Pertanyaan Tentang Diri-Sendiri

I always admire people with passion. People who passionately love something and strive to be the best.

I have none. I think.

Kira-kira satu tahun lalu, saya berbincang dengan @outstandjing sambil duduk di depan Circle K, Bendungan Hilir. Entah mengapa saat itu percakapan mengarah pada topik yang begitu serius. Lalu ada sebuah kalimat yang diucapkan oleh Outstandjing saat itu dan kalimat itu menampar diriku. Tentu saja saat itu aku gengsi untuk mengakui kebenaran kalimat tersebut. Kalimat yang dia ucapkan adalah, “Pick your own battle.”

Saat itu aku disadarkan bahwa selama ini aku tidak punya battle sendiri. Peperangan yang ingin aku menangkan. Dorongan yang membuatku bergerak, mencari, belajar dan mendorong untuk mendapatkan kemenangan.

Selama ini aku menghidupi hidupku dengan sangat santai, berjalan di antara berbagai sensasi dan merasa semuanya baik-baik saja. Kesempatan datang begitu banyak membuat aku santai dan merasa sudah hebat. Meski pun dalam hati kecil aku menyadari bahwa masih ada orang yang lebih hebat lainnya di sekitarku. Apa yang aku lakukan saat aku menyadari ada yang lebih hebat? Aku iri. Aku menumbuhkan rasa tidak suka kepada orang tersebut. Aku memusuhi secara diam-diam. Aku membuat sejuta alasan untuk membuat diriku sendiri jadi lebih baik.

Aku tidak tahu bagaimana seharusnya aku bersikap. Mungkin aku seharusnya memuji orang tersebut. Mungkin aku seharusnya mengakui bahwa dia lebih hebat. Mungkin seharusnya aku meniru orang tersebut. Mungkin aku seharusnya lebih rajin. Mungkin aku seharusnya lebih tertarik. Banyak mungkin lain yang ingin aku sebutkan, tapi semua itu masih mungkin buatku.

Pindah ke Bangkok ini mengajarkan aku begitu banyak hal. Aku dicerabut dari zona nyamanku. Aku dibuat tidak punya faktor yang bisa aku sombongkan. Aku pun melawan, memukuli dan marah, terhadap diriku-sendiri. Sayangnya aku tidak menyadari kalau aku marah pada diriku-sendiri. Aku melampiaskannya pada manusia-manusia di sekitarku. Alhasil, aku menyadari jumlah orang yang benar-benar sayang dan tidak menyerah terhadap diriku begitu terbatas.

Sekarang, aku bertanya pada diriku-sendiri, “Apa yang sebenarnya kamu sukai?

Karena saat aku menyukai sesuatu, aku akan dengan sendirinya mencari tahu dan belajar sampai aku memenangkan pertarungan itu. Sebuah subject atau object yang dengan segenap hati aku sukai dan memancar keluar pada setiap hal yang aku lakukan.

Beberapa orang di bawah ini punya subject atau object yang kita semua tahu :

  • @Outstandjing : calon Mentri Transportasi atau Walikota Bandung
  • @lalitia : pemilik butik barang cantik sekaligus penyanyi
  • @Qronoz : parkour
  • @Badutromantis : musik
  • @Mondododo : #CoHousing
  • @inggriasto : calon Mentri Transportasi
  • @qyon2k : jalan-jalan dan menang kuis
  • @hellosigit : makanan, ranselkecil, desain untuk pengguna
  • @pinot and @ditut : arts and crafts
  • @amasna : the web
  • @RahnePutri : puisi, musik, film festival

Menariknya, pertanyaan ini tidak signifikan saat aku belum pindah ke Bangkok. Aku bisa menjawabnya dengan lebih mudah dan yakin meski memang aku tidak pernah bisa yakin penuh.

Jadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge