Museum Sandi di Yogyakarta

Betapa menariknya melihat sebuah museum yang menampilkan seluk-beluk kegiatan RAHASIA. Kegiatan bertukar sandi…

Sandi digunakan oleh banyak negara untuk melindungi keamanan informasi yang sedang ditukar. Rupanya Indonesia juga punya sandi sendiri. OMG. Tidak pernah terpikir bahwa kita punya sandi yang diciptakan oleh orang Indonesia dan dipakai untuk bertukar pesan antar kita sendiri. Negara kita pun menempatkan ahli sandi di berbagai Kedutaan Besar Republik Indonesia. Untuk apa? Sungguh ku tak mengerti. Kukira negara kita untuk urusan persandian diserahkan pada yang mistis-mistis macam dukun. Continue reading Museum Sandi di Yogyakarta

Nielsen Hays Library di Bangkok

Tidak disangka, cobalah berjalan 20 menit dari BTS Chong Nonsi atau BTS Sala Daeng maka kamu akan menemukan sebuah perpustakaan bernama Nielsen Hay Library. Lokasinya tidak terlalu sulit dijangkau karena ada di kiri jalan. Di depan perpustakaan ini pun ada bus stop. Lain kali akan aku coba untuk mencari nomor bus stopnya dan post di sini. Berikut Google Maps Nielsen Hays Library


View Map to the Neilson Hays Library in a larger map

Tempatnya enak sekali, ada cafe dan galeri lukisan-lukisan dengan taman yang cukup luas untuk menikmati cuaca Bangkok yang sedang asik-asiknya (bulan Desember – Februari). Jadi bisa saja ke perpustakaan hanya untuk ke cafe dan makan sambil duduk-duduk baca majalah sendiri. Huehehe.

Nielsen Hay Library

Namanya juga perpustakaan maka butuh keanggotaan. Keanggotaannya cukup mahal untuk dewasa (22 – 65 tahun) adalah 2,500THB (atau 1,900THB untuk 6 bulan). Kita bisa pinjam 6 buku sekaligus (ini termasuk 2 buku yang masuk kategori baru). Buku kategori baru ini maksudnya buku terbitan 1 tahun kemarin dan kemungkinan banyak yang pengen pinjam. Eh tapi jangan salah, kita masih harus memberikan deposit 500THB untuk peminjaman pertama, uang ini akan dikembalikan saat kita sudah tidak menjadi member dan sudah mengembalikan semua buku yang kita pinjam.

Buat yang penasaran dengan majalah luar negeri tapi malas membeli sendiri karena akan memenuhi rumah maka jalan-jalan ke perpustakaan ini dan kemudian baca dari sini bakal jadi pilihan yang lebih menarik.

Nielsen Hays Library
195 Thanon Surawong
Bangkok
http://www.neilsonhayslibrary.com/
Cara ke Sana : BTS Sala Daeng atau BTS Chong Nonsi, jalan sekitar 20 menit.
Jam Buka : Tuesday – Sunday, 9.30 am – 5.00 pm
Fasilitas : Cafe, galeri gratis, toilet bersih, peminjaman buku

Happy Birthday HM King Bhumibol Adulyadej of Siam

I’m so lucky! Pada 5 Desember 2012, Raja Thailand berulang tahun ke-85 dan Bangkok merayakannya dengan penuh kegembiraan. Kebetulan Raja sedang tidak sehat dan kemudian dirawat di rumah sakit. Namun untuk ulang tahunnya yang ke-85, Raja merayakannya bersama rakyat Thailand dengan memberikan salam lewat balkon Anantha Samakhom Throne Hall.

Aku kebetulan hanya menyaksikan peristiwa bersejarah ini lewat live streaming tv lokal. Sebenarnya ingin berkunjung langsung tapi takut ngga bisa pulang karena diberitakan sekitar 100.000 orang berkumpul untuk memberikan hormat kepada Raja. Tidak sedikit yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan hormat dan salamnya kepada Raja.

 

 

Raja juga memberikan seruan kepada rakyatnya untuk bersatu, demikian diberitakan oleh AFP. Sepertinya Raja sedih karena kemarin ada demonstrasi di Bangkok yang menuntut Perdana Menteri sekarang diturunkan.

Sepanjang live streaming, aku mendengar orang-orang berteriak memberikan salam. Setelah googling kanan kiri dan mendengar lewat Google Translate, aku menemukan bahwa orang-orang ini meneriakkan “Long Live the King”. Dalam bahasa Thailand, Long Live the King ditulis seperti ini ทรงพระเจริญ dan dibaca seperti ini “Thrng phra ceriỵ”. Coba gunakan Google Translate dan copy paste huruf Thailandnya, translate dari Thai ke Thai, lalu klik icon suaranya, nanti akan ketahuan seperti apa bunyinya.

Video dari Guardian ini juga memperlihatkan keramaian ulang tahun Raja.

Aku kagum dengan orang-orang Thailand yang memiliki kesetiaan begitu kuat terhadap Raja. Tentu aku dibesarkan dan dididik di sebuah negara yang berbasis demokrasi sehingga tidak bisa mengerti betul bagaimana cara pandang orang Thailand yang memang sistem negaranya berbasis Kerajaan. Aku pikir, aku tidak akan pernah mengerti.