Happy New Year 2013 from Bangkok

Fireworks at Central World Bangkok

Semalam aku merayakan pergantian tahun bersama Tika dari TEDxJakarta di Central World, Bangkok. Menurut berita-berita dinantikan 200.000 orang memenuhi jalanan yang tidak ada mobil lewat tersebut. Aku dan Tika memutuskan untuk hadir di jam 10 malam, kebetulan lokasinya ngga terlalu jauh dari tempat aku tinggal.

Sampai di BTS Chidlom, sudah ramai sekali dengan orang-orang dan kami memutuskan untuk membeli tiket kereta untuk pulang sebelum keramaian menjadi-jadi di counter darurat.
Ticket Counter in BTS Chidlom

Turun langsung beli pita kelip-kelip yang ternyata dipakai oleh banyak sekali orang sehingga suasana jadi sungguh ramai dan seru!
Puopon dan Pita Kelip-Kelip

Sambil menunggu kembang api, duduklah kami di spot yang ada di tengah-tengah jalanan depan Central World. Menyenangkan sekali!!!! Kembang api yang ditunggu 2 jam juga sangat bagus dan tidak mengecewakan!

Happy New Year 2013 from Bangkok. May you 2013 will be full of greatness and awesomeness.

Sehari di Ko Samet

Tidak ada kesamaan cara menulis Ko Samet dalam tulisan latin. Ada yang menyebut KOH SAMED, ada pula yang menyebut KOH SAMET, ada juga yang memakai ejaan KO SAMET. Karena aku penganut dan pembaca Wikitravel maka aku mengikuti gaya Wikitravel yaitu Ko Samet.

Wikitravel rocks! Continue reading Sehari di Ko Samet

Weekend di Hua Hin (part 2)

Sejak sebelum ke Hua Hin aku sudah mengetahui bahwa di Hua Hin ada sebuah vineyard atau perkebunan anggur yang akan dijadikan wine. Nama tempatnya adalah Hua Hin Hills Vineyard. Di Vineyard tersebut terdapat sebuah restaurant dengan makanan yang sudah dicocokkan dengan wine produksi mereka. Selain itu, kamu juga bisa naik gajah atau tur berkeliling perkebunan anggur. Letak Hua Hin Hills Vineyard tidak dekat, butuh 1 jam perjalanan dengan mobil.

Hua Hin Hills Vineyard

Bagaimana cara ke Hua Hin Hills Vineyard?
Sangat mudah, telepon ke +66 81 701 0222 atau nomor lain yang tertera di website mereka. Hua Hin Hills Vineyard memiliki shuttle bus setiap jam 10 pagi dan 2 siang, membayar 300 baht untuk perjalanan pulang pergi dan gratis sebotol air mineral gratis untuk perjalanan serta jus anggur sesampainya di Hua Hin Hills Vineyard.

Di dalam perjalanan menuju perkebunan anggur, pemandangannya biasa saja namun agak seperti pemandangan kalau kita ke Bandung dari Jakarta. Lalu nanti akan ada momen tiba-tiba si sopir membuka sistem hiburan berupa tv dan dvd. Rupanya mendekati perkebunan, disuguhkan video pengetahuan mengenai Hua Hin Hills Vineyard dan sedikit gambaran bisnis wine lokal ini.

Apa yang dapat dilakukan di Hua Hin Hills Vineyard?
MAKAN!
Hua Hin Hills Vineyard

Harga makanan di Sala Hua Hin Hills Vineyard tidak murah. Tadinya aku berharap makanan di atas tidak hadir dalam porsi sekecil itu. Salmon yang dibungkus daun dan sambel pedas asam. Menariknya, semua makanan, termasuk dessert, sudah dicocokkan dengan wine yang mereka jual. Jadi buat peminum wine, bisa mencoba wine dari Thailand ini. Secara pribadi menurutku winenya biasa saja namun aku tidak terlalu sering meminum wine jadi kurang tahu bagaimana wine yang enak seharusnya.

Kebetulan aku sewaktu berkunjung pada saat belum makan apa pun sehingga sesampainya di Hua Hin Hills Vineyard, yang ingin aku lakukan hanyalah makan dan baca buku lalu pesan es teh. Jadi jangan lupa membawa buku untuk dibaca sambil menikmati suasana perkebunan anggur.

