tidak mau, pendapat seseorang akan berdampak bagi mereka yang mengetahuinya (bisa sekedar nambah pengetahuan, bisa tersinggung, bisa sedih, bisa senang, macem2 lah..)

    *Dalam kasus ini, kalo si AE bersuara tentang rezim Soeharto dan bermaksud menyinggung pemerintahan yang sekarang, bebas kok. (Saya ga suka Soeharto, juga ga suka SBY, tp saya fine2 aja dg statement pertama si AE)

    *Sah pula ketika si PS berkomentar: “You’ve lost so many respect at this point.”

    *Sampai di sana seharusnya berhenti saja sudah cukup. Karena baik AE maupun Putri (menurut saya) cukup adem dan santun.

    *Nah reply lanjutan dr AE ini yg menurut saya menylut dan menyolot.. hehehe –> “Gak pd bisa baca pesan di balik pesan re: pak Harto & bom” Entah AE lagi sumpek, stress ato apalah, tapi nggak seharusnya dia (terkesan) jutek begitu, lah wong Putri reply baik2 ke dia…

    *Dapet jawaban begitu dr AE, Putri masih adem ayem nanggepinnya, dengan sopan… –> ” Arguing “Gak pd bisa baca pesan di balik pesan re: pak Harto & bom” sounds like you know this stuff better than us, mbak. Mohon penjelasannya :) ” “Hahahaha males. Pikir aja sendiri. Saya gak suka buang wkt utk respon twit yg gak nyambung”
    (Aduh biyuuuung, gak nyambung gimana toh mbak? siapa ya yang sebenernya gak nyambung?)
    Masih menurut saya, klo emang merasa twit dari Putri gak nyambung, dan AE males buang waktu, lah ya uda, ngapain kok dibales? Diemin aja toh, klo punya pikiran begitu..

    *Twit2 berikutnya seperti yang udah di-capture sis Popon, (menurut eike) semuanya menunjukkan Putri mampu berpendapat secara tenang, dewasa, dan sistematis pula. Sementara AE agak childish dan ogah2an dan jutek dalam menanggapi twit dari Putri..
    Dan sampai sekarang saya nggak habis pikir, bagaimana AE yg (kata para follower) selalu menginspirasi dg tweet2nya yg sedap bisa sebegitu pahitnya.. Apakah cuman khilaf? Ato malah menunjukkan “aslinya”..
    Gak tau deh, tapi benar2 statement2 yang mengejutkan…

    *Tiap orang memang punya batasan sendiri dalam segala hal. Termasuk batasan perasaan tabah dalam menerima hujatan2…
    Namun dalam kasus ini saya agak geli dengan AE yang (menurut saya.. maap banget..) dalam statement2 di kasus itu jutek marutek, tapi tidak memiliki keberanian untuk menjelaskan secara lugas tentang pendapatnya, dan tidak memiliki hati yang lapang untuk menerima seabrek reply pedas dari tweeps.

    *Malah si AE jadi sedih dan menutup akun. (LOH?!) Tadi jutek banget, lah kok sekarang malah sedih?
    Kelihatan labil banget… =( mungkin AE lagi ada masalah ya? Tp tetep aja ga seharusnya begituuu…

    *Sangat disayangkan AE nutup akun.. karena dr tweet orang2 yg saya baca, tweet2 dr AE biasanya sangat menginspirasi dan digemari followernya yg puluhan ribu itu.
    Harusnya tidak perlu menutup akun, minta maaflah, dan biarkan amarah orang mereda.
    Tiap orang memang tak luput dari kesalahan, yang penting adalah PERBAIKAN DIRI, bukannya lari dari masalah.
    Dengan begini, AE juga belajar sesuatu, namun penggemar AE masih bisa menikmati tweet2nya. AE pun masih bisa “menebus” kesalahannya dg terus menginspirasi tweeps..

    #*Maaf kalo dari tadi saya ngomong “seharusnya” terus yah?
    Masalah ini kan uda lewat, yg lebih penting sebenernya, ayo bareng2 belajar dari kasus ini..

    #*Mari berpendapat secara bebas, namun sopan, dewasa, dan bertanggungjawab. Siapkan hati dan mental kita untuk menerima segala konseuensi dari pendapat kita.

    #*Setiap orang memang bebas memilih, namun alangkah baiknya dipertimbangkan, apakah itu pilihan yang baik? Apakah sudah tepat? Apakah itu pilihan yang membawa manfaat bagi orang banyak, atau hanya untuk kepentngan pribadi?

    #*Lari dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah, namun hanya menunda atau malah memberi ekor panjang terhadap masalah itu sendiri.

    Skali lagi, thanks yah sis Popon, uda mau share dan jadi “wadah” buat banyak orang berpendapat di sini..

    MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

     

     

     

  •  

    Udah lama ga baca blog sampe niat baca komen di bawahnya juga. Asli, this is one amazing blogpost.

    Aku bukan siapa-siapa juga sih, tapi dari case study yang diberikan di post ini, cenderung nangkepnya ya AE yang ga siap ngeluarin pernyataan kaya gitu, terus playing high and mighty pas bilang “pikir aja sendiri” lalu pas diberondong pertanyaan, positioning herself as a victim. Jadi ya untuk aku pribadi, tampak AE yang rada belum siap jadi terkenal #tsah #inibullyingjugakah?

    Ini sorry jadi acak kadut campur-campur gini komentarnya.
    Buat Neneng Alderina, ato nama HOBAHnya Neng Popon, beneran deh ini cakep bener postingnya. Aku iri. #lah #curcol #nasibbloggergaadayangbaca :P

     

     

     

    •  

      Aku postingannya masih banyak kurangnya loh, ini masih kurang imbang dan masih memihak :) Hehehe..

       

       

       

      •  

        Ya gapapa sih memihak. Toh dikau masih menunjukkan gimana adanya dengan skrinsyut ciamik bertebaran. Aku salut bener lho ini. #angguk2

         

         

         

  •  

    ok. mari kita komen.

    ada beberapa hal yang pengin aku komenin di sini sebenarnya pon. dari definisi bullying itu sendiri, isi tweet, dll.

    dr awal ada gembor2 bullying mba AE ini, aku sendiri tidak melihat adanya unsur bullying KALAU yang dimaksud adalah tweet-tweet antara si Putri Sentanu dan mba AE. Mengapa? Karena bullying itu tidak memberikan kesempatan konfirmasi bagi korban. Sementara dr tweet2 di atas, si PS ini meminta konfirmasi dari mba AE. Sebuah penjelasan atas isi tweet yang dituliskan sebelumnya, yg kebetulan mba AE tidak bisa menjawabnya. Namun kalau trnyata ada tweet2 lain yg lebih sarkas dr situ, yg memunculkan opini bullying, aku kurang tahu pon.

    sama seperti yg aku tulis sblumnya di twitter, dari awal sharusnya kita sadar, siapapun itu, twitter mrupakan ranah publik dengan pengguna dan audiens tidak terbatas. apapun si tweet tsb, kita hrus mempunyai tanggung jawab moral. se-sepele apapun, karena bukan tak mungkin dpt menimbulkan pro dan kontra.

    terlebih seorang public figure. ada harapan dan ekspetasi tersendiri yang diletakkan pd si public figure itu oleh follower2nya, yang membuat konstruksi tersendiri mengenai diri si AE melalui tweet2 yg dituliskan. Maka ketika ada salah satu tweet yg dirasa sedikit melenceng, sudah pasti muncul kekecewaan, pertanyaan dan menuntut konfirmasi/penjelasan. Sebab, slama ini tweet2 AE dianggap memberikan inspirasi bg banyak followernya. Kasus sebelumnya Mario Teguh, orang mengenal dia sbg motivator handal, tp apa yg tjadi ktika suatu saat tweet dia yg dinilai mendeskriditkan perempuan? MT pun dipenuhi caci maki dan pada akhirnya tutup akun. Walau aku jg belum bisa bilang ini bentuk bullying, krena bullying itu memerlukan apa yang disebut ‘power’. Baik MT dan AE justru yg berpotensi mempunyai power, dengan sekian bnyk follower dan teman-teman yang solid.

    twitter merupakan sosial media yang sangat dinamis, interaksi terjadi melalui ‘on going tweets’ dan ‘conversation reply’. di mana medianya adalah teks dan bukan visual serta dibaca oleh berbagai tingkatan pembaca. melihat sifat teks yang polysemy, tidak ada satu makna absolut dalam sebuah teks. satu kalimat bahkan satu kata bisa memunculkan beragam intepretasi. Kalau boleh aku gambarkan, di twitter itu berlaku sebuah interaksi simbolik dimana kita mengkonstruksi isi tweet melalui bahasa, interaksi, dan intepretasi yang menegosiasikan pro dan kontra. kebetulan twitter sangat berpotensi menjadi tempat berlangsungnya praktik demokrasi digital, karena beragam pendapat ada di lini masa.

