Hidup Lebih Mudah Kalau

Banyak hal yang dapat menyelesaikan masalah hidupku dengan mudah. Ini adalah daftarnya :

  1. Alat pijat otomatis di kala aku duduk di ruang meeting atau sedang menyetir.
  2. Mobil tiba-tiba menjadi kinclong. Tidak ada baret, tapenya bener, pintunya ngga error dan jendelanya tak berderit.
  3. Alat penghitung RT dan mention otomatis
  4. Bisa bangun lebih pagi
  5. Selalu menyapu dan mengepel kamar setiap hari

Mencintai Diri-Sendiri

“Be who you are and say what you feel, because those who mind don’t matter, and those who matter don’t mind.”

– Dr. Seuss

 

Kadang menjadi diri-sendiri itu menakutkan. Buat kita, diri-sendiri adalah momok yang tidak ingin kita hadapi. Monster bukan buat orang lain tapi diri-sendiri. Mungkin penyebabnya adalah rasa sayang. Kita terlalu sayang kepada orang lain dan bukannya kepada diri-sendiri.

Hal ini sungguh sangat disayangkan, mengingat diri-sendiri ini hanya akan dinikmati semasa kita hidup. Usia orang, mana ada yang tahu sih? Menikmati diri-sendiri selagi hidup harusnya menjadi salah satu kurikulum di sekolah. Diajarkan cara menikmati diri-sendiri tanpa harus takut menjadi aneh, jelek, bodoh atau hal-hal seperti itu. Lagi pula, siapa lah yang berhak memberi label pada diri kita?

Label datang dari kebencian terhadap diri-sendiri. Orang yang kemudian melabeli orang lain dengan sebutan ini dan itu, awalnya tidak mencintai dirinya sendiri. Sibuk memandangi keburukannya lantas memberi label dan menyebarkannya kepada yang bukan dirinya.

Betapa kasiahnnya manusia. Ketakutan pada dirinya sendiri dan membuatnya tidak bisa menikmati apa yang dia miliki. Semoga kita bertobat.

Galau Itu Ada Banyak

Setelah mengalami sendiri, aku menyadari kalau kegalauan itu ada banyak. Galau yang paling umum adalah galau yang berhubungan dengan cinta. Salah satu contoh di twitter yang nyata-nyata galau selalu adalah @_supermomo. Ah tapi banyak sekali orang galau di timeline. Sampai pada 1 titik, aku berpikir kalau galau-galau ini merupakan bentuk pengalihan isu yang dilakukan oleh negara.

Galau kedua adalah galau tentang pekerjaan. Dialami pada minggu ke-3 setiap bulan. Topiknya : belum gajian dan sudah bokek, pertanda gaji kurang (kalau ngga mau dibilang ngga bisa ngatur duit). Sehingga merasa galau dan mereview diri-sendiri. Selain masa itu, galau kerjaan juga terjadi setelah dimarahin atasan atau klien. Bertanya-tanya pada diri-sendiri: Apakah kerjaan sudah sesuai passion?

Passion. Oh passion.

Butuh Orang Sekurus Apa?

Media_httpimg2timeinc_krddp

Abis liat-liat “Victoria Beckham Collection – Celebrity Clothing Lines – Fall 2010 Celebrity Photos” di InStyle.com

I love this dress. Warnanya keren dan potongannya beda dari dress biasanya. Sepatunya juga menarik sekali untuk dimiliki. Tapi entahlah, sepertinya harus jadi sekurus model ini supaya baju ini tidak terlihat seperti karung beras. Entahlah.

Apa sih yang kita butuhkan untuk dapat bereksperimen dengan dandanan? SLIMMER BODY! 😛

Blog Action Day : Poverty? Miskin? Ataukah Pola PIKIR?

Setelah diingatkan Koko (terima kasih), aku membuka emailku dan menyadari kalau aku terlambat untuk ikut BLOG ACTION DAY. Lebih baik terlambat daripada tidak berbuat apa-apa…

Memang judulku terdengar aneh. Sebab, memang aneh. Ceritanya aku juga bingung mau nulis apa tentang kemiskinan. Di jaman serba aneh gini. Secara mungkin sekali orang yang dulu kaya raya karena saham sekarang sedang miskin raya karena harga saham dia super jatuh. Nah, makanya aku pikr kemiskinan adalah pola pikir kita. Bisa saja seseorang banyak uang tapi miskin di otaknya.

Apa sih tanda miskin?
Hanya satu dan satu saja. TIDAK DAPAT MEMBERI.

Kemarin ketika saya mengisi bensin, saya melihat di depan stasiun pengisian BBM ada sebuah putar balikan dan seorang mas-mas sedang membantu mobil-mobil memutar. Saya perhatikan, orang yang ngasih dia duit itu adalah supir truk, supir mobil onggrek (udah mau copot semua), terus juga supir mobil2 jelek. Mobil-mobil bagus tidak ada satupun yang membuka kaca mobil ataupun menganguk tersenyum ataupun berucap terima kasih. Sungguh… Aku jadi mikir, supir itu kan juga bukan orang kaya raya yang lagi nganggur terus nyupir truk (eh tapi bisa aja ya?) namun dia malah berbagi dengan temannya, berbagi dari yang sedikit itu merupakan sebuah KEKAYAAN yang sangat luar biasa.

Tapi memang ga bisa dipungkiri kalau kemiskinan itu ada dan menurut aku harus segera dientaskan. Lewat apa? Terus terang, aku juga bingung. Kesempatan kerja banyak tapi juga banyak orang yang tidak memenuhi kualifikasi. Sampai sekarang cara terbaik adalah melalui pendidikan yang baik dan mengutamakan keseimbangan, tidak hanya otak tapi hati dan jiwa juga sehat.

Media_httpblogactiondays3amazonawscombannersbadge300x160jpg_obpiviaqcjccnca