Apr 24

Ga habis pikir sama orang-orang yang seenaknya menuduh dan mikir tentang ibunya Manohara cuma tergiur uangnya Pangeran Kelantan. Pasti bukan orang Indonesia. Ada sesama orang Indonesia yang mengalami penyiksaan kok malah diragukan.
Aku juga puya pengalaman pribadi sehubungan dengan penyiksaan dan pernikahan dan keluarga. Aku tahu betul, seorang perempuan ga mungkin ga jujur sama ibunya kalau soal disiksa. Buat apa sih ngomong ke Ibu sendiri kalau emang ga disiksa? Kalau emang bahagia dengan suaminya, ya ga bakalan cerita lah ya. Bahkan kalau tho ada masalah, berusaha diselesaikan dulu. Kalau toh memang keterlaluan, barulah cerita sama Ibu. Kalau udah ga ada jalan lagi dan ga bisa nahan.
Kalau banyak pihak menuduh Ibunya manohara menyuruh pangeran itu menikahi Manohara, lah ya suka-suka dia, lah wong tuh cowok udah mengambil kegadisan Manohara. Jangan asal bilang Ibunya Manohara pengen uangnya pangeran itu. Picik sekali pemikiran seperti itu! Ketauan orang yang berpikir demikian adalah orang yang juga akan bertindak seperti picik seperti itu. Perlu bertobat sungguh-sungguh tuh.
Aku emosi memang. Benar atau tidaknya berita itu memang perlu ditunggu. Tapi apa ga merasa aneh kalau seorang Ibu tidak bisa berkomunikasi dengan anaknya? Ck ck ck ck....