Kebun Teh di Ciwidey

Minggu lalu aku berjalan-jalan sama Chika, Didut, Mba Tika, Popokman dan Nita ke kebun teh yang ada di Ciwidey! Jalan-jalan ini diajak oleh Nu Green Tea yang ingin menceritakan bagaimana proses pemilihan dan pengeringan daun teh yang dilakukan oleh supplier mereka. Jadi apa saja pelajaran yang aku dapatkan dari perjalanan ini?

Pelajaran paling penting yang aku dapatkan dari jalan-jalan ini: POHON TEH YANG DIPAKAI UNTUK GREEN TEA DAN BLACK TEA ITU SAMA. Ini sebuah revelation banget buat aku. Serasa ada malaikat menyanyikan kidung saat ku tahu fakta ini. Selama ini kupikir pohon tehnya beda jenis jadi ada yang menghasilkan green tea dan ada yang menghasilkan black tea. Rupanya tidaq! Tidak pakai q.

  
Jadi apa dong pembedanya? Prosesnya

Green tea dibuat dari DAUN TEH BARU. Langsung diproses. Beda dengan black tea yang harus melewati proses oksidasi sebelum diproses. Makanya kenapa green tea manfaatnya lebih banyak dari pada black tea. 

Kemarin kami diajak melihat dan memetik daun teh di kebun. Daun teh yang dipetik itu kemudian dikirim ke tempat pengolahan. 
Jadi daun teh dipetik 3 lembar teratas. Tidak boleh lebih banyak, nanti tumbuh laginya kelamaan. Kalau 3 teratas, hanya butuh 15 hari untuk numbuh lagi.

 

Fotonya agak salah fokus

 
 

Acting motong daun teh

 

Step pertama dalam pengolahan tentu dibersihkan lalu dibawa ke conveyor belt seperti di bawah ini. Terlihat dain tehnya membasah hasil dibersihkan.

Daun teh yang sudah dipetik, dicuci dan dikirim ke pengeringan

 

Nah perjalanan ke kebun teh ini sungguh berliku tapi worth it banget! Kami naik mobil bersama kawan-kawan dari komunitas mobil dari Bandung kaya ini: 

Keliatan ga mobilnya?

 

Di jalan, ga bisa stop foto-foto. Lah gimana. Pemandangannya OKE kaya gini.

     

4 thoughts on “Kebun Teh di Ciwidey”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge