Ngomongin Mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra

Tidak mengingkari jati diriku yang adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi UK Petra, maka aku ingin menuliskan tentang mereka. Setiap jurusan lain kalau ketemu dengan kami selalu berkata, "Ohhhhh.. Pantas." Pantas apanya coba? Kata mereka, "Ribut, ndak bisa diem, pakaiannya aneh-aneh." Hahaha.. Jadi ciri-ciri kami adalah ribut dan pakaiannya aneh-aneh?

Betul juga sih. Aneh-aneh memang mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra. Mudah dikenali bahkan ketika jalan atau makan di seputaran kampus. Yah, setiap jurusan punya keunikannya sih. Contohnya jurusan teknik sipil, cirinya kulit sedikit gosong (hasil praktek ngukur jalan) dengan kaos-kaos gratisan camp-camp kampus serta berwajah lusuh (panas bo ngukur jalan). Jurusan manajemen, cirinya cina banget deh pokoknya dengan baju yang dipastikan beli di Pasar Atum dan tasnya sering kelihatan kecil-kecil (entah bawa apa). Jurusan DKV, cirinya mata berkantung dan hitam (begadangan mulu) pakaiannya kaos dan jeans dan cenderung agak ga karuan (ga sempet mikir baju ya, tugas numpuk) cenderung keren karena nge-art.

Bagaimana dengan jurusanku? Cenderung ngikut AGJ, anak gaul jakarta gitu deh, tren terbaru berusaha diikutin. Lelakinya pakai celana yang kecil banget di bawah dengan tampang di atas rata-rata. Lelaki di tempat kami biasanya kalau ga model, penyiar radio, presenter TV lokal atau mahasiswa abadi. Perempuannya juga sih, cenderung model atau penyiar atau presenter Surabaya bisa ditemukan di jurusanku. Kami gaul dan keren serta mantap *bias banget*.

Tapi sering banget kami jadi korban mode. Hahaha... Contoh paling menarik, kemarin waktu ujian tengah semester (yeah masih jaman loh ujian) ada seorang penjaga kelas yang malang. Pria itu sepertinya jurusan bukan ilkom, sipil atau infor dilihat dari pakaiannya. Menjaga kami anak ilkom, selamat ya lelaki, kau mampus memang. Lalu di tengah-tengah mengerjakan UTS, ada yang mengetuk. Ternyata seorang gadis ilmu komunikasi yang terlambat masuk kelas. Si Lelaki penjaga UTS cuma bisa diam dan gugup mengambil kertas-kertas. Mengapa? Hihihihi.. Gadis ilkom ini memakai make up super tebal (hampir putih anak itu) lalu memakai berlian-berlian kecil di sekeliling matanya. Huahahahaha.. Aneeeeh banget, udah telat ujian, dandan kaya ondel-ondel. Ndak aneh sih di jurusan kami, secara banyak dancer dan singer yang biasa dandan aneh-aneh gitu. Si gadis ini kupikir seorang dancer yang akan performance setelah ujian, makanya dia dandan pol gitu! Well, dandan pol-nya ndak bisa masuk @dandanpolfriday sih. Semoga berhasil lelaki jurusan lain, kau tidak tahu apa yang kau hadapi, gadis-gadis ilmu komunikasi.

Namun akan tetapi, di Ilmu Komunikasi kami belajar jadi orang yang berpikir dan menyuarakan pendapat kami. Menjadi pintar tanpa harus menjadi lusuh dan kumuh. Viva FIKOM!!

Loading mentions Retweet

Comments (9)

Oct 16, 2009
hasin said...
wah ceritane lucu tuch.....
salam kenal saya anak kom juga
Oct 18, 2009
partisimon.com said...
wah pasti di jurusan Komunikasi orangnya keren-keren ya. Mantap! saya kira sebelumnya jurusan komunikasi lebih ke arah jadi "public relation" atau humas, rupanya lebih ke arah entertainment ya?

salam

Oct 18, 2009
Alderina Gracia said...
@partisimon.com : di jurusan komunikasi, tidak hanya profesi public relations yg dimungkinakan untuk digeluti, namun juga lulusan jurusan komunikasi dapat menjadi praktisi di media massa (televisi, radio, dll). Hal ini bergantung pada penjurusan yg diambil oleh individu :)

Oct 20, 2009
nengratna said...
iya, sebagai wanita saya lebih suka bergaul dan memerhatikan perempuan yang sederhana. kk sy juga sk cerita kalau suka perempuan yg sederhana..
Oct 20, 2009
didut said...
*berusaha mengingat ingat baju sharon pas ketemuan kmrn*
Oct 29, 2009
bang FIKO said...
Wahhh anak Fikom ya?
Bagi-bagi ilmunya donk... kebetulan aku juga kuliah di Ilmu Komunikasi, tapi di UT. Ngambil fokus ke komunikasi apa nih?
Nov 12, 2009
Tyka said...
loh kok ga ngomentari anak sastra dan para pejuang2 PLT dan selasar B? ;) kok aku kuatir, selepas lulusnya angkatanku dan angkatan2 diatasku (anak 99 dan 98), anak sastra jadi ndak keren lagi, huehehehe....

anak fikom pas jamanku kuliah sih (angkatan2 awal ya...) ga jauh beda lah gayanya ama anak sastra. cantik, gaya, tapi lebih sopan dan nampak educated dibanding anak ekonomi :))

Nov 25, 2009
hendra said...
@tyka (mbak kali yah hehe)
wah lulusan sasing yah....
anak sastra, komunitas gedung B cenderung santai dan tampil apa adanya.
gaya? ga penting menurut kami, yang penting adalah karya.
walau terlihat santai diselasar (DPR - dibawah pohon rindang) kami2 selalu memiliki banyak gagasan yang patut diperlihatkan pada khalayak, namun kendalanya disitu...tidak ada yang bersedia haha.

@sharon
saya suka "Ngomong akhir tapi awal?"
tapi lebih suka lagi kalau kata "tapi" diganti "sampai"
hehe....tetap berkarya ^^

Nov 25, 2009
Alderina Gracia said...
Bang Fiko : Fokusnya di TV Broadcast bang :D
Mbak Tyka : ihihihihi.. Seneng aja mbak ngeliatin anak jurusan lain trus bikin komentar. Tapi saya setuju, keren tapi lebih educated daripada anak ekonomi. Anak-anak ekonomi tuh parah dan perlu diselamatkan.
Hendra : Makasih buat sarannya, saya sengaja memasang tapi bukan sampai. Karena kalau jadi sampai, maknanya berbeda dengan maksud awal saya.

Leave a comment...

 
Got an account with one of these? Login here, or just enter your comment below.
Posterous-login    Connect    twitter