Blue Black or White Gold? #TheDress

Tiba-tiba semua orang bingung, apa warna baju ini? Blue and Black atau White and Gold. Swiked mengupload foto baju ini karena dia dan temannya berdebat tentang warna baju ini. Dia dan temannya pun tidak  bisa sepakat warna baju itu.

Eh rupanya uploadan dia membuat semua orang di Tumblr berdebat dan masuk ke berbagai channel berita. Sampai-sampai Buzzfeed membuat analisa mengapa satu baju ini bisa punya 2 warna.

Apakah ini adalah baju dari dunia Harry Potter yang kemudian LEAKED ke dunia muggle? O_O

Aku akan update post ini kalau-kalau ada yang bisa memberi jawaban ilmiahnya. Tapi menurut kamu, apa warna baju ini?

Update

Pagi: Taylor pun memberikan pendapatnya

10.00 am: Wired menulis tentang baju ini. Mengajak seorang Neuroscientist untuk memberi pendapat.

“What’s happening here is your visual system is looking at this thing, and you’re trying to discount the chromatic bias of the daylight axis,” says Bevil Conway, a neuroscientist who studies color and vision at Wellesley College. “So people either discount the blue side, in which case they end up seeing white and gold, or discount the gold side, in which case they end up with blue and black.” (Conway sees blue and orange, somehow.)

2.00 pm: Akhirnya Vogue memberitahu dress mana yang lebih cantik dibanding dress hitam biru/emas putih ini. (iya sih dressnya itu ngga bagus :P) 7.24 pm: Masuk ke berita nasional di US 

11.45 pm: Mamaku melihatnya Putih Emas dan sama sekali tidak melihat Biru Hitam. Kami memandang foto yang sama…

28 Feb 2015: Penjual baju Roman menambah tulisan #TheDress di website resminya. Nama dress ini sekarang “Royal-Blue #TheDress Lace Bodycon Dress”. Roman juga berjanji akan membuat versi White Gold supaya tidak kecewa ya teman-teman yang lain.
Roman Royal Blue #TheDress

Obsesiku Dengan Tas

Bahwa saya terobsesi dengan tas, bukanlah menjadi rahasia. Sering sekali ngobrol dengan teman-teman, topiknya, “Aduh pengen banget deh tas seri terbaru si anu atau merek ini.” Meski pun lebih sering tidak terbeli karena tidak punya dananya. Ngarep banget ya bisa punya Hermes Garden Party Shoulder Tote Bag. Bekasnya saja masih semahal ini.

Jumlah tasku sungguh banyak. Sayangnya sampai sekarang belum punya tempat khusus untuk menggantung dan meletakkan tas. Sepertinya baik kalau punya tempat khusus dan setiap tas diberi isian kertas koran uwel-uwel agar bentuknya tidak berubah.

Sewaktu diskonan Fossil, aku membeli semacam saddle bag dengan warna tan. Sungguh aku sayang sekali tas ini!

Fossil Tan Slingbag Saddle Bag

Oh iya, aku menemukan infographic yang bagus tentang bentuk dan sebutan tas. Bisa jadi pegangan saat ingin beli tas baru:

The Handbag

 

Golden Globes 2011 – Baju Keren

Olivia_wilde
Emma_stone
Brad_pitt__angelina_jolie
Scarlett_johansson
Jennifer_lopez
Leighton_meester
Claire_danes
Jayma_mays
Julianne_hough
Dianna_agron
Megan_fox
Catherine_zeta-jones

Di atas adalah baju-baju yang aku suka dari Golden Globe 2011. Sepertinya bahan berkilau adalah bahan yang lagi digemari oleh designer di LA. Tapi emang keren sih. 

Di bawah beberapa baju yang aneh dan aku ngga suka banget di Golden Globe 2011 

January_jones
Natalie
Julianne_moore
Christina_aguilera
Heidi_klum

Baju Pertama : trying too hard

Baju Kedua : mawarnya aneh

Baju Ketiga : perlu disetrika

Baju Keempat : ekornya itu loh…

Baju Kelima : kaya ke pantai jeeee

 

Foto diambil dari http#mce_temp_url#

Take Time to Put On Your Clothes

Media_httpfiles0lookb_bqreo

Sudah lama tidak berdandan dan kemudian mempublishnya ke Blog. Sangat lama. Bukan karena aku tidak mau. Tapi karena aku tidak PEDE 🙁 Yeah, everybody say that I’m a very pede person (apaan sih pede bahasa Inggrisnya). But, no, you all wrong.

Well, ga boleh berkubang dalam rasa tidak senang dan tidak pede. Marilah diriku bangkit berdiri dan memakai beberapa barang baru kubeli.

Besok mau pamer ah abis beli apa aja 😀

Foto taken from Old Leather Bag from the 80´s // “spring is my time” by Sina Lüder // LOOKBOOK.nu

Batik Madura

Media_httpwwwkompasco_tixoh

Salah satu sudut pasar tradisional batik di Pasar Tujuhbelas Agustus, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (7/2). Sampai saat ini sebagian besar perajin batik di Pamekasan masih setia membuat batik tulis.

PESONA BATIK MADURA
Melongok Keindahan di Pulau nan Gersang
Selasa, 16 Februari 2010 | 03:04 WIB
Oleh A Budi Kurniawan dan Nina susilo

Memasuki Pulau Madura, terhampar ribuan hektar tanah kapur yang keras dan kering. Namun, saat masuk salah satu sudut Kabupaten Bangkalan atau Kabupaten Pamekasan, keramahan penduduk dan keindahan batik tulis Madura akan jadi kejutan pesona.