    Kalimat ‘pak harto memang hebat. kagak pernah ada bom’ ini adalah kalimat tidak terduga buat kedua belah pihak. tidak terduga akan keluar dr AE dan tidak terduga akan mdapatkan tanggapan cukup kritis dr followernya, mngingat slama ini tweet2 AE selalu mdapatkan tanggapan yg positif. pembaca hanya menginginkan konfirmasi, tidak mungkin sebuah pesan yg dikomunikasikan melalui twitter tidak mempunyai tujuan. kebetulan isi tweet tsb mungkin bagi sebagian pembaca menorehkan luka lama, kebetulan juga momentnya pas deg peristiwa bom solo. Wajar lho orang meminta konfrimasi balik ttg apa yg dia tuliskan, alasan dan argumen-argumen dibalik isi tweet itu. Kita ga bisa bilang bahwa kita ngetweet karena iseng, oh big no! When you tweet, you present your self and comodify people awarennes. You put naration and self presentation that imagined by your audiences. You are responsible for moral and logical. Masalahnya, ada yg bisa mengemukakan kritik/pendapat dengan baik, banyak yg hanya bisa mencaci-maki. Bahkan tidak sedikit yg ga mengerti duduk permasalahannya, semakin memperuncing perdebatan, yang lantas memunculkan opini bullying.
    Andaikata mba AE ini bisa memberikan konfirmasi dengan jelas apa yang dipertanyakan oleh PS, mungkin ini mungkin lho, peristiwa tutup akun mba AE bisa dihindari. Sayang kok, saya sndiri walau bukan follower mba AE cukup menikmati isi tweetnya yg di RT oleh teman-teman di lini masa saya.

    Eh tapi ya, andaikata yg ngetweet itu saya, belum tentu juga lho saya akan dpt perhatian seperti mba AE. Ini sih semakin mempertegas hasil temuan saya, kalau kadang orang ngga melulu melihat isi tweet tetapi lebih kepada siapa yang ngetweet. Atau bagaimana kalau misalnya ndorokakung atau popon yg ngetweet hal yang sama? Apakah akan mendapat reaksi yg sama? :D

    Oops aku jgn di bully ya pon :D

    *pfiuh, capek ngetik*

    Ps. tuh kan pon panjang, kek kasih kulaih deh :p

     

     

     

    •  

      twitter merupakan sosial media yang sangat dinamis, interaksi terjadi melalui ‘on going tweets’ dan ‘conversation reply’. di mana medianya adalah teks dan bukan visual serta dibaca oleh berbagai tingkatan pembaca. melihat sifat teks yang polysemy, tidak ada satu makna absolut dalam sebuah teks. satu kalimat bahkan satu kata bisa memunculkan beragam intepretasi.

      Sangat setuju sekali. Terima kasih untuk sharingnya :)

       

       

       

  •  

    Saya uda baca sudut pandang yg beda dr http://www.salsabeela.com , pendapat saya sih kurang lebih ya masih tetap sama….
    anyway, terlepas dr inti kasus ini sendiri,
    sepertinya ini kasus yang bagus banget kalo diangkat jadi bahan diskusi di kuliah loh… :)
    ada dosen di sini?
    Pahala juga sepertinya buat AE, Putri, dan tweeps yang karena mereka, kita semua jadi ikutan mikir, ikutan berpendapat, ikutan belajar.. hehehe..
    Nah dari setiap masalah, ada sisi positifnya kan? Jempooool!

     

     

     

  •  

    eh ada yg kurang pon, td keburu mencet. di luar twitter’s rule and etiquette, kita harus menyadari bahwa, dibalik akun2 twitter itu ada manusia, yg mana juga bisa merasa sakit hati. karenanya tanpa bermaksud menggurui, kita harus benar2 memperhatikan apa yang kita tweet, baik bahasa maupun konteksnya. akan lebih baik jika kita dapat memperlakukan orang dengan baik melalui kata-kata, sekalipun itu jika kita berlainan pendapat dengannya.

    bersikap kritis boleh, tapi bersikaplah kritis dengan bijak dan bajik.

    salam

     

     

     

  •  

    *terharu bisa baca blog sampe kelar*

    jadi gini …. mnurutku sih jaman pak Harto itu kereeeen dibanding jaman SBY …
    liat aja pengendalian massa dan berita pada jaman itu dan sekarang ……

    jaman pak Harto masyarakat jadi cinta pemerintah dan ga ada pemberontakan atau pengeboman, sampai-sampai si baasyir pun lari tunggang langgang ke Malaysia. Trus ga ada demo-demo yg selalu bikin masalah terhadap perekonomian negara. Ada program yg selalu mengutamakan sumber daya masyarakat kita yg petani dengan sumber daya alamnya.
    Intinya semua kalangan respek ama Suharto, meliputi BIN, TNI, rakyat dll dan ini smua terlepas soal utangan negara lho yaaa ….
    toh utang negara kan emang selalu nambah dan ga pernah lunas-lunas ….

    jaman SBY, baasyir berani balek ke Indonesia dan bikin atraksi bom sana bom sini, banyak teroris yg hijrah ke Indonesia trus demo sana sini seolah-olah aparat tidak berani mengatasi situasi kecil macam ginian ….
    kepercayaan dari kalangan aparat juga berkurang…apalagi masyarakat. Trus heboh korupsi sana sini dan itu malah membuka lapangan kerja korupsi di semua instansi.
    soal utang negara …. masih juga nambah kan ???

    hehehehe …….

    mana nih mbak AE ….. ciniiiih ciniiih … ajarin aku nulis ajah sinih ^_^

     

     

     

  •  

    @mbitmbot ; daripada nulis komen panjang lebar di sini, mending kamu update blog, git. link di taroh di komennya sharon :) )

    Aku kenal putri sentanu.

