Ngomongin Privacy di Internet

Menyambung beberapa postingku terdahulu tentang ketakutan dengan informasi yang bisa tersebar di internet. Postingan kali ini merupakan pemikiranku tentang seberapa jauh aku ngasih account-account ke temen-temen. Ga hanya temen-temen yang dikenal lewat berbagai situs penyedia layanan pertemanan (halah) tapi juga buat teman-teman yang sehari-hari aku temui.
  1. Ga Deket
  2. Jelas aja yang dikasih hanya email dan alamat blog.
  3. Ga Dekat tapi Ga Jauh
  4. Berteman di Koprol, Twitter, Flickr.
  5. Mulai Dekat
  6. Mari saling add di Chi.mp dan kadang facebook.
  7. Dekat
  8. Jelas di add di facebook, berYM ria dan bertukar nomor telepon genggam.
  9. Sangat Dekat
  10. Nomor rekening aja dikasih, nomor aja ga pake nomor pin ATM.
Bagaimana sih menentukan siapa yang jauh, siapa yang sangat dekat? Melalui FEELING tentu saja. Sama seperti di kehidupan sehari-hari, kita berteman dengan siapa kita merasa nyaman. Berteman dengan orang yang memiliki tata krama dan menarik buat kita. Ada batas toleransi tapi juga ada saatnya kita membiarkan orang menjadi dirinya sendiri. Benernya, list yang aku buat di atas bisa dibilang ga terlalu benar juga. Soalnya kalau kamu pintar, kamu akan selalu bisa menemukan cara untuk berteman denganku di tempat yang seharusnya kamu masih belum waktunya berteman denganku. Di sinilah dewi mood memutuskan. Aku posting ini bukan untuk tidak menghormatimu. Aku menghormatimu, sama seperti kamu menghormatiku. Semua ini tentang privacy (ini subuh dan aku lupa arti privacy), tentang bagaimana kita saling menghormati keputusan teman kita. Dimanapun kita bergaul, kalau kita bisa membawa diri, pasti teman kita banyak.


Tapi kalau kamu traktir aku di Sushi Tei, kayanya kita bisa lebih AKRAB deeee... *alesan*
Loading mentions Retweet

Comments (0)

Leave a comment...

 
Got an account with one of these? Login here, or just enter your comment below.
Posterous-login    Connect    twitter