Sambil menyapa dengan ramah, Supik Amin (50), pemilik gerai batik Tresna Art di Jalan Muhammad Cholil, Bangkalan, mempersilakan para pengunjung mencicipi minuman kopi Madura dan pisang rebus tepat di depan pintu masuk toko. ”Ini kopi khas Madura, rasanya beda karena diseduh dengan kayu manis dan rempah-rempah. Silakan dinikmati, ini gratis,” ucapnya ramah.

Suasana semakin nyaman karena lantunan musik khas Madura menggema dari sudut ruangan.

Gerai batik Tresna Art mulai ramai sejak beroperasinya Jembatan Suramadu, Juni 2009. ”Omzet saya naik hingga tiga kali lipat. Paling ramai biasanya hari Jumat, Sabtu, dan Minggu,” kata Supik, yang saat itu sedang dikunjungi pembeli asal Padang.

Untuk mendapatkan koleksi dagangan, Supik memburu batik hampir di seluruh penjuru Madura. Salah satu tempat yang sering ia kunjungi adalah Pasar Tujuhbelas Agustus di Pamekasan.

Arif (50), pedagang batik di pasar itu, sebenarnya bekas penjual sate di sekitar Mal Pondok Indah, Jakarta, tiga tahun lalu. Ia bahkan pernah menjadi buruh bangunan. Namun, karena biaya hidup di Jakarta begitu tinggi, ia memutuskan pulang ke Pamekasan setelah menikah. Pasalnya, istrinya adalah pembatik dan pedagang batik. ”Hasilnya lebih banyak batik. Kalau bukan hari pasaran, saya bisa jual batik di pasar lain. Apalagi setelah Jembatan Suramadu jadi. Banyak orang luar Madura berbelanja ke Pamekasan,” kata Arif.

Pasar Tujuhbelas Agustus merupakan sentra penjualan batik khas Madura. Pasar ini hanya buka pada hari pasaran, yaitu Kamis dan Minggu. Pada hari itulah pasar batik Tujuhbelas Agustus ramai dikunjungi masyarakat Pamekasan dan pembeli partai besar dari Jawa.

Namun, berbeda dengan gerai batik Tresna Art, jual-beli di Pasar Tujuhbelas Agustus berlangsung dalam suasana pasar desa yang bernuansa tradisional. Pedagang menggelar dagangan di lantai, atau memajang kain di tali yang direntangkan di sembarang tempat. Harap maklum, tak banyak pedagang yang fasih berbahasa Indonesia.

Di Pasar Tujuhbelas Agustus, sebagian besar pedagang menjual batik tulis. Bagi para perajin ataupun pembeli, batik tulis dikategorikan sebagai batik kelas ningrat yang harganya berlipat-lipat dibandingkan dengan batik cap pabrikan. Jika harga batik cap Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per potong, harga batik tulis bisa mencapai Rp 400.000 per potong, bahkan tidak sedikit pedagang yang membawa batik tulis halus seharga Rp 1,5 hingga Rp 2 juta per potong.

Di bagian belakang

Terletak di bagian belakang Pasar Tujuhbelas Agustus, orang harus melewati los pasar kambing, ayam, dan itik, untuk sampai di los batik. Di dalam pasar beratap genteng dan beralas lantai tanah ini, 70-an pedagang batik menjajakan sejumlah corak kain dan baju batik.

Bahrul Ulum (30), perajin sekaligus pedagang batik, mengatakan, karakter batik tulis Madura sangat mencolok. Pewarnaannya tajam dengan dominasi kuat warna hitam dan merah.

Sifat dinamis batik Pamekasan terlihat dari keragaman motifnya, mulai dari yang paling rumit dan kuno, seperti ”sekar jagat” dan ”junjung drajat”, hingga motif ”bunga puka”, ”klampung”, ”tiga dimensi”, dan ”pancawarna”. Bahkan, berkembang pula motif baru, yaitu ”suramadu” dan ”manohara”. ”Suramadu dan manohara adalah motif baru. Disebut suramadu karena motifnya sulur-sulur seperti tali-tali Jembatan Suramadu. Disebut manohara karena motifnya meniru pakaian bintang sinetron Manohara,” kata Muslim (30), penjual di Sentra Batik Jokotole.

Sebagian perajin batik di Madura juga masih menyimpan batik tulis kuno yang dibuat dengan teknik pewarnaan alami, seperti menggunakan daun jati dan daun sawo. Satu potong kain batik kuno harganya bisa mencapai Rp 3 juta.

Wakil Bupati Pamekasan Kadarisman Sastrodiwirdjo mengatakan, pemerintah kabupaten sedang membuka pasar batik Pamekasan ke luar daerah, seperti Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Targetnya, kerajinan batik dapat menjadi mata pencarian pokok warga.

Selain Bangkalan dan Pasar Tujuhbelas Agustus, sentra batik Madura juga berkembang di Desa Badung, Kecamatan Palengaan, serta Desa Toket; dan Candiburung, Kecamatan Propo, Pamekasan.

Pasar batik di Madura sangat menarik sebagai tujuan wisata belanja. Eksotisme Pasar Tujuhbelas Agustus yang hanya ramai setiap hari pasaran, Kamis dan Minggu, itu jelas memiliki daya tarik tersendiri.

Sayang, sebagian pedagang belum fasih menjelaskan kekhasan produk mereka.

Diambil dari Kompas Hari Ini