Generasi Piring Plastik

“Similarly, the two are quick to fall back on the idea that “it just isn’t working.” While there are cases where two people are inherently incompatible, ours is a generation that prefers to replace our relationships rather than fix them. Between our high expectations and plenty-more-fish-in-the-sea mentality, we are too quick to move on from a relationship if we are not on exactly the same page from the get-go, or if we encounter periods of significant difficulty. Any long-term couple has weathered uncertainty, annoyance, confused feelings, and misunderstandings. Endurance and patience are infinitely more valuable to a relationship than the ability to cut and run. “

~ Farah Mohammed in Policymic

Masih tentang project #40DaysOfDating yang sepertinya saya suka sekali sampai sering banget dibahas. Di akhirnya, Jessica dan Timothy memutuskan untuk mengakhiri. Keduanya memang sering sekali menyebutkan bahwa deadline 40 hari itu memberikan tekanan.

Pada saat Miss Lai Lai berbagi tulisan ini, aku langsung merasa tulisan dari Farah Mohammed ini begitu benar. Generasi Plastik. Generasi yang sukanya sekali pakai langsung buang. Ngga mau repot-repot cuci piring atau gelas sehingga lebih baik beli piring dan gelas plastik untuk pesta di rumah. Padahal piring dan gelas bukan dari plastik punya keindahan dan keanggunannya sendiri. Beda manusia memang beda cara memahami ini semua. Ingatlah bahwa kritik ini berlaku buatku juga.

TV, Ada dan Tiada

Sejak pindah ke Bangkok, aku memutuskan untuk tidak berlangganan cable TV dan kemudian sekalian tidak punya TV. Awalnya merasa cukup takut dengan keputusan ini karena aku merasa tidak mau ketinggalan serial di TLC atau Food Network. TV pun aku bawa dari Indonesia tapi tidak terpakai dan akhirnya dibawa pulang lagi oleh Ibuku.
Continue reading TV, Ada dan Tiada

Marilyn Monroe Quotes

Dalam rangka kembali suka dengan Tumblr, maka aku terekspos berbagai quotes Marilyn Monroe. Sudah lama tapi baru sekarang mencoba membuat sebuah foto yang diberi tulisan quotes Marilyn Monroe.

20130512-093023.jpg

Marilyn punya banyak quotes menarik. Salah satu yang paling aku suka adalah

“I’m selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can’t handle me at my worst, then you sure as hell don’t deserve me at my best.
― Marilyn Monroe

Masih ada banyak quotes lain dari Monroe yang bisa kamu explore di GoodReads 🙂

Bangkok, Setelah 8 Bulan

Tidak terasa sudah 8 bulan aku tinggal di negeri orang, Thailand. Aku pikir aku tidak akan pernah bisa melewati 6 bulan dan dengan cepat akan lari terbirit-birit kembali ke Indonesia. Rupanya aku terlalu cepat merendahkan diriku. Ada banyak pelajaran hidup yang aku dapat dengan tinggal di Bangkok. Continue reading Bangkok, Setelah 8 Bulan

Menjelang Valentine

Membaca tulisan ini di status update @beradadisini

Have you ever been in love? Horrible isn’t it? It makes you so vulnerable. It opens your chest and it opens up your heart and it means that someone can get inside you and mess you up. You build up all these defenses, you build up a whole suit of armor, so that nothing can hurt you, then one stupid person, no different from any other stupid person, wanders into your stupid life… You give them a piece of you. They didn’t ask for it. They did something dumb one day, like kiss you or smile at you, and then your life isn’t your own anymore. Love takes hostages. It gets inside you. It eats you out and leaves you crying in the darkness, so simple a phrase like ‘maybe we should be just friends’ turns into a glass splinter working its way into your heart. It hurts. Not just in the imagination. Not just in the mind. It’s a soul-hurt, a real gets-inside-you-and-rips-you-apart pain. I hate love.”
–something to start February by Neil Gaiman 😀

Lalu hari ini aku sedang mempersiapkan konten-konten yang berhubungan dengan Valentine’s Day. Ternyata sulit sekali berpikir hal-hal indah tentang cinta saat hati sedang tidak pada posisi yang nyaman untuk mengeksplorasi tema cinta.

Menjelang Valentine’s Day kali ini, yang bisa aku pikirkan hanyalah, “Mengapa?”

Mengenai Anak Muda dan Wakil Gubernur Jakarta yang Baru Terpilih

Judul yang panjang tapi demikianlah postingan ini diharapkan. Aku jelas bukan siapa-siapa. Aku hanya prihatin dengan tren yang terjadi.

Sebenarnya kehadiran Ahok di pemerintahan Jakarta sungguh sangat membebaskan aku. Karena Ahok ini Kristen dan Cina, sebuah kombinasi yang nampak mustahil ada di pemerintahan. Supaya lebih jelas dan tidak ada yang menuduh macam-macam, aku cina dan aku Kristen. Bayangkan, di kota yang FPI begitu kuat dan heboh menentang segala maca, ada Wakil Gubernur yang Cina dan Kristen. Semacam mujizat dan aku bersyukur karena dengan begini, kita tahu bahwa masyarakat memang memilih bukan berdasar ras dan agama.

Aku juga melihat pemimpin Jakarta yang sekarang memang berniat baik dan bekerja sebaik mungkin. Media massa juga dengan cakepnya membantu mereka memperlihatkan kerja-kerja mereka. Apalagi Jokowi ini mirip Obama, media darling banget, media senang sekali memuji dan mengelu-elukan dia. Jadi adanya Ahok pun ngga menghalangi Jokowi jadi orang nomor 1 di Jakarta.

Sepertinya porsi tugasnya dibagi menjadi; Jokowi untuk masalah luar dan Ahok masalah dalam. Kalau dilihat dari berita-berita ya. Ahok pun punya masa lalu yang baik, bukan orang baru di pemerintahan dan juga berjuang dari bawah untuk ada di posisi sekarang.

Tapi menurutku, tidak ada yang benar-benar bersih di pemerintahan.

Bukannya mendoakan mereka berkinerja buruk, namun aku yakin ada hal-hal yang terlewat atau tidak terperhatikan dengan baik. Lalu kita lupa bahwa mereka tetap perlu diawasi. Ingat manajemen ekspektasi. Selama ini, tidak ada presiden atau gubernur yang tidak mengecewakan kita. Selalu pada akhirnya kita berbalik menusuk mereka padahal awalnya mengelu-elukan. Sebuah tindakan yang tidak adab dan menunjukkan kekurangan kita sebagai manusia.

Aku pikir, wajar sekali kalau kemudian kita menaruh begitu banyak harapan kepada Jokowi dan kemudian Ahok. Terutama anak muda. Karena anak muda selalu punya gemuruh berlebihan ketika berhadapan dengan perubahan. Sudah menjadi karakter anak muda yang ingin bebas dari ini itu. Mungkin karena waktu masih kecil aturan begitu banyak dan orang tua sering bilang, “Nanti kalau sudah besar, boleh (isi dengan hal-hal yang biasa dilarang waktu kecil)”.

Sayangnya, saking seringnya anak kecil dilarang, saat mereka merasa sudah besar, keinginan melakukan ini itu jadi lebih besar. Lalu lupa mengendalikan diri. Jadilah berontak terhadap hal-hal yang sebenarnya baik dan tidak ada salahnya untuk dilakukan. Misalnya, tidak ada salahnya membereskan kamar setiap hari. Karena beberes kamar tiap hari itu membuat kita tidak perlu melakukan beberes kamar sampai berjam-jam setiap weekend. Weekend jadi habis untuk beres-beres. Tapi sebagai anak muda yang penuh semangat, semangat memberantakan kamar juga tinggi dan nasehat Ibu untuk beres-beres tidak lah diindahkan. Lalu sakit karena kamarnya kotor. Salah sendiri kan.

Nah kembali ke Ahok yang nampaknya sangat bersemangat membawa perubahan. Anak muda senang, orang tua pun senang. Apalagi Jakarta sekarang punya channel YouTube. Memperlihatkan berbagai hal positif yang dilakukan pemerintah. Sungguh sangat maju dan tepat sekali kalau ingin merangkul generasi internet 😉

Cuma begini ya, menurutku ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh kita semua dalam rangka hal-hal baik yang bisa terjadi :

  • Ngga semua hal bisa dishare di social media. Termasuk ngga semua rapat bisa direkam dan dishare di Youtube Pemprov DKI Jakarta. Sepertinya tim penerangan pemerintah cukup aware dan semoga memang ga semua rekaman dishare.
  • Ngga selamanya bermain gadget kalau ada orang yang bicara denganmu itu keren. Mengingat begitu banyak orang yang jadi marah kepada Peter F Gontha karena tulisannya di Jakarta Globe. Perhatikan maksud tulisannya. Lalu jangan lupa cek movement Stop Phubbing. FYI : Phubbing: snubbing someone in favour of your mobile phone. We’ve all done it: when a conversation gets boring, the urge to check out an interesting person’s twitter/ Facebook/ Youtube/ Pinterest/whatever feed can be overwhelming.
  • Orang tua menganggap Ahok caper? Wajar karena orang tua ngga terbiasa dengan gaya kepemimpinan yang banyak sharing ke media, termasuk media sosial. Jadi jangan memusuhi orang tua tapi bantu mereka mengerti bahwa ini eranya keterbukaan. Banyak kok orang tua yang menganggap gaya kepemimpinan ini baik. Cuma mungkin media massa malas memuat karena kurang kontroversial.

Pada akhirnya, ini menjadi masalah kita harus bisa memilah. Bagaimana sih harus bersikap dan memanajemeni ekspektasi. Jangan lalu menjadi kecewa suatu hari nanti dan marah-marah sendiri. Sama seperti hubungan, pasti ada sisi buruk dari pasangan kamu jadi mesti siap kalau suatu hari sisi buruknya keluar.

Mari lebih berimbang. Cintai secukupnya. Kurangi cinta buta.