Kosenda Hotel

Ada di Jalan Wahid Hasyim 127, Jakarta, hotel ini kecil namun sangat cantik. Aku tahu karena posting instagram temanku dan lokasinya bagus sekali buat yang pengen weekend-an di tengah kota.

Dari teras di depan, sudah ada mural-mural yang bercerita tentang Jakarta. Mural-mural ini digambar oleh Sanchia.

20130826-064354.jpg

20130826-064508.jpg

Dilanjutkan dengan mural-mural lain di dalam hotel. Kebetulan foto-foto yang aku ambil ini muralnya di dalam restroom.

20130826-064532.jpg

20130826-064749.jpg

20130826-064733.jpg

20130826-064911.jpg

Kalau kamarnya, aku paling suka kepala kasurnya. Bagus banget!

20130826-065141.jpg

20130826-065323.jpg

Pattern ini tersebar di kamar dan aku suka banget gitu!

20130826-065449.jpg

20130826-070311.jpg

Selain kepala kasur, aku suka karena segala kelengkapan mandinya tuh Khiel’s gitu!

20130826-070043.jpg

20130826-075211.jpg
(Ini fotonya Ochie)

Untungnya kemarin sempat foto narsis bersama Ochie dan kemudian Dila <3

20130826-065514.jpg

Perhatiin deh logonya. Kemarin Mande memberi pencerahan tentang betapa konsistennya Kosenda Hotel terhadap bentuk. Diperlihatkan bentuk-bentuknya yang memang punya kesamaan. Lalu dia mencerahkan kembali : wah ini tuh maksudnya diamond tapi tengahnya huruf K.

20130826-071415.jpg

Sebagai foto terakhir, aku bagikan foto telepon merah ini. Kamu bisa lihat langsung telepon merah ini dengan berkunjung ke Kosenda Hotel dan menginap. Atau minta tur sama mas-nya. Tapi nginep aja lebih seru. Soalnya sekarang ini masih dalam rangka promosi gitu jadi banyak diskon. Kalau engga, ya ke agoda aja. Kemarin aku dapat rate 450.000 rupiah saja gitu! Kata Mande lagi, secara standar, hotel butik itu kelasnya bintang 4.

20130826-071714.jpg


Kosenda Hotel

Jl. KH Wahid Hasyim No.127 Jakarta 10240 Indonesia
Telp. 021 3193 6868
Fax. 021 3193 6767
Email : info@kosendahotel.com

Belajar Menyelam di Tulamben, Bali

Di akhir 2012 kemarin, aku ke Bali untuk berlibur sekaligus mencari sertifikasi menyelam dengan mengambil kelas Open Water Diving. Sekarang aku sudah menjadi Open Water Diver dengan kemampuan minimal dalam hal buoyancy serta masih panik bingung dewe. Aku mengambil sertifikasi SSI level paling awal ini lewat Bali Diving International Professional. Dengan instruktur baik hati serta super sabar bernama Angga. Sungguh direkomendasikan mengambil sertifikasi bersama mereka. Sabar banget.

Alderina dan Angga Continue reading Belajar Menyelam di Tulamben, Bali

Mengenai Anak Muda dan Wakil Gubernur Jakarta yang Baru Terpilih

Judul yang panjang tapi demikianlah postingan ini diharapkan. Aku jelas bukan siapa-siapa. Aku hanya prihatin dengan tren yang terjadi.

Sebenarnya kehadiran Ahok di pemerintahan Jakarta sungguh sangat membebaskan aku. Karena Ahok ini Kristen dan Cina, sebuah kombinasi yang nampak mustahil ada di pemerintahan. Supaya lebih jelas dan tidak ada yang menuduh macam-macam, aku cina dan aku Kristen. Bayangkan, di kota yang FPI begitu kuat dan heboh menentang segala maca, ada Wakil Gubernur yang Cina dan Kristen. Semacam mujizat dan aku bersyukur karena dengan begini, kita tahu bahwa masyarakat memang memilih bukan berdasar ras dan agama.

Aku juga melihat pemimpin Jakarta yang sekarang memang berniat baik dan bekerja sebaik mungkin. Media massa juga dengan cakepnya membantu mereka memperlihatkan kerja-kerja mereka. Apalagi Jokowi ini mirip Obama, media darling banget, media senang sekali memuji dan mengelu-elukan dia. Jadi adanya Ahok pun ngga menghalangi Jokowi jadi orang nomor 1 di Jakarta.

Sepertinya porsi tugasnya dibagi menjadi; Jokowi untuk masalah luar dan Ahok masalah dalam. Kalau dilihat dari berita-berita ya. Ahok pun punya masa lalu yang baik, bukan orang baru di pemerintahan dan juga berjuang dari bawah untuk ada di posisi sekarang.

Tapi menurutku, tidak ada yang benar-benar bersih di pemerintahan.

Bukannya mendoakan mereka berkinerja buruk, namun aku yakin ada hal-hal yang terlewat atau tidak terperhatikan dengan baik. Lalu kita lupa bahwa mereka tetap perlu diawasi. Ingat manajemen ekspektasi. Selama ini, tidak ada presiden atau gubernur yang tidak mengecewakan kita. Selalu pada akhirnya kita berbalik menusuk mereka padahal awalnya mengelu-elukan. Sebuah tindakan yang tidak adab dan menunjukkan kekurangan kita sebagai manusia.

Aku pikir, wajar sekali kalau kemudian kita menaruh begitu banyak harapan kepada Jokowi dan kemudian Ahok. Terutama anak muda. Karena anak muda selalu punya gemuruh berlebihan ketika berhadapan dengan perubahan. Sudah menjadi karakter anak muda yang ingin bebas dari ini itu. Mungkin karena waktu masih kecil aturan begitu banyak dan orang tua sering bilang, “Nanti kalau sudah besar, boleh (isi dengan hal-hal yang biasa dilarang waktu kecil)”.

Sayangnya, saking seringnya anak kecil dilarang, saat mereka merasa sudah besar, keinginan melakukan ini itu jadi lebih besar. Lalu lupa mengendalikan diri. Jadilah berontak terhadap hal-hal yang sebenarnya baik dan tidak ada salahnya untuk dilakukan. Misalnya, tidak ada salahnya membereskan kamar setiap hari. Karena beberes kamar tiap hari itu membuat kita tidak perlu melakukan beberes kamar sampai berjam-jam setiap weekend. Weekend jadi habis untuk beres-beres. Tapi sebagai anak muda yang penuh semangat, semangat memberantakan kamar juga tinggi dan nasehat Ibu untuk beres-beres tidak lah diindahkan. Lalu sakit karena kamarnya kotor. Salah sendiri kan.

Nah kembali ke Ahok yang nampaknya sangat bersemangat membawa perubahan. Anak muda senang, orang tua pun senang. Apalagi Jakarta sekarang punya channel YouTube. Memperlihatkan berbagai hal positif yang dilakukan pemerintah. Sungguh sangat maju dan tepat sekali kalau ingin merangkul generasi internet 😉

Cuma begini ya, menurutku ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh kita semua dalam rangka hal-hal baik yang bisa terjadi :

  • Ngga semua hal bisa dishare di social media. Termasuk ngga semua rapat bisa direkam dan dishare di Youtube Pemprov DKI Jakarta. Sepertinya tim penerangan pemerintah cukup aware dan semoga memang ga semua rekaman dishare.
  • Ngga selamanya bermain gadget kalau ada orang yang bicara denganmu itu keren. Mengingat begitu banyak orang yang jadi marah kepada Peter F Gontha karena tulisannya di Jakarta Globe. Perhatikan maksud tulisannya. Lalu jangan lupa cek movement Stop Phubbing. FYI : Phubbing: snubbing someone in favour of your mobile phone. We’ve all done it: when a conversation gets boring, the urge to check out an interesting person’s twitter/ Facebook/ Youtube/ Pinterest/whatever feed can be overwhelming.
  • Orang tua menganggap Ahok caper? Wajar karena orang tua ngga terbiasa dengan gaya kepemimpinan yang banyak sharing ke media, termasuk media sosial. Jadi jangan memusuhi orang tua tapi bantu mereka mengerti bahwa ini eranya keterbukaan. Banyak kok orang tua yang menganggap gaya kepemimpinan ini baik. Cuma mungkin media massa malas memuat karena kurang kontroversial.

Pada akhirnya, ini menjadi masalah kita harus bisa memilah. Bagaimana sih harus bersikap dan memanajemeni ekspektasi. Jangan lalu menjadi kecewa suatu hari nanti dan marah-marah sendiri. Sama seperti hubungan, pasti ada sisi buruk dari pasangan kamu jadi mesti siap kalau suatu hari sisi buruknya keluar.

Mari lebih berimbang. Cintai secukupnya. Kurangi cinta buta.

 

Brunch at Goods Diner in Jakarta

Dalam kunjungan ke Jakarta kemarin, aku 2 kali berkunjung ke Goods Diner. Bukan karena apa-apa tapi karena mudah ke sananya dari tempat menginapku. Lalu di hari aku ke Bandung, menunggu dapat travel juga di Goods Diner lalu sekalian brunch. Silakan dilihat-lihat fotonya. Sepertinya memang Goods Diner cocok buat brunch karena bisa melihat sedikit hijau-hijau dari jendelanya.

Breakfast at 7pm. Yes, you can do that!

 

From where I sit.

Tjap Toean di fX Lifestyle X’nter

Pagi-pagi bersama Veli, aku sarapan di Tjap Toean. Kopitiam ini baru dibuka dan Sabtu pagi itu penuh dengan teman-teman pemilik yang mendapatkan kesempatan mencicipi hidangan di Tjap Toean.

Tempatnya cantik sekali untuk foto-foto. Sayangnya saat itu pelayanannya masih kurang optimal, mungkin karena tempat baru. Jadinya kurang cepat pelayanannya. Jadi akhirnya aku dan Veli, foto-foto 😀

Rasa makanannya? Biasa saja. Mungkin karena pilihanku adalah prata dan kari ayam yang rasanya standar dimana-mana.

Seminyak

Kemarin aku main ke Seminyak. Menginap di belakang Cafe Moka. Bangun siang. Tidur sore.

Jalan kaki menyusuri jalanan berlubang untuk kemudian bermain di Pantai Seminyak. Memakan ikan panggang dan minum jus buah di La Plancha sambil mendengar debur ombak.

Serta mencoba Nasi Jinggo.

Nasi Jinggo
Nasi Jinggo

Menemukan sebuah toko dengan signage yang menarik.

 

Memakan masakan Maroko sambil mendengar percakapan sekelompok orang Prancis.