Weekend di Catucak Bangkok

Siapa sih yang ngga doyan ke Chatuchak? Terutama turis ya. Segala macam ada dan murah. Aku pun doyan ke Chatuchak. Tapi hanya untuk melihat-lihat baju dan aksesori yang dibuat desainer lokal. Serta untuk makan Paella!
Continue reading Weekend di Catucak Bangkok

Menonton Siam Niramit di Bangkok

Sudah sampai di Bangkok dan belum menonton Siam Niramit? Yak demikianlah aku. Menyadari kesalahan ini, browsinglah diriku mengenai Siam Niramit. Intinya si Siam Niramit ini adalah show mengenai bagaimana terjadinya Thailand. Dibagi dalam 3 sections dengan berbagai kejutan setiap sectionnya. Menariknya, dibangun sebuah studio super besar yang khusus meceritakan sejarah Thailand. Aku kagum.

Nah, pas lagi browsing-browsing, @GeryEvano rupanya akan berkunjung ke Bangkok dan janjianlah kita barengan ke Siam Niramit. Soalnya nonton sendiri pasti sedih ya, jadi kita cari teman dulu. Buat orang Indonesia, bisa loh beli tiket Siam Niramit ke orang Indonesia yang punya travel agent. Tapi aku lupa namanya T__T

Tips buat yang mau ke Siam Niramit :

  • Beli tiket yang buat nonton saja
  • Makan dulu karena di sana tidak ada yang jualan makanan dan harga makanan pinggir jalan masih lebih murah dari pada ikut makan di buffetnya
  • Ke sana via MRT Thailand Cultural Center, exit 1
  • Ambil shuttle bus gratis yang sudah disediakan pihak Siam Niramit dari MRT Cultural Center, ngga perlu pakai taksi
  • Tidak perlu repot bawa kamera heboh karena kamera pasti akan disuruh titipkan (sistemnya canggih bener)
  • Datang 1 jam sebelum show karena di luar ada banyak atraksi-atraksi seperti tari-tarian, rumah-rumah daerah dan sample snack-snack di beberapa gubug
  • Siapkan diri untuk berada di dalam studio yang cukup dingin selama kurang lebih 1,5 jam tanpa break


View Larger Map

Siam Niramit
Huai Khwang
Bangkok 10310
Cara ke Sana : MRT Thailand Cultural Center exit 1 lalu ambil shuttle bus free
Jam Buka : 17.30 (show akan dimulai 20.00)
Fasilitas : Toilet bersih, toko souvenir

Nielsen Hays Library di Bangkok

Tidak disangka, cobalah berjalan 20 menit dari BTS Chong Nonsi atau BTS Sala Daeng maka kamu akan menemukan sebuah perpustakaan bernama Nielsen Hay Library. Lokasinya tidak terlalu sulit dijangkau karena ada di kiri jalan. Di depan perpustakaan ini pun ada bus stop. Lain kali akan aku coba untuk mencari nomor bus stopnya dan post di sini. Berikut Google Maps Nielsen Hays Library


View Map to the Neilson Hays Library in a larger map

Tempatnya enak sekali, ada cafe dan galeri lukisan-lukisan dengan taman yang cukup luas untuk menikmati cuaca Bangkok yang sedang asik-asiknya (bulan Desember – Februari). Jadi bisa saja ke perpustakaan hanya untuk ke cafe dan makan sambil duduk-duduk baca majalah sendiri. Huehehe.

Nielsen Hay Library

Namanya juga perpustakaan maka butuh keanggotaan. Keanggotaannya cukup mahal untuk dewasa (22 – 65 tahun) adalah 2,500THB (atau 1,900THB untuk 6 bulan). Kita bisa pinjam 6 buku sekaligus (ini termasuk 2 buku yang masuk kategori baru). Buku kategori baru ini maksudnya buku terbitan 1 tahun kemarin dan kemungkinan banyak yang pengen pinjam. Eh tapi jangan salah, kita masih harus memberikan deposit 500THB untuk peminjaman pertama, uang ini akan dikembalikan saat kita sudah tidak menjadi member dan sudah mengembalikan semua buku yang kita pinjam.

Buat yang penasaran dengan majalah luar negeri tapi malas membeli sendiri karena akan memenuhi rumah maka jalan-jalan ke perpustakaan ini dan kemudian baca dari sini bakal jadi pilihan yang lebih menarik.

Nielsen Hays Library
195 Thanon Surawong
Bangkok
http://www.neilsonhayslibrary.com/
Cara ke Sana : BTS Sala Daeng atau BTS Chong Nonsi, jalan sekitar 20 menit.
Jam Buka : Tuesday – Sunday, 9.30 am – 5.00 pm
Fasilitas : Cafe, galeri gratis, toilet bersih, peminjaman buku

Happy New Year 2013 from Bangkok

Fireworks at Central World Bangkok

Semalam aku merayakan pergantian tahun bersama Tika dari TEDxJakarta di Central World, Bangkok. Menurut berita-berita dinantikan 200.000 orang memenuhi jalanan yang tidak ada mobil lewat tersebut. Aku dan Tika memutuskan untuk hadir di jam 10 malam, kebetulan lokasinya ngga terlalu jauh dari tempat aku tinggal.

Sampai di BTS Chidlom, sudah ramai sekali dengan orang-orang dan kami memutuskan untuk membeli tiket kereta untuk pulang sebelum keramaian menjadi-jadi di counter darurat.
Ticket Counter in BTS Chidlom

Turun langsung beli pita kelip-kelip yang ternyata dipakai oleh banyak sekali orang sehingga suasana jadi sungguh ramai dan seru!
Puopon dan Pita Kelip-Kelip

Sambil menunggu kembang api, duduklah kami di spot yang ada di tengah-tengah jalanan depan Central World. Menyenangkan sekali!!!! Kembang api yang ditunggu 2 jam juga sangat bagus dan tidak mengecewakan!

Happy New Year 2013 from Bangkok. May you 2013 will be full of greatness and awesomeness.

Loy Krathong 2012 di Bangkok

Tahun ini aku beruntung sekali bisa ada di Bangkok, tepat pada saat perayaan sebuah festival Loy Krathong. Festival yang penuh dengan cahaya dan harapan. Lokasi paling bagus untuk festival Loy Krathong ini adalah Sukhothai. Menurut website Chiang Mai – Chiang Rai, Loy Krathong adalah “The origins of Loy Krathong can be traced to the idea of water spirits and the floating away of all wrongdoings and uncontrollable calamities that befell people of the north and northeastern parts of Thailand. This is only natural, however, in as much as the North is a major rice-growing area, and also a place where superstitions have held on more strongly than in other parts of Thailand.” Definisi ini diambil dari buku King Chulalongkorn yang berjudul “The King’s Ceremonies During the Twelve Months of the Year”.

Loy artinya mengapungkan dan krathong secara harafiah adalah dekorasi. Jadi mengapungkan dekorasi, secara harafiah. Krathongnya sendiri dibuah dari batang pohon pisang yg dipotong-potong, kemudian dibungkus dengan daun pisang supaya rapi lalu dihiasi dengan daun pisang (kaya di tumpengan gitu) dan bunga-bungaan. Di tengahnya diberi lilin dan dupa (3 biji) yang dinyalakan sebelum pembuatnya mengapungkan. Sayangnya, di jaman yang serba modern ini, krathong sering dibuat dari busa yang membikin polusi air… Sungguh sayang sekali…

Lokasi yang terkenal untuk berLoy Krathong adalah Chao Praya River dan Lumphini Park. Aku kemarin mengamati festival ini dari Cathucak Park. Hanya karena ingin menghindari keramaian berlebihan dan lalu tidak bisa jalan. Rupanya di Catucak Park suasana begitu damai dan sedikit berasap.
Loy Krathongat Cathuchak Park in 2012

Menariknya sekarang, Loy Krathong menjadi festival yang mirip seperti Valentine. Karena berkembang kepercayaan bahwa krathong harus diapungkan bersama pasangan supaya jadi langgeng hubungannya. Aku rasa karena memang kelip-kelip lilin yang ada di krathong membuat suasana jadi romantis.
Loy Krathongat Cathuchak Park in 2012