    Jika melihat masalahnya, sbnrnya bullying/maki2 tidak dilakukan oleh putri sentanu. Dia hanya trigger munculnya bullying atau maki2 tersebut.

    Cara putri sentanu reply pake RT memicu followernya utk ikutan dalam kasus tsb. Hal ini terlihat dari bbrp follower dia yang mutual dg aku.

    efek viral sih…. berarti si putri bisa dikontrak jadi buzzer. eh,

     

     

     

  •  

    Yaampun batere aipun popon berkurang 17% dalam waktu 56 menit saja!
    #komenapaini #anakstatistik

     

     

     

  •  

     

  •  

    jalan pikiranku kalo aja ketemu twitnya mbak AE mungkin sama banget dengan si putri sentanu.

    Tapppi…

    KENAPA PUTRI KUDU PAKE RT Cobaaaa buat ngejawab2 AE. padahal aenya dah pake reply lho…
    menurutku di sini yang memperlihatkan kalo ps ‘nyari temen’ aka followernya utk bersama2 nyerang meski followernya jelas lebih sedikit dibanding AE.

    chiw, polisi twitter freelance

     

     

     

  •  

    Pon, Pon..
    jangan marah sampe nutup blog, yaa…
    Tulisan Disclaimer di atas kurang S :p
    Dan menurut gw mengritik keluar konteks itu bukan ‘bullying’

    Menurut kamus, ya:
    verb /ˈbo͝olē/
    bullied, past participle; bullied, past tense; bullies, 3rd person singular present; bullying, present participle

    Use superior strength or influence to intimidate (someone), typically to force him or her to do what one wants
    – a local man was bullied into helping them

    I’m not sure Putri Sentanu atau yang mengritik AE berniat supaya dia nutup account, sih :D

    Dan kalau ada yang bilang, mungkin AE tidak sekuat orang” yang tahan-tahan aja dikata-katain, mungkin dari awal AE juga bisa nggak menulis statement mengenai Pak Harto dengan asumsi para pembaca tweetnya tidak secanggih dia dalam membaca ‘pesan di balik pesan’

     

     

     

  •  

    kesannya sangat kekanak-kanakan jika benar menutup akun hanya karena beda pandangan dengan orang lain..

     

     

     

  •  

    Seru banget, sayang sekali ga sempet ikutan :|

     

     

     

  • Pingback: Apakah @AlbertheineE Korban Bullying? – Indonesiana – hermansaksono
  •  

    *ngos-ngosan* maaf, saya telat.

    Menurut saya, mungkin karena mbak AE tipikal orang yang tidak tahan dengan tekanan, jadi ketika mendapat sedikit tekanan ia malah kebingungan lantas memilih langkah yang kurang ksatria menurut saya. Sedang tidak melakukan apa-apa pun kita tetap dikritik. Tapi mau gak mau kita harus menghargai keputusan mbak AE. Dia mempunyai hak penuh atas apapun kepunyaannya.
    *udah kayak ceramah aja saya :p*

    Saya tahu apa yang akan dibalas sama mbak popon (kalo dibalas), “Tiap orang emang beda ya”.. :D

     

     

     

Tidak Pernah Berkata

Aku tuh ngga pernah yang berkata, “Aku nih yang paling bener, tolong ikuti aku.” Ngapain juga mengeluarkan statement bodoh yang dapat menjebak diri-sendiri. Tapi secara tidak sadar, sikapku dalam menjawab atau memberikan instruksi sering memperlihatkan kalau aku berkata demikian. Semacam : aku-tidak-berkata-demikian-tapi-aku-selalu-demikian.

Seberapa sering ya kita itu denial dan bilang kalau kita ngga pernah bilang A atau B atau C padahal kita sering banget bersikap demikian?

Tidak Pernah Berkata

Aku tuh ngga pernah yang berkata, “Aku nih yang paling bener, tolong ikuti aku.” Ngapain juga mengeluarkan statement bodoh yang dapat menjebak diri-sendiri. Tapi secara tidak sadar, sikapku dalam menjawab atau memberikan instruksi sering memperlihatkan kalau aku berkata demikian. Semacam : aku-tidak-berkata-demikian-tapi-aku-selalu-demikian.

Seberapa sering ya kita itu denial dan bilang kalau kita ngga pernah bilang A atau B atau C padahal kita sering banget bersikap demikian?