Rupa-Rupa Kegiatan Bersama Supir Taksi

Sejak pindah ke Jakarta lagi, aku memutuskan untuk tidak menyetir sendiri dan menggunakan jasa taksi untuk keperluan transportasi. Bersama dengan pak atau kadang mbak supir taksi, aku punya beberapa kegiatan.

20140726-122712-44832331.jpg

Wawancara Cara Kerja
Biasanya obrolan berkisar cara kerja argo atau jam pulang. Jadi tahu kalau jam pulang taksi adalah jam 11 malam. Lewat dari itu, pak taksi kena denda. Dendanya berkisar dari 15,000 sampai 30,000 per jam. Makanya kalau ditolak supir taksi malam-malam jangan ngambek. Lebih baik kamu menawarkan tambahan uang untuk mengganti uang dendanya.

Lain dari itu, paling jadi tahu kalau supir taksi express bisa dapat mobil setelah 5 tahun dan targetnya selalu sampai. Pernah suatu hari, supir expressku sudah punya 2 mobil dan sedang cicil mobil ke-3. Anaknya supir tersebut juga sudah jadi sarjana semua. Hebat!

Pengalaman paling unik adalah naik taksi Bluebird yang supirnya sudah pernah masuk koran. Ditunjukin print korannya, dikasih minum, dikasih snack dan diajak ngobrol bahasa Inggris. Aku tanyakan mengapa dia masih bekerja meski anak-anak sudah beres sekolah. Tentu dijawab karena tidak mau nganggur. Sudah biasa kerja lalu nganggur jadi malah bingung harus bagaimana.

Ngobrolin Politik
Wuah ini paling seru! Apalagi menjelang pemilu. Heboh banget. Dari yang samaan sampai yang beda, semua excited mau ngobrol pemilu. Termasuk cerita tentang ketegangan antar supir di pool saat ngebahas jagoan masing-masing. Pemilu Presiden 2014 ini memang istimewa dan sangat berbeda dengan pemilu sebelumnya.

Sebenarnya lumayan bingung, abis pemilu bakal bahas apa lagi ya sama Pak Supir? Pembahasan gampang dan menyenangkan apa ya?

Mencoba Teknologi Baru
Taksi express tuh bisa bayar pakai flazz loh. Harusnya semua berfungsi baik karena alat membaca flazz sama dengan alat membaca absensi setiap supir. Jadi ngga ada tuh alasan ngga bisa bayar pakai flazz.

Cari Jalan Bersama
Well, suka gitu sih supir Taksi jaman sekarang. Ngga tahu jalan, bingungan. Untung ada Google Maps, Waze dan Foursquare jadi ngga bingung kasih arah. Ya standar sih ditanya ke penumpang mau lewat mana tapi males aja kalau belum-belum udah ditanya. Apalagi kalau mall terkenal.
“Pak mau ke PeeS, plasa senayan.”
“Yang mana ya itu bu? Mohon diarahkan.”
Kesannya kaya malas gitu berpikir lewat mana.

Paling lucu saat naik bluebird, pak supirnya selalu ulang pernyataan aku tapi salah.
Aku: depan belok kanan ya pak
Pak: iya kiri kita ini bentar lagi, kiri.
Aku: kanan pak
Pak: iya iya tau kiri *nujuk kanan*
Aku: *nunjuk-nunjuk kanan* iya bener situ pak
Dan itu terjadi di setiap belok kanan.

Dinasehati
Apalagi soal kapan kawin. Nasehat ini diutamakan dari supir taksi yang sepuh. Karena ditanya, “Kok pulang dengan taksi mbak? Suami tidak jemput?” Lalu kalau dibilang belum nikah akan dijawab dengan, “Wah mbaknya cantik gini kok ga ada yang mau.”

Pujian berduri…

Dimarahin
Biasanya oleh supir taksi yang sudah bete dari sananya. Masuk taksi, sudah ada aura beteknya. Jadi ngomong lokasi aja uda dibentak-bentak. Ya sudah nasib anggap saja. Oh pernah juga, argo 21ribu, aku bayar 22rivu, eh pak supirnya marah…

Nah, kamu punya cerita bersama Supir Taksi apa?

One thought on “Rupa-Rupa Kegiatan Bersama Supir Taksi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge