Ngomongin Prita Mulyasari

Hm... Sampai shock bacanya. Jadi ini Ibu nulis email ke milis, lalu pihak rumah sakit menjadikan dasar untuk menuntut dan sekarang Prita masuk bui. Serasa jaman mbah Soeharto. Eh kalau nulis blog ini, saya bisa masuk bui ga ya? Seru nih. Bisa saja ini sebuah manuver politik, sehingga orang mengingat lagi Soeharto dan takut memilih pemimpin. Siapa yang untung dan rugi? Saya juga ga tau, lah wong cuma mikir-mikir pagi. Hanya satu yang menjadi perhatian saya. Sebuah rumah sakit seharusnya berisi dengan orang-orang yang punya hati melayani, menolong sesama untuk jadi lebih baik dalam menjalani hidupnya. Namun apa yang sudah Rumah Sakit Omni Hospital Alam Sutra lakukan kepada Ibu Prita? Menambah deritanya karena Prita jadi ga bisa ketemu keluarganya. Jadi penasaran, memang apa sih isi emailnya? Separah itukah sehingga harus masuk bui? Jadi penasaran pula, bagaimana sebuah Rumah Sakit bisa langsung memasukkan orang ke penjara? Bukannya kalau Surat Pembaca bisa ditindaklanjuti dengan menulis Jawaban, sama seperti yang biasa dilakukan perusahaan-perusahaan lain yang mendapat keluhan di surat pembaca? Hal ini melukai kita semua. Sebagai konsumen, kita takut kalau mau protes padahal pelayanan dari penyedia jasa maupun barang di Indonesia itu sungguh sangat tidak baik. Secara standart masih perlu diperbaiki dan memperbaiki berarti mendengarkan keluhan serta menjawab keluhan tersebut dengan anggun tanpa menambah penderitaan orang lain. Lain kali kalau kita merasa tidak nyaman dengan suatu hal, kita jadi takut menulis di surat pembaca. Menyakitkan dan menakutkan, menyebarkan teror yang tidak perlu di bangsa yang sudah banyak masalah ini. Secara tidak langsung saya merasa diteror. Tolong dukung Prita di Facebook dan baca-bacalah berbagai tulisan tentang Prita (politikana, Ndoro Kakung, Tempo)
Loading mentions Retweet

Comments (0)

Leave a comment...

 
Got an account with one of these? Login here, or just enter your comment below.
Posterous-login    Connect    twitter