Ngomongin Internet dan Ketakutan

Di dunia ada orang yang suka bertengkar,bohong, nipu, jahat, mukul, misuh dan masih banyak lagi termasuk selingkuh. Lantas kalau di internet itu semua muncul, salah Blogger ya? Bukankah internet adalah salah satu bentuk refleksi dari keadaan masyarakat? Apakah ketakutan masyarakat yang masih buta Internet itu perlu didukung supaya dirinya kelihatan baik dan benar? Pemerintah ibarat orang tua untuk anak-anaknya, anaknya pemerintah ya masyarakat. Setiap anak punya karakter dan keunikan masing-masing. Bagaimana seseorang bersikap dan kemudian bertindak adalah cerminan kedewasaan karakter si anak. Namanya orang tua, mana sih pengen anaknya bertengkar satu sama lain terus ga dewasa-dewasa. Pasti pengennya anaknya tuh ndang dewasa, rukun gitu. Orang tua juga jadi bisa mengurus hal-hal yang lebih penting. Kecuali kalau orang tuanya juga ga dewasa. Sama kaya negara Indonesia. Pemerintah kita, dalam hal ini ga cuma eksekutif tapi juga legislati bahkan yudikatif, tentu pengennya masyarakat Indonesia tuh dewasa dan rukun. Dewasa dengan mengetahui konsekuensi dari pilihan-pilihannya dan tidak lagi seperti anak-anak yang harus dilarang-larang. Rukun antar komunitas dan orang, ga ada yang jelek-jelekin kanan-kiri. Kalau tidak pernah mendapatkan review yang baik dari Blogger, apakah lantas Bloggernya yang salah atau yang direview memang tidak membuktikan dirinya baik. Jadi Om Roy Suryo, maafkan saya... Tapi, sumbangan anda kok pembuktian foto porno terus ya? Ada ga yang lain, yang bikin nama Indonesia harum di dunia internasional? Kaya atlet-atlet itu atau kaya Mocca dan White Shoes & the Couples Company dan Ruth Sahanaya yang sudah pernah ke luar negeri untuk konser, untuk bilang "Aku dari INDONESIA". Saya tidak mendukung pornografi tapi saya tidak mendukung pelarangan. Mengapa? Sebab pelarangan menunjukkan ketidak dewasaan. Ketidak dewasaan tuh seharusnya ditanggapi dengan didikan bukan pelarangan. Didikan dalam hal pengetahuan, agama dan macam-macam. Uang yang dikorupsi departemen itu lebih baik dipakai untuk nambahin lagi gaji guru. Dipakai untuk mengumpulkan tim ahli yang mikir mau kemana arah pendidikan di Indonesia, supaya pendidikan di Indonesia bentuknya tidak terpisah-pisah tapi pendidikan yang WHOLE atau sepenuh. Maksudnya, terintegrasi antara otak, hati dan fisik. Kalau di internet ada banyak hal negatif, bukankah di dunia juga banyak? Kalau mau hal negatif di Internet menghilang, kita berarti harus membuat dunia yang lebih baik. Banyak kok kegunaan positif dari Internet. Blogger yang adalah manusia memang punya kekurangan dan kadang antara yang satu sama yang lain suka bertengkar, wajar sekali. Kalau Blogger kemudian melakukan kritik terhadap ini dan itu, memang salah ya? Bukankah kritik selalu berguna untuk membangun, tergantung cara dan sudut pandang kok. Jadi, mari membuat dunia yang lebih baik daripada ribut melarang ini dan itu atau ngasih statement yang membuat orang takut dengan Internet. Kejahatan tuh akan terus ada karena kita tuh sudah tinggal di dunia yang rusak. Harapan ada dan hidup itu indah kalau kau tahu jalan mana yanh benar.
Loading mentions Retweet

Comments (0)

Leave a comment...

 
Got an account with one of these? Login here, or just enter your comment below.
Posterous-login    Connect    twitter