Mie Kari dari Thailand Utara

Khao Soi

Nama resminya : Khao soi atau khao soy (Thai: ข้าวซอย [kʰâw sɔːj]). Makanan khas Thailand Utara ini rupanya mendapat pengaruh yang besar dari Burma. Kalau menurutku sendiri, khao soi adalah pelipur lara saat menginginkan kari ayam. Tinggal bawa lonton aja kalau mau makin terasa “lebaran”.

Khao Soi ini lebih enak yang ayam, meski ada versi babi. Kuahnya santan drngan berbagai bumbu yang salah satunya pasti kunir soalnya kuahnya warna kuning. Memang Khao Soi ini akan jadi enak saat sudah dicampur dengan kondimen-kondimennya.

Kondimennya ada bawa merah segar, sambal dengan minyak berlimpah, jeruk nipis dan sayur asin (sepertinya). Aku selalu suka menambahkan bawang, jeruk dan sambal. Ngga pernah menambahkan sayur asinnya karena ngga enak sama sekali.

Khao Soi paling enak memang ditemui di Sukhumvit 38, warung ujung kanan. Tapi si daerah makan siang perkantoran juga sering ditemui khao soi. Seperti di food court Empire Tower, Sathorn. Dijual di stall kecil dengan signage gambar Ibu-Ibu. Sungguh mengingatkan pada ayam goreng Ny. Suharti.

Weekend di Catucak Bangkok

Siapa sih yang ngga doyan ke Chatuchak? Terutama turis ya. Segala macam ada dan murah. Aku pun doyan ke Chatuchak. Tapi hanya untuk melihat-lihat baju dan aksesori yang dibuat desainer lokal. Serta untuk makan Paella!
Continue reading Weekend di Catucak Bangkok

Makan Siang Gratis di Mango Tree

Teman ahensi sebelah dari Malaysia datang dan kami makan siang gratis di Mango Tree, Bangkok. Rupanya tempat makan kali ini cukup menguras kantong namun sungguh beruntung karena kami bisa makan gratis!

20130411-142534.jpg

20130411-142551.jpg

Di area reception, berjajar banyak kamera tua.

20130411-142624.jpg

Mango Tree
37 Soi Tantawan, Surawongse Rd.,
Bangkok 10500
http://www.coca.com/mangotree/
Cara ke Sana : BTS Sala Daeng, jalan ke Silom Soi 6 dan terus jalan. Lokasinya agak di dalam gang.
Jam Buka : Monday-Sunday, 11.30 am – 12.00 pm


View Larger Map

Makan Malam di Sukhumvit Soi 38

Kamis, 6 Agustus 2012. Aku mendadak ingin bertemu dengan Mba Dini yang juga orang Indonesia. Meski pun diajak dadakan, Mba Dini juga sedang tidak ada keriaan apa-apa sore itu. Jadilah kami janjian untuk makan malam. Awalnya aku ingin coba makan di Thonglor yang terkenal banyak makanan. Lalu Mba Dini mengajak mencicipi makanan di Sukhumvit Soi 38, sudah terkenal tempat ini. Langsung aku iya-iya aja karena pernah dengar dari @arieparkesit kalau tempat ini banyak makanannya, dan apalagi aku udah laper banget.

Dari kantor ke Sukhumvit Soi 38 aku hanya perlu melewati 2 stasiun BTS. Berhenti di BTS Thong Lor dan keluar di exit 4. Sesampainya aku di sana sungguh  kelaparan apalagi kalau dilihat dari tangga BTS, Soi 38 ini memang semacam soi yang banyak makanan.

Glorious Sukhumvit Soi 38

Setelah Mbak Dini sampai di BTS Thong Lor, kami sama-sama turun dan aku mulai menikmati suasana jalanan yang penuh makanan ini. Sambil mengikuti Mbak Dini yang menjadi tour guide makan-makan hari itu.

Di sisi kiri jalan, ada sebuah stall Mango Sticky Rice. Menurut Mba Dini sticky ricenya lembut banget dan aku setuju! Pesan dulu Mango Sticky Rice lalu minta diantar ke kedai tempat makan. Di sini juga bisa mangganya diganti dengan durian. Luar biasa memang ya! Mango Sticky Ricenya seporsi 60 baht dan kalau ingin buahnya dicampur mangga dan durian harganya menjadi 80 baht.

Diajak ke stall paling ujung di sebelah kanan. Nama stallnya ditulis dalam bahasa Thailand.

Kway Teow from Ayutthaya

Memesan 1 mangkuk mie spesial di stall tersebut. Ada pilihan daging babi dan daging ayam. Kami memilih daging ayam. Ketika datang, mienya disiram dengan kuah santan berwarna kuning yang ketika dicicipi sama seperti kari ayam Indonesia, gurih mantap! Senaaaaang sekali karena di Thailand, jarang ada makanan yang gurih mantap, biasanya asam atau manis atau pedas. Dengan kondimen bawang merah yang diiris dan jeruk nipis, serta sambal yang mantap sekali, mie kari ayam ini sungguh recommended untuk dicoba! Seporsi harganya aku tidak pernah tahu karena selalu makan dengan teman-teman lain tapi sepertinya tidak lebih dari 60 baht.

NIKMAT TAK TERKATAKAN.

Note : Postingan ini dibuat sejak 3 bulan yang lalu dan sejak 3 bulan yang lalu, aku bergantian mengajak teman-teman pejalan ke mie ayam ini dan mereka bilang mie ayamnya enak banget.

Tjap Toean di fX Lifestyle X’nter

Pagi-pagi bersama Veli, aku sarapan di Tjap Toean. Kopitiam ini baru dibuka dan Sabtu pagi itu penuh dengan teman-teman pemilik yang mendapatkan kesempatan mencicipi hidangan di Tjap Toean.

Tempatnya cantik sekali untuk foto-foto. Sayangnya saat itu pelayanannya masih kurang optimal, mungkin karena tempat baru. Jadinya kurang cepat pelayanannya. Jadi akhirnya aku dan Veli, foto-foto 😀

Rasa makanannya? Biasa saja. Mungkin karena pilihanku adalah prata dan kari ayam yang rasanya standar dimana-mana.

Thai Iced Tea atau Thai Iced Coffe

Sebagai orang kantoran yang dinamis, rasanya tak enak kalau pagi hari tidak minum kopi atau teh. Tapi sebenarnya aku ngga terlalu minum teh atau kopi karena kebanyakan kafein bisa bikin aku jadi mabok kafein dan itu tidak menarik untuk dialami oleh manusia di sekitarku. Tapi jelas dong ya Thai Iced Tea atau Thai Iced Coffee sekarang cukup ngetrend di kalangan anak muda suka nongkrong. Teh yang berpadu dengan semacam susu atau creamer dan banyak es.

Di Bangkok, mencari gerobak yang menjual Thai Iced Tea sungguh tidak sulit. Bisa jadi di satu area, penjualnya ada 2 sampai 3. Nah menariknya penjual minuman di Bangkok ini ngga cuma 1 jenis yang menggunakan tangan untuk membuat minumannya.

Jenis Pertama : Pakai Mesin Espreso

Di gerobaknya ada mesin espreso yang biasa kita lihat di cafe-cafe gitu. Ngga sebesar itu sih tapi yang jenis dijual buat di rumah. Asik beneur ya. Nah ini menariknya, ngga cuma kopi yang dipres dan dikeluarkan sari-sarinya, teh pun akan dimasukkan ke alat kecil yang kemudian mengeluarkan sari tehnya. Ada yang tehnya udah hijau jadi ketika sarinya keluar, ya hijau gitu warna air tehnya. Kayanya itu literally green tea dan aku tidak yakin bagaimanakah harus bersikap terhadap teh hijau yang beneran hijau…

Jenis Kedua : Pakai Kaos Kaki

Kaya di Singapore gitu loh, nyaring teh atau kopinya pakai kaos kaki yang tentu belum pernah dipakai, jangan jorok deh ah. Kopi atau tehnya beneran ditarik-tarik sebelum dituang ke dalam gelas isi es yang kemudian esnya akan mencair dan ditambahi es lagi supaya minuman makin adem dem dem.

Jenis Ketiga : Bubble Tea Station

Nah kalau yang ini, minumannya udah jadi dan harganya pun lebih mahal ya bo. Ada beragam pilihan minuman dan topping serta ada pilihan jumlah gula yang ingin ditambahkan di dalam minuman yang sudah manis. Orang sini tuh suka bener sama gula. Gula ditambahkan ke segala jenis hal, termasuk nasi campur. Kapan-kapan aku foto berbagai condiment yang tersedia di warung-warung makan.