Mungkin untuk kamu yang ingin beraktivitas, di Hua Hin Hills Vineyard ada acara naik gajah. Persis seperti di kebun binatang. Namun bule-bule yang di kebun binatangnya ngga ada gajah, senang sekali dengan aktivitas naik gajah ini. Aku hanya berpikir : ya ampun katrok abis deh naik gajah bisa seneng gitu.
Hua Hin Hills Vineyard

Bagaimana cara pulang dari Hua Hin Hills Vineyard dan dari Hua Hin sendiri?
Kebetulan karena aku sudah membeli paket pulang pergi dengan shuttle bus, maka tinggal duduk manis dan mereka akan mengantarkan kamu ke mall di Hua Hin. Mallnya besar di pinggir jalan dan aku lupa namanya apa. Di samping mall, ada sebuah tenda yang ternyata menjual tiket minivan ke Bangkok. Jadilah aku nongkrong di tenda tersebut menunggu van yang akan membawaku ke Bangkok. Perjalanan dengan van lebih kurang menyenangkan dibanding dengan kereta karena duduknya lebih sempit, orang-orang berhenti naik turun van dan terjebak sedikit kemacetan.

Btw orang Thailand kalau bilang van bukan van tapi WEN. Kalau kita ngomong VAN, bisa jadi dikira kita nyari cowok kita. Soalnya VAN itu artinya pasangan.

Makan Malam di Sukhumvit Soi 38

Kamis, 6 Agustus 2012. Aku mendadak ingin bertemu dengan Mba Dini yang juga orang Indonesia. Meski pun diajak dadakan, Mba Dini juga sedang tidak ada keriaan apa-apa sore itu. Jadilah kami janjian untuk makan malam. Awalnya aku ingin coba makan di Thonglor yang terkenal banyak makanan. Lalu Mba Dini mengajak mencicipi makanan di Sukhumvit Soi 38, sudah terkenal tempat ini. Langsung aku iya-iya aja karena pernah dengar dari @arieparkesit kalau tempat ini banyak makanannya, dan apalagi aku udah laper banget.

Dari kantor ke Sukhumvit Soi 38 aku hanya perlu melewati 2 stasiun BTS. Berhenti di BTS Thong Lor dan keluar di exit 4. Sesampainya aku di sana sungguh  kelaparan apalagi kalau dilihat dari tangga BTS, Soi 38 ini memang semacam soi yang banyak makanan.

Glorious Sukhumvit Soi 38

Setelah Mbak Dini sampai di BTS Thong Lor, kami sama-sama turun dan aku mulai menikmati suasana jalanan yang penuh makanan ini. Sambil mengikuti Mbak Dini yang menjadi tour guide makan-makan hari itu.

Di sisi kiri jalan, ada sebuah stall Mango Sticky Rice. Menurut Mba Dini sticky ricenya lembut banget dan aku setuju! Pesan dulu Mango Sticky Rice lalu minta diantar ke kedai tempat makan. Di sini juga bisa mangganya diganti dengan durian. Luar biasa memang ya! Mango Sticky Ricenya seporsi 60 baht dan kalau ingin buahnya dicampur mangga dan durian harganya menjadi 80 baht.

Diajak ke stall paling ujung di sebelah kanan. Nama stallnya ditulis dalam bahasa Thailand.

Kway Teow from Ayutthaya

Memesan 1 mangkuk mie spesial di stall tersebut. Ada pilihan daging babi dan daging ayam. Kami memilih daging ayam. Ketika datang, mienya disiram dengan kuah santan berwarna kuning yang ketika dicicipi sama seperti kari ayam Indonesia, gurih mantap! Senaaaaang sekali karena di Thailand, jarang ada makanan yang gurih mantap, biasanya asam atau manis atau pedas. Dengan kondimen bawang merah yang diiris dan jeruk nipis, serta sambal yang mantap sekali, mie kari ayam ini sungguh recommended untuk dicoba! Seporsi harganya aku tidak pernah tahu karena selalu makan dengan teman-teman lain tapi sepertinya tidak lebih dari 60 baht.

NIKMAT TAK TERKATAKAN.

Note : Postingan ini dibuat sejak 3 bulan yang lalu dan sejak 3 bulan yang lalu, aku bergantian mengajak teman-teman pejalan ke mie ayam ini dan mereka bilang mie ayamnya enak banget.

Weekend di Hua Hin (part 1)

Dalam rangka kebosanan dengan suasana kota di Bangkok, aku berniat jalan-jalan ke luar kota. Menurut beberapa teman, Hua Hin itu bagus dan lebih worth to visit dibandingkan Pattaya yang sudah sangat penuh bar. Maka aku pergi ke Hua Hin, naik kereta seharga 300an baht dan menghabiskan 4 jam perjalanan dengan tidur, makan, tidur.
Continue reading Weekend di Hua Hin (part 1)

Happy Birthday HM King Bhumibol Adulyadej of Siam

I’m so lucky! Pada 5 Desember 2012, Raja Thailand berulang tahun ke-85 dan Bangkok merayakannya dengan penuh kegembiraan. Kebetulan Raja sedang tidak sehat dan kemudian dirawat di rumah sakit. Namun untuk ulang tahunnya yang ke-85, Raja merayakannya bersama rakyat Thailand dengan memberikan salam lewat balkon Anantha Samakhom Throne Hall.

