Makan Malam di Sukhumvit Soi 38

Kamis, 6 Agustus 2012. Aku mendadak ingin bertemu dengan Mba Dini yang juga orang Indonesia. Meski pun diajak dadakan, Mba Dini juga sedang tidak ada keriaan apa-apa sore itu. Jadilah kami janjian untuk makan malam. Awalnya aku ingin coba makan di Thonglor yang terkenal banyak makanan. Lalu Mba Dini mengajak mencicipi makanan di Sukhumvit Soi 38, sudah terkenal tempat ini. Langsung aku iya-iya aja karena pernah dengar dari @arieparkesit kalau tempat ini banyak makanannya, dan apalagi aku udah laper banget.

Dari kantor ke Sukhumvit Soi 38 aku hanya perlu melewati 2 stasiun BTS. Berhenti di BTS Thong Lor dan keluar di exit 4. Sesampainya aku di sana sungguh  kelaparan apalagi kalau dilihat dari tangga BTS, Soi 38 ini memang semacam soi yang banyak makanan.

Glorious Sukhumvit Soi 38

Setelah Mbak Dini sampai di BTS Thong Lor, kami sama-sama turun dan aku mulai menikmati suasana jalanan yang penuh makanan ini. Sambil mengikuti Mbak Dini yang menjadi tour guide makan-makan hari itu.

Di sisi kiri jalan, ada sebuah stall Mango Sticky Rice. Menurut Mba Dini sticky ricenya lembut banget dan aku setuju! Pesan dulu Mango Sticky Rice lalu minta diantar ke kedai tempat makan. Di sini juga bisa mangganya diganti dengan durian. Luar biasa memang ya! Mango Sticky Ricenya seporsi 60 baht dan kalau ingin buahnya dicampur mangga dan durian harganya menjadi 80 baht.

Diajak ke stall paling ujung di sebelah kanan. Nama stallnya ditulis dalam bahasa Thailand.

Kway Teow from Ayutthaya

Memesan 1 mangkuk mie spesial di stall tersebut. Ada pilihan daging babi dan daging ayam. Kami memilih daging ayam. Ketika datang, mienya disiram dengan kuah santan berwarna kuning yang ketika dicicipi sama seperti kari ayam Indonesia, gurih mantap! Senaaaaang sekali karena di Thailand, jarang ada makanan yang gurih mantap, biasanya asam atau manis atau pedas. Dengan kondimen bawang merah yang diiris dan jeruk nipis, serta sambal yang mantap sekali, mie kari ayam ini sungguh recommended untuk dicoba! Seporsi harganya aku tidak pernah tahu karena selalu makan dengan teman-teman lain tapi sepertinya tidak lebih dari 60 baht.

NIKMAT TAK TERKATAKAN.

Note : Postingan ini dibuat sejak 3 bulan yang lalu dan sejak 3 bulan yang lalu, aku bergantian mengajak teman-teman pejalan ke mie ayam ini dan mereka bilang mie ayamnya enak banget.

Tjap Toean di fX Lifestyle X’nter

Pagi-pagi bersama Veli, aku sarapan di Tjap Toean. Kopitiam ini baru dibuka dan Sabtu pagi itu penuh dengan teman-teman pemilik yang mendapatkan kesempatan mencicipi hidangan di Tjap Toean.

Tempatnya cantik sekali untuk foto-foto. Sayangnya saat itu pelayanannya masih kurang optimal, mungkin karena tempat baru. Jadinya kurang cepat pelayanannya. Jadi akhirnya aku dan Veli, foto-foto 😀

Rasa makanannya? Biasa saja. Mungkin karena pilihanku adalah prata dan kari ayam yang rasanya standar dimana-mana.

Thai Iced Tea atau Thai Iced Coffe

Sebagai orang kantoran yang dinamis, rasanya tak enak kalau pagi hari tidak minum kopi atau teh. Tapi sebenarnya aku ngga terlalu minum teh atau kopi karena kebanyakan kafein bisa bikin aku jadi mabok kafein dan itu tidak menarik untuk dialami oleh manusia di sekitarku. Tapi jelas dong ya Thai Iced Tea atau Thai Iced Coffee sekarang cukup ngetrend di kalangan anak muda suka nongkrong. Teh yang berpadu dengan semacam susu atau creamer dan banyak es.

Di Bangkok, mencari gerobak yang menjual Thai Iced Tea sungguh tidak sulit. Bisa jadi di satu area, penjualnya ada 2 sampai 3. Nah menariknya penjual minuman di Bangkok ini ngga cuma 1 jenis yang menggunakan tangan untuk membuat minumannya.

Jenis Pertama : Pakai Mesin Espreso

Di gerobaknya ada mesin espreso yang biasa kita lihat di cafe-cafe gitu. Ngga sebesar itu sih tapi yang jenis dijual buat di rumah. Asik beneur ya. Nah ini menariknya, ngga cuma kopi yang dipres dan dikeluarkan sari-sarinya, teh pun akan dimasukkan ke alat kecil yang kemudian mengeluarkan sari tehnya. Ada yang tehnya udah hijau jadi ketika sarinya keluar, ya hijau gitu warna air tehnya. Kayanya itu literally green tea dan aku tidak yakin bagaimanakah harus bersikap terhadap teh hijau yang beneran hijau…

Jenis Kedua : Pakai Kaos Kaki

Kaya di Singapore gitu loh, nyaring teh atau kopinya pakai kaos kaki yang tentu belum pernah dipakai, jangan jorok deh ah. Kopi atau tehnya beneran ditarik-tarik sebelum dituang ke dalam gelas isi es yang kemudian esnya akan mencair dan ditambahi es lagi supaya minuman makin adem dem dem.

Jenis Ketiga : Bubble Tea Station

Nah kalau yang ini, minumannya udah jadi dan harganya pun lebih mahal ya bo. Ada beragam pilihan minuman dan topping serta ada pilihan jumlah gula yang ingin ditambahkan di dalam minuman yang sudah manis. Orang sini tuh suka bener sama gula. Gula ditambahkan ke segala jenis hal, termasuk nasi campur. Kapan-kapan aku foto berbagai condiment yang tersedia di warung-warung makan.

Jenis Keempat : Seperti Gambar di Atas

Jenis yang terakhir ini, justru aku jarang ketemu. Mungkin tersingkir oleh kemoderenan sehingga kemudian semua pada pakai kios-kios moderen di gedung-gedung dan di stasiun kereta. Di gerobak Kakek Nenek ini ada panci isinya air mendidih dan susu yang siap dituangkan ke gelas-gelas pembuatan minuman sebelum dimasukkan ke gelas plastik. Senang sekali sewaktu aku menemukan Kakek dan Nenek ini dan merasa mereka lebih otentik bikin es teh thainya.

 

Nah biasanya dari semua jenis penjual minuman, mereka ga akan cuma jualan 1 jenis (kecuali ada tuh sebuah brand yang punya kios gitu dan cuma jual teh dan kopi thailand). Biasanya mereka akan siap dengan sirup rasa-rasa, topping macam-macam dan kadang juga jual air mineral. Pastinya minuman juga bisa panas atau dingin, tapi orang Thailand ini kayanya suka bener sama es. Suka sama es sampai kadang minuman terlalu dingin dan bikin idung berasa aneh.

Selain itu, penggunaan plastik di Bangkok luar biasa. Semua makanan kecil dan atau minuman yang bahkan langsung diminum akan dimasukkan ke dalam plastik. Di 7-eleven pun, kamu akan otomatis dikasih sedotan padahal ngga minta. Pernah dikasih sedotan buat teh botol padahal aku belinya air 1 liter, ya gimana coba…

Oh, selama ini aku kalau pesan Thai Iced Tea bilangnya : Cha Yen.

Mango Tango Dessert Shop di Siam Square, Bangkok

Jadi pada suatu hari, aku berjalan-jalan ke Siam Square dan menemukan Mango Tango. Sebuah dessert shop yang khusus menjual mangga. Hal yang menarik saat melihat penampakan luar dari dessert shop ini. Lampu neon kuning oranye dan orang-orang yang berdiri di depannya, antri.

Mango Tango at Siam Square

Continue reading Mango Tango Dessert Shop di Siam Square, Bangkok

Underground Secret Dining Jakarta

Indonesian Sailor's Food

Beberapa kali mendengar keberadaan Underground Secret Dining di Jakarta, akhirnya Mei kemarin mendapat kesempatan untuk mencoba. Kali ini aku tulis tentang Underground Secret Dining Jakarta supaya teman-teman yang pengen mencoba bisa mengalami sendiri. Asik banget! Sesuai dengan tagline penyelenggaranya, “Appreciating Food Culture”, kamu akan dibawa ke tempat-tempat tak terduga bersama dengan makanan yang tak terduga juga.

Gimana sih caranya?