Selain mengapungkan krathong ke air, ada juga yang menerbangkan lantern ke angkasa. Persis seperti perayaan Waisak di Borobudur. Mungkin karena festival-festival ini berakar dari Budhism jadi mirip-mirip gitu acaranya. Kembali menurut website Chiang Mai – Chiang Rai, laternnya bernama The Kome Loy (is a lantern that is similar to a hot-air-balloon). Sebenarnya festival untuk Kome Loy ini bernama Yee Peng Festival dan berasal dari tradisi kerajaan Lanna, kerajaan yang juga asal muasal Thailand di Northern Thailand. Karena penangganan kerajaan Lanna dan jaman sekarang beda, kayanya si Yee Peng ini dijadikan satu dengan Loy Krathong Festival. Karena awalnya berasa dari Northern Thailand, maka tempat paling cakep buat menikmati Kome Loy adalah di Chiang Mai.

Foto di bawah diambil saat naik ojek, jadilah burem ga karuan. Padahal ingin memerlihatkan beberapa orang yang sedang siap-siap menyalakan lantern untuk diterbangkan ke angkasa!
Loy Krathongat Cathuchak Park in 2012

Nah entah ini ada hubungannya dengan Loy Krathong atau tidak, sepulang dari Cathucak aku menemukan dangdutan ala Thailand! Lucu banget deh liatnya, karena mirip-mirip di Indonesia.
Dangdutan Ala Bangkok

Tahun depan ke Chiang Mai ah!

Calypso Cabaret di Bangkok

Rasanya kurang lengkap kalau berada di Bangkok lalu tidak mencoba menonton kabaret “perempuan”. Sejujurnya aku masih belum dapat memahami orang yang berganti kelamin dengan sempurna seperti ini. Mungkinkah ada waktu mereka menyesali keputusannya? Tapi post ini akan dipenuhi dengan foto sewaktu menonton kabaret ini.

Lokasi : Hotel Asia.

Harga : 500 baht per orang. Fasilitasnya penjemputan, makan malam, tiket masuk, pengantaran pulang.

Beli tiket : coba tanya ke travel agent karena lebih enak beli lewat travel agent sehingga dapat fasilitas.

Continue reading Calypso Cabaret di Bangkok

Underground Secret Dining Jakarta

Indonesian Sailor's Food

Beberapa kali mendengar keberadaan Underground Secret Dining di Jakarta, akhirnya Mei kemarin mendapat kesempatan untuk mencoba. Kali ini aku tulis tentang Underground Secret Dining Jakarta supaya teman-teman yang pengen mencoba bisa mengalami sendiri. Asik banget! Sesuai dengan tagline penyelenggaranya, “Appreciating Food Culture”, kamu akan dibawa ke tempat-tempat tak terduga bersama dengan makanan yang tak terduga juga.

Gimana sih caranya?

  1. Like dulu Facebook Page Azanaya. Supaya gampang dapat informasi karena kita ga usah sering-sering buka websitenya.
  2. Secepatnya kirim email kalau ada undangan ikutan USD.
  3. Bayar biayanya sesuai dengan instruksi di email. Ada grace period kok jadi kalau kelupaan hari ini masih bisa dilunasi besok atau lusanya. Terakhir aku bayar Rp. 148.000
  4. Tunggu email lokasinya. Biasa diberikan 2 atau 3 hari sebelum event. Bakal disms juga sama penyelenggaranya.
  5. Jalan ke lokasinya dan makan deh!

Sangat mudah dan ngga perlu repot kan? Kemarin aku memakan makanan orang laut. Sayangnya agak lupa daerah mana. Semua makanannya banyak yang didasarkan pada kelapa, baik dalam bentuk parutan atau pun santan. Favoritku Sambal Tahi Kelapa. Namanya emang kurang oke dan jangan dibayangkan pada saat memakannya, tapi rasanya BEUH enak banget buat dimakan bersama IKAN PANGGANG!

Indonesian Sailor's Food

Anyway, jangan lupa bawa kotak makan karena di akhir acara selalu ada sesi bungkus-bungkus dan kemarin aku lupa bawa kotak makan 🙁 Menyesal selalu datang terlambat 😛 Beberapa foto yang aku ambil bisa dilihat di Flickrku.

Ps. Ada event yang terbuka untuk umum loh Minggu, 24 Juni 2012. Mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore di Basket Hall, Senayan. Akan ada makanan terbaik seantero nusantara. Soalnya ini ulang tahun Underground Secret Dining.