Label
Katanya Carrie Bradshaw, "Women come to New York for the two L's: Labels and Love." Tapi diriku tidak untuk ngomongin soal label yang merek baju atau sepatu atau tas. Aku pengen ngomongin soal bagaimana kita ini memandang dunia kita dengan label.
Kita melabeli teman kita yang sipit dan berkulit kuning dengan Cina/Tionghwa. Padahal aku punya teman yang hitam dan matanya belo tapi juga Tionghwa. Wajar sih, secara dari kecil kita diajar untuk melakukan labeling alias memberi label. Memberi label memang memudahkan kita mengenali suatu objek. Tidak bisa membayangkan anak kecil yang tidak bisa melabeli, bagaimana dia mengenali benda yang bulet berkilau-kilau, punya dua sisi, biasanay di satu sisi bisa ditulisi, gepeng dan tipis adalah CD atau cakram. Atau bahwa yang berambut hitam dan suka tersenyum setiap pagi padanya adalah mamanya bukan papanya karena papanya berambut cokelat. Label membantu kita mengenali.
Tapi bahaya kalau label jadi harga mati.
Beberapa waktu terakhir saya berpikir kalau Label itu yang membuat dunia jadi tidak tenang. Jadi meresahkan dan tidak menyenangkan. Satu sama lain melabeli dengan cara yang salah. Label yang biasa-biasa dibumbui sehingga jadi tidak biasa. Wajar saja karena pengalaman masa lalu (field of experience?) itu juga mempengaruhi pelabelan. Bahaya lagi ketika label itu diturunkan. Anak beranak, cucu bercucu jadi labelnya sama terhadap satu orang. Padahal manusia itu selalu berubah.
Kadang, kita ini bilang kita berubah jadi maju tapi label yang kita bawa-bawa di otak ga juga berubah jadi maju. Sigh.
Tambahannya nih ya. Sebenarnya sama seperti kata Carrie, kita datang ke dunia ini mencari 2L : Label dan Love atau Cinta. Kita mau dapat label positif dan tentunya kita pengen dicintai. Nah, bagiku label positif akan datang dari orang yang mencintai kamu. Mungkin kitanya sangat perlu menambah kadar cinta dalam hidup kita. Sehingga ketika kita melihat orang lain, kita akan memberi label yang positif ke dia :D A good solution eh?
Comments (8)
jangan khawatir, semua orang pasti dilabeli, pinter2 kita cuek dan percaya sama diri kita aja :D
btw, nice writing, like always ^^
@rio2000 : Aku percaya, setiap manusia selalu bisa berubah. Ayukk sama-sama berubah jadi lebih baik :D kalau orang lain ga bisa kita ubah, ayo merubah diri
aku lagi agak gak 'dong' sama postingan ttg perlabel-an diatas, abis makan soalnya jadi 'bolot', hehehe. jadi begitu liat ada nama si CB diatas, yg langsung keinget, ya kutipan fave-ku dari CB.