  1. Like dulu Facebook Page Azanaya. Supaya gampang dapat informasi karena kita ga usah sering-sering buka websitenya.
  2. Secepatnya kirim email kalau ada undangan ikutan USD.
  3. Bayar biayanya sesuai dengan instruksi di email. Ada grace period kok jadi kalau kelupaan hari ini masih bisa dilunasi besok atau lusanya. Terakhir aku bayar Rp. 148.000
  4. Tunggu email lokasinya. Biasa diberikan 2 atau 3 hari sebelum event. Bakal disms juga sama penyelenggaranya.
  5. Jalan ke lokasinya dan makan deh!

Sangat mudah dan ngga perlu repot kan? Kemarin aku memakan makanan orang laut. Sayangnya agak lupa daerah mana. Semua makanannya banyak yang didasarkan pada kelapa, baik dalam bentuk parutan atau pun santan. Favoritku Sambal Tahi Kelapa. Namanya emang kurang oke dan jangan dibayangkan pada saat memakannya, tapi rasanya BEUH enak banget buat dimakan bersama IKAN PANGGANG!

Indonesian Sailor's Food

Anyway, jangan lupa bawa kotak makan karena di akhir acara selalu ada sesi bungkus-bungkus dan kemarin aku lupa bawa kotak makan 🙁 Menyesal selalu datang terlambat 😛 Beberapa foto yang aku ambil bisa dilihat di Flickrku.

Ps. Ada event yang terbuka untuk umum loh Minggu, 24 Juni 2012. Mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore di Basket Hall, Senayan. Akan ada makanan terbaik seantero nusantara. Soalnya ini ulang tahun Underground Secret Dining.

Nyobain Fitbar #HealthyTasty

Kemarin aku dapat sample produk FITBAR. Mendadak dikirimi dan pas banget dikirim sebelum berangkat ke Dieng. Bahagia banget dapat bekal di perjalanan. Meski pun sempat dibagi-bagi ke anak kantor dan mereka kupaksa foto bersama 😛

Nah, Fitbar inirasanya kaya jipang. Tapi jipang kan manis banget, Fitbar lebih ngga semanis itu dan ada oatnya. Jadi lebih sehat sih. Lalu ada 2 variasi topping, pakai kacang-kacangan atau pakai kismis gitu. Nah aku suka yang pakai kismis. Kalau baca di brosur yang terkirim bersama produknya, Fitbar ini adalah jenis snack sehat tapi enak buat dikunyah. Tglinenya aja #HealthyTasty (kok tau, ya soalnya dikirimi brosurnya juga :P).

Berdasarkan angka kecukupan gizi 2,000 kkal, sehari orang dewasa tuh butuh :

  • Kalori : 2,000 kkal
  • Lemak Total : 62 gram
  • Lemak Jenuh : 18 gram
  • Natrium < 2,300 mg
  • Kalsium 800 kkal

Nah Fitbar sendiri :

  • Kolesterol : 0 mg
  • Lemak trans : 0 gram
  • Mengandung oat
  • Mengandung kalsium
  • Mengandung vitamin A, B12 dan C
  • Dibikin sama Kalbe Nutrisional

Jadi kalau mau snacking with no worry emang harusnya snacking Fitbar. Terutama diriku yang sudah overweight ga karuan ini, mestinya bertobat dan mengambil jalan #HealthyTasty sih ya..

*komat-kamit tobat*

Anyway, mereka lagi ada acara Office Invasion Contest di Facebook. Jadi kita aplot foto sekantor gitu lalu ntar dipilih kantornya untuk didatangi sama tim fitbar, nanti di akhir bakal dikasih nonton gratis sekantor. Lumayan banget! Aku sih udah masukin entry dengan foto seperti di atas. SEMOGA DAPAT SAMPLING LAH MINIMAL 😛

Makan Bakso di Semanggi Pakai Voucher @Dikotakita

Ingatkah kalian bahwa aku punya voucher dari @dikotakita untuk makan Bakso Cak Man? Nah pada suatu hari setelah meeting di daerah Sudirman, aku mengajak Farhan yang kantornya di Plasa Semanggi untuk menemani makan Bakso Cak Man. Ternyata gampang banget ya makan pakai voucher itu.

Pertama, aku antri aja seperti biasa lalu menyerahkan voucher. Setelah menyerahkan voucher, sama masnya disuruh duduk. Seporsi bakso dan sebotol teh botol diantarkan ke meja. Lalu aku makan.

Baksonya

Aku pikir, belanja sesuatu dengan voucher itu akan merepotkan karena biasanya kalau pakai voucher gitu, tempat belanjanya lupa training orang-orangnya lalu jadi ribet nanya kanan kiri tentang voucher itu. Tapi pakai voucher dari @dikotakita, tempat makannya langsung tanggap dan menerima lalu memberikan hakku. Jadi semuanya terorganisasi dengan baik.