Jenis Keempat : Seperti Gambar di Atas

Jenis yang terakhir ini, justru aku jarang ketemu. Mungkin tersingkir oleh kemoderenan sehingga kemudian semua pada pakai kios-kios moderen di gedung-gedung dan di stasiun kereta. Di gerobak Kakek Nenek ini ada panci isinya air mendidih dan susu yang siap dituangkan ke gelas-gelas pembuatan minuman sebelum dimasukkan ke gelas plastik. Senang sekali sewaktu aku menemukan Kakek dan Nenek ini dan merasa mereka lebih otentik bikin es teh thainya.

 

Nah biasanya dari semua jenis penjual minuman, mereka ga akan cuma jualan 1 jenis (kecuali ada tuh sebuah brand yang punya kios gitu dan cuma jual teh dan kopi thailand). Biasanya mereka akan siap dengan sirup rasa-rasa, topping macam-macam dan kadang juga jual air mineral. Pastinya minuman juga bisa panas atau dingin, tapi orang Thailand ini kayanya suka bener sama es. Suka sama es sampai kadang minuman terlalu dingin dan bikin idung berasa aneh.

Selain itu, penggunaan plastik di Bangkok luar biasa. Semua makanan kecil dan atau minuman yang bahkan langsung diminum akan dimasukkan ke dalam plastik. Di 7-eleven pun, kamu akan otomatis dikasih sedotan padahal ngga minta. Pernah dikasih sedotan buat teh botol padahal aku belinya air 1 liter, ya gimana coba…

Oh, selama ini aku kalau pesan Thai Iced Tea bilangnya : Cha Yen.

Mango Tango Dessert Shop di Siam Square, Bangkok

Jadi pada suatu hari, aku berjalan-jalan ke Siam Square dan menemukan Mango Tango. Sebuah dessert shop yang khusus menjual mangga. Hal yang menarik saat melihat penampakan luar dari dessert shop ini. Lampu neon kuning oranye dan orang-orang yang berdiri di depannya, antri.

Mango Tango at Siam Square

Continue reading Mango Tango Dessert Shop di Siam Square, Bangkok

Underground Secret Dining Jakarta

Indonesian Sailor's Food

Beberapa kali mendengar keberadaan Underground Secret Dining di Jakarta, akhirnya Mei kemarin mendapat kesempatan untuk mencoba. Kali ini aku tulis tentang Underground Secret Dining Jakarta supaya teman-teman yang pengen mencoba bisa mengalami sendiri. Asik banget! Sesuai dengan tagline penyelenggaranya, “Appreciating Food Culture”, kamu akan dibawa ke tempat-tempat tak terduga bersama dengan makanan yang tak terduga juga.

Gimana sih caranya?

  1. Like dulu Facebook Page Azanaya. Supaya gampang dapat informasi karena kita ga usah sering-sering buka websitenya.
  2. Secepatnya kirim email kalau ada undangan ikutan USD.
  3. Bayar biayanya sesuai dengan instruksi di email. Ada grace period kok jadi kalau kelupaan hari ini masih bisa dilunasi besok atau lusanya. Terakhir aku bayar Rp. 148.000
  4. Tunggu email lokasinya. Biasa diberikan 2 atau 3 hari sebelum event. Bakal disms juga sama penyelenggaranya.
  5. Jalan ke lokasinya dan makan deh!

Sangat mudah dan ngga perlu repot kan? Kemarin aku memakan makanan orang laut. Sayangnya agak lupa daerah mana. Semua makanannya banyak yang didasarkan pada kelapa, baik dalam bentuk parutan atau pun santan. Favoritku Sambal Tahi Kelapa. Namanya emang kurang oke dan jangan dibayangkan pada saat memakannya, tapi rasanya BEUH enak banget buat dimakan bersama IKAN PANGGANG!

Indonesian Sailor's Food

Anyway, jangan lupa bawa kotak makan karena di akhir acara selalu ada sesi bungkus-bungkus dan kemarin aku lupa bawa kotak makan 🙁 Menyesal selalu datang terlambat 😛 Beberapa foto yang aku ambil bisa dilihat di Flickrku.

Ps. Ada event yang terbuka untuk umum loh Minggu, 24 Juni 2012. Mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore di Basket Hall, Senayan. Akan ada makanan terbaik seantero nusantara. Soalnya ini ulang tahun Underground Secret Dining.