Happy Birthday HM King Bhumibol Adulyadej of Siam

I’m so lucky! Pada 5 Desember 2012, Raja Thailand berulang tahun ke-85 dan Bangkok merayakannya dengan penuh kegembiraan. Kebetulan Raja sedang tidak sehat dan kemudian dirawat di rumah sakit. Namun untuk ulang tahunnya yang ke-85, Raja merayakannya bersama rakyat Thailand dengan memberikan salam lewat balkon Anantha Samakhom Throne Hall.

Aku kebetulan hanya menyaksikan peristiwa bersejarah ini lewat live streaming tv lokal. Sebenarnya ingin berkunjung langsung tapi takut ngga bisa pulang karena diberitakan sekitar 100.000 orang berkumpul untuk memberikan hormat kepada Raja. Tidak sedikit yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan hormat dan salamnya kepada Raja.

 

 

Raja juga memberikan seruan kepada rakyatnya untuk bersatu, demikian diberitakan oleh AFP. Sepertinya Raja sedih karena kemarin ada demonstrasi di Bangkok yang menuntut Perdana Menteri sekarang diturunkan.

Sepanjang live streaming, aku mendengar orang-orang berteriak memberikan salam. Setelah googling kanan kiri dan mendengar lewat Google Translate, aku menemukan bahwa orang-orang ini meneriakkan “Long Live the King”. Dalam bahasa Thailand, Long Live the King ditulis seperti ini ทรงพระเจริญ dan dibaca seperti ini “Thrng phra ceriỵ”. Coba gunakan Google Translate dan copy paste huruf Thailandnya, translate dari Thai ke Thai, lalu klik icon suaranya, nanti akan ketahuan seperti apa bunyinya.

Video dari Guardian ini juga memperlihatkan keramaian ulang tahun Raja.

Aku kagum dengan orang-orang Thailand yang memiliki kesetiaan begitu kuat terhadap Raja. Tentu aku dibesarkan dan dididik di sebuah negara yang berbasis demokrasi sehingga tidak bisa mengerti betul bagaimana cara pandang orang Thailand yang memang sistem negaranya berbasis Kerajaan. Aku pikir, aku tidak akan pernah mengerti.

Loy Krathong 2012 di Bangkok

Tahun ini aku beruntung sekali bisa ada di Bangkok, tepat pada saat perayaan sebuah festival Loy Krathong. Festival yang penuh dengan cahaya dan harapan. Lokasi paling bagus untuk festival Loy Krathong ini adalah Sukhothai. Menurut website Chiang Mai – Chiang Rai, Loy Krathong adalah “The origins of Loy Krathong can be traced to the idea of water spirits and the floating away of all wrongdoings and uncontrollable calamities that befell people of the north and northeastern parts of Thailand. This is only natural, however, in as much as the North is a major rice-growing area, and also a place where superstitions have held on more strongly than in other parts of Thailand.” Definisi ini diambil dari buku King Chulalongkorn yang berjudul “The King’s Ceremonies During the Twelve Months of the Year”.

Loy artinya mengapungkan dan krathong secara harafiah adalah dekorasi. Jadi mengapungkan dekorasi, secara harafiah. Krathongnya sendiri dibuah dari batang pohon pisang yg dipotong-potong, kemudian dibungkus dengan daun pisang supaya rapi lalu dihiasi dengan daun pisang (kaya di tumpengan gitu) dan bunga-bungaan. Di tengahnya diberi lilin dan dupa (3 biji) yang dinyalakan sebelum pembuatnya mengapungkan. Sayangnya, di jaman yang serba modern ini, krathong sering dibuat dari busa yang membikin polusi air… Sungguh sayang sekali…

Lokasi yang terkenal untuk berLoy Krathong adalah Chao Praya River dan Lumphini Park. Aku kemarin mengamati festival ini dari Cathucak Park. Hanya karena ingin menghindari keramaian berlebihan dan lalu tidak bisa jalan. Rupanya di Catucak Park suasana begitu damai dan sedikit berasap.
Loy Krathongat Cathuchak Park in 2012

Menariknya sekarang, Loy Krathong menjadi festival yang mirip seperti Valentine. Karena berkembang kepercayaan bahwa krathong harus diapungkan bersama pasangan supaya jadi langgeng hubungannya. Aku rasa karena memang kelip-kelip lilin yang ada di krathong membuat suasana jadi romantis.
Loy Krathongat Cathuchak Park in 2012

Selain mengapungkan krathong ke air, ada juga yang menerbangkan lantern ke angkasa. Persis seperti perayaan Waisak di Borobudur. Mungkin karena festival-festival ini berakar dari Budhism jadi mirip-mirip gitu acaranya. Kembali menurut website Chiang Mai – Chiang Rai, laternnya bernama The Kome Loy (is a lantern that is similar to a hot-air-balloon). Sebenarnya festival untuk Kome Loy ini bernama Yee Peng Festival dan berasal dari tradisi kerajaan Lanna, kerajaan yang juga asal muasal Thailand di Northern Thailand. Karena penangganan kerajaan Lanna dan jaman sekarang beda, kayanya si Yee Peng ini dijadikan satu dengan Loy Krathong Festival. Karena awalnya berasa dari Northern Thailand, maka tempat paling cakep buat menikmati Kome Loy adalah di Chiang Mai.

Foto di bawah diambil saat naik ojek, jadilah burem ga karuan. Padahal ingin memerlihatkan beberapa orang yang sedang siap-siap menyalakan lantern untuk diterbangkan ke angkasa!
Loy Krathongat Cathuchak Park in 2012

Nah entah ini ada hubungannya dengan Loy Krathong atau tidak, sepulang dari Cathucak aku menemukan dangdutan ala Thailand! Lucu banget deh liatnya, karena mirip-mirip di Indonesia.
Dangdutan Ala Bangkok

Tahun depan ke Chiang Mai ah!