Masalah utamanya cuma 1 : ngga bisa ganti-ganti isinya, jadi ya mesti beli lagi pas mau gorengannya itu. Tapi masuk akal sih, karena kan namanya juga voucher jadi mereka pasti ngitung gimana caranya supaya diskonnya ngga merugikan biaya produksi mereka 😀

Nah sekarang aku pengen beli voucher spa. Dari kemarin tergoda sama penawaran spa mereka yang sering ada tapi lokasinya agak kejauhan gitu :))

Makan Souffle Pertama Kali

Kemarin bersama @rindut dan @metrofx, aku makan sebuah Souffle bercita rasa Bailey’s di Bakerzin, Plasa Senayan. Pengalaman pertama aku makan souffle. Butuh waktu yang agak lama untuk memasaknya. Memesan Souffle karena penasaran. Setiap menonton TLC atau Asian Food Channel, dikatakan Souffle adalah dessert yang sulit dimasak. Harus tepat waktunya supaya pas mengembang.

Menurut bang Wikipedia, Souffle adalah “A soufflé (French: [su.fle]) is a light baked cake made with egg yolks and beaten egg whites combined with various other ingredients and served as a savoury main dish or sweetened as a dessert.”

Tampilannya :

Rasanya? menarik, ternyata dalamnya seperti kocokan putih telur yang hangat dan bagian luarnya sedikit chewy. Asiknya ada rasa kriuk-kriuk dari gula yang terpanggang di pinggiran tempatnya. Dicelupkan ke dalam kuah Bailey’s, membuat Souffle ini jadi adem-adem anget gitu. Enak!

Brunch di Jack Rabbit

Kemarin hari Sabtu, nyobain makanan di Jack Rabbit. Ceritanya Jack Rabbit lagi mengeluarkan serial menu brunch. Jadi menu-menu tersebut hanya bisa dicoba setiap Pk. 11.00 – 13.00 WIB. Kurang dari itu atau lebih dari itu, jadi ngga bisa, mengingat waktunya Brunch udah lewat ya.

Aku suka banget sih sama roti yang disajikan pada saat menunggu makanan akan dikeluarkan. Selain disajikan roti, dikasih mentega sebagai cocolannya roti. Biasanya di resto lain ada pilihan minyak dan herbs tapi di sini semuanya mentega. Menteganya ada yang manis, kaya dicampur sama susu. Kemudian menteganya ada yang asin seperti mentega dicampur dengan bawang. Lucunya, mentega yang manis itu tiap hari bisa ganti-ganti rasa. Bisa rasa Stroberi, bisa rasa Jeruk atau ya rasa Susu. Jadi ingat waktu kita masih kecil lalu dikasih bekal roti isi susu atau gula pasir ya 🙂

Aku memesan Lamb Chop! Tidak sia-sia dan tidak kecewa memakannya.

Salah satu catatan penting mengenai Jack Rabbit adalah pelayanannya yang super lambat. Aku yang memesan Peach Tea, harus menanti sekitar 30 menit untuk menghilangkan rasa hausku. Peach Teanya enak banget sih.

Menurutku, di Jack Rabbit tidak semua makanannya enak dan super enak. Ada beberapa yang biasa saja dan kalau dibandingkan dengan harganya, malah jadi ngga enak soalnya harganya mahal. Tapi mahal relatif sih ya.

Jack Rabbit Cuisine & Libations
Cyber 2 Building
Jl. H.R. Rasuna Said Blok. X-5
Jakarta Selatan, DKI Jakarta12710
Ph. (021) 29021357

 

Makan Xiao Long Bao Warna-Warni

Dear Blog,

Kemarin aku makan Xiao Long Bao warna-warni di Paradise Dynasty, Plasa Senayan lantai 5 (sebelah bioskop). Xiao Long Bao adalah sebuah makanan yang seperti siomay atau hakau gitu dan kemarin adalah pertama kalinya aku makan Xiao Long Bao. Kalau diucapkan jadi sia long pau, aneh ya, tulisannya gitu tapi bacanya gitu. Nah lucunya ya, di dalam Xiao Long Bao ada kuahnya. Seperti makan siomay di abang tukang bakso tapi kuahnya di dalam, bukan di luar. Cara makannya pun unik. Kulitnya digigit sedikit lalu kuahnya dihisap, baru dimakan seluruhnya. Aku suka karena Xiao Long Bao kemarin kulitnya tipis tapi kuah di dalamnya tidak keluar.

Continue reading Makan Xiao Long Bao Warna-Warni