Tokyo Skipjack, Steak Citarasa Jepang di Jakarta

INI ADALAH STEAK KESUKAANKU! Medium US Rib Eye atau Sirloin dengan saus Honey Mustard yang dimakan bersama jagung manis bakar dan bayam saus segar (sampai saat ini hanya ketemu di Tokyo Skipjack). 

Sungguh sejak hadirnya Tokyo Skipjack, aku hanya bisa berpikir tentang makan steak di Skijpack, setiap kali ada yang bertanya soal makan enak. Padahal dulu, pilihan makananku jauh lebih banyak. Misalnya sushi atau masakan lain. Sekarang, steak terus yang ada di pikiranku. Hihihi.

Menariknya, Tokyo Skipjack ini bukan steak mahal namun memiliki kemampuan memasak seperti restaurant mahal. Kalau di restaurant mahal, kita akan ditanya tingkat kematangan steak yang akan dinikmati. Nah di Tokyo Skipjack juga demikian. Ditanya maunya makan steak dengan tingkat kematangan apa. Mulai dari Medium Rare sampai Well Done. Mungkin bisa juga yang Rare, tapi siapa ya mau makan steak Rare? O_O Dari FBnya Tokyo Skipjack, ini dia chart tingkat kematangan steak di Tokyo Skipjack.
Doneness Steak Tokyo Skipjack

Pembuat cita rasa Jepang di Tokyo Skipjack adalah saus dan pelengkapnya. Sausnya ada yang Japanese Chimicuri dan modifikasi sambal Jepang, Wasabi. Selain itu pada salad bayam yang sangat aku sukai, ada saus nikmat bertabur wijen. Saus ini menurutku punya cita rasa Jepang yang khas. 

 Lalu yang seru, mereka bikin aplikasi untuk iPhone atau iPad. Lucu banget sih ada appnya. Di appnya lagi ada berita soal saus kesayanganku, honey mustard!

 Dan ini dia crew yang sangat tanggap, sigap dan apal sama pesenanku 😛 Beberapa sudah tidak ada di Tokyo Skipjack tapi masih ada juga beberapa. Fotonya diambil dari FB Tokyo Skipjack.Tokyo Skipjack Crew

Tokyo Skipjack
Jakarta
Jl. Bulungan 16 Jakarta Selatan
Phone: (021) 99725000

Bali
Jalan Kayu Cendana No. 1,
Seminyak, Bali 80361
Phone: (0361) 730986

Twitter @TokyoSkipjack (kurang update ya)

Mie Kari dari Thailand Utara

Khao Soi

Nama resminya : Khao soi atau khao soy (Thai: ข้าวซอย [kʰâw sɔːj]). Makanan khas Thailand Utara ini rupanya mendapat pengaruh yang besar dari Burma. Kalau menurutku sendiri, khao soi adalah pelipur lara saat menginginkan kari ayam. Tinggal bawa lonton aja kalau mau makin terasa “lebaran”.

Khao Soi ini lebih enak yang ayam, meski ada versi babi. Kuahnya santan drngan berbagai bumbu yang salah satunya pasti kunir soalnya kuahnya warna kuning. Memang Khao Soi ini akan jadi enak saat sudah dicampur dengan kondimen-kondimennya.

Kondimennya ada bawa merah segar, sambal dengan minyak berlimpah, jeruk nipis dan sayur asin (sepertinya). Aku selalu suka menambahkan bawang, jeruk dan sambal. Ngga pernah menambahkan sayur asinnya karena ngga enak sama sekali.

Khao Soi paling enak memang ditemui di Sukhumvit 38, warung ujung kanan. Tapi si daerah makan siang perkantoran juga sering ditemui khao soi. Seperti di food court Empire Tower, Sathorn. Dijual di stall kecil dengan signage gambar Ibu-Ibu. Sungguh mengingatkan pada ayam goreng Ny. Suharti.

Makan Malam di Sukhumvit Soi 38

Kamis, 6 Agustus 2012. Aku mendadak ingin bertemu dengan Mba Dini yang juga orang Indonesia. Meski pun diajak dadakan, Mba Dini juga sedang tidak ada keriaan apa-apa sore itu. Jadilah kami janjian untuk makan malam. Awalnya aku ingin coba makan di Thonglor yang terkenal banyak makanan. Lalu Mba Dini mengajak mencicipi makanan di Sukhumvit Soi 38, sudah terkenal tempat ini. Langsung aku iya-iya aja karena pernah dengar dari @arieparkesit kalau tempat ini banyak makanannya, dan apalagi aku udah laper banget.

Dari kantor ke Sukhumvit Soi 38 aku hanya perlu melewati 2 stasiun BTS. Berhenti di BTS Thong Lor dan keluar di exit 4. Sesampainya aku di sana sungguh  kelaparan apalagi kalau dilihat dari tangga BTS, Soi 38 ini memang semacam soi yang banyak makanan.

Glorious Sukhumvit Soi 38

Setelah Mbak Dini sampai di BTS Thong Lor, kami sama-sama turun dan aku mulai menikmati suasana jalanan yang penuh makanan ini. Sambil mengikuti Mbak Dini yang menjadi tour guide makan-makan hari itu.

Di sisi kiri jalan, ada sebuah stall Mango Sticky Rice. Menurut Mba Dini sticky ricenya lembut banget dan aku setuju! Pesan dulu Mango Sticky Rice lalu minta diantar ke kedai tempat makan. Di sini juga bisa mangganya diganti dengan durian. Luar biasa memang ya! Mango Sticky Ricenya seporsi 60 baht dan kalau ingin buahnya dicampur mangga dan durian harganya menjadi 80 baht.

Diajak ke stall paling ujung di sebelah kanan. Nama stallnya ditulis dalam bahasa Thailand.

Kway Teow from Ayutthaya

Memesan 1 mangkuk mie spesial di stall tersebut. Ada pilihan daging babi dan daging ayam. Kami memilih daging ayam. Ketika datang, mienya disiram dengan kuah santan berwarna kuning yang ketika dicicipi sama seperti kari ayam Indonesia, gurih mantap! Senaaaaang sekali karena di Thailand, jarang ada makanan yang gurih mantap, biasanya asam atau manis atau pedas. Dengan kondimen bawang merah yang diiris dan jeruk nipis, serta sambal yang mantap sekali, mie kari ayam ini sungguh recommended untuk dicoba! Seporsi harganya aku tidak pernah tahu karena selalu makan dengan teman-teman lain tapi sepertinya tidak lebih dari 60 baht.

NIKMAT TAK TERKATAKAN.

Note : Postingan ini dibuat sejak 3 bulan yang lalu dan sejak 3 bulan yang lalu, aku bergantian mengajak teman-teman pejalan ke mie ayam ini dan mereka bilang mie ayamnya enak banget.

Makan Xiao Long Bao Warna-Warni

Dear Blog,

Kemarin aku makan Xiao Long Bao warna-warni di Paradise Dynasty, Plasa Senayan lantai 5 (sebelah bioskop). Xiao Long Bao adalah sebuah makanan yang seperti siomay atau hakau gitu dan kemarin adalah pertama kalinya aku makan Xiao Long Bao. Kalau diucapkan jadi sia long pau, aneh ya, tulisannya gitu tapi bacanya gitu. Nah lucunya ya, di dalam Xiao Long Bao ada kuahnya. Seperti makan siomay di abang tukang bakso tapi kuahnya di dalam, bukan di luar. Cara makannya pun unik. Kulitnya digigit sedikit lalu kuahnya dihisap, baru dimakan seluruhnya. Aku suka karena Xiao Long Bao kemarin kulitnya tipis tapi kuah di dalamnya tidak keluar.

Continue reading Makan Xiao Long Bao Warna-Warni