Aku kebetulan hanya menyaksikan peristiwa bersejarah ini lewat live streaming tv lokal. Sebenarnya ingin berkunjung langsung tapi takut ngga bisa pulang karena diberitakan sekitar 100.000 orang berkumpul untuk memberikan hormat kepada Raja. Tidak sedikit yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan hormat dan salamnya kepada Raja.

 

 

Raja juga memberikan seruan kepada rakyatnya untuk bersatu, demikian diberitakan oleh AFP. Sepertinya Raja sedih karena kemarin ada demonstrasi di Bangkok yang menuntut Perdana Menteri sekarang diturunkan.

Sepanjang live streaming, aku mendengar orang-orang berteriak memberikan salam. Setelah googling kanan kiri dan mendengar lewat Google Translate, aku menemukan bahwa orang-orang ini meneriakkan “Long Live the King”. Dalam bahasa Thailand, Long Live the King ditulis seperti ini ทรงพระเจริญ dan dibaca seperti ini “Thrng phra ceriỵ”. Coba gunakan Google Translate dan copy paste huruf Thailandnya, translate dari Thai ke Thai, lalu klik icon suaranya, nanti akan ketahuan seperti apa bunyinya.

Video dari Guardian ini juga memperlihatkan keramaian ulang tahun Raja.

Aku kagum dengan orang-orang Thailand yang memiliki kesetiaan begitu kuat terhadap Raja. Tentu aku dibesarkan dan dididik di sebuah negara yang berbasis demokrasi sehingga tidak bisa mengerti betul bagaimana cara pandang orang Thailand yang memang sistem negaranya berbasis Kerajaan. Aku pikir, aku tidak akan pernah mengerti.

Loy Krathong 2012 di Bangkok

Tahun ini aku beruntung sekali bisa ada di Bangkok, tepat pada saat perayaan sebuah festival Loy Krathong. Festival yang penuh dengan cahaya dan harapan. Lokasi paling bagus untuk festival Loy Krathong ini adalah Sukhothai. Menurut website Chiang Mai – Chiang Rai, Loy Krathong adalah “The origins of Loy Krathong can be traced to the idea of water spirits and the floating away of all wrongdoings and uncontrollable calamities that befell people of the north and northeastern parts of Thailand. This is only natural, however, in as much as the North is a major rice-growing area, and also a place where superstitions have held on more strongly than in other parts of Thailand.” Definisi ini diambil dari buku King Chulalongkorn yang berjudul “The King’s Ceremonies During the Twelve Months of the Year”.

Loy artinya mengapungkan dan krathong secara harafiah adalah dekorasi. Jadi mengapungkan dekorasi, secara harafiah. Krathongnya sendiri dibuah dari batang pohon pisang yg dipotong-potong, kemudian dibungkus dengan daun pisang supaya rapi lalu dihiasi dengan daun pisang (kaya di tumpengan gitu) dan bunga-bungaan. Di tengahnya diberi lilin dan dupa (3 biji) yang dinyalakan sebelum pembuatnya mengapungkan. Sayangnya, di jaman yang serba modern ini, krathong sering dibuat dari busa yang membikin polusi air… Sungguh sayang sekali…

Lokasi yang terkenal untuk berLoy Krathong adalah Chao Praya River dan Lumphini Park. Aku kemarin mengamati festival ini dari Cathucak Park. Hanya karena ingin menghindari keramaian berlebihan dan lalu tidak bisa jalan. Rupanya di Catucak Park suasana begitu damai dan sedikit berasap.
Loy Krathongat Cathuchak Park in 2012

Menariknya sekarang, Loy Krathong menjadi festival yang mirip seperti Valentine. Karena berkembang kepercayaan bahwa krathong harus diapungkan bersama pasangan supaya jadi langgeng hubungannya. Aku rasa karena memang kelip-kelip lilin yang ada di krathong membuat suasana jadi romantis.
Loy Krathongat Cathuchak Park in 2012

Selain mengapungkan krathong ke air, ada juga yang menerbangkan lantern ke angkasa. Persis seperti perayaan Waisak di Borobudur. Mungkin karena festival-festival ini berakar dari Budhism jadi mirip-mirip gitu acaranya. Kembali menurut website Chiang Mai – Chiang Rai, laternnya bernama The Kome Loy (is a lantern that is similar to a hot-air-balloon). Sebenarnya festival untuk Kome Loy ini bernama Yee Peng Festival dan berasal dari tradisi kerajaan Lanna, kerajaan yang juga asal muasal Thailand di Northern Thailand. Karena penangganan kerajaan Lanna dan jaman sekarang beda, kayanya si Yee Peng ini dijadikan satu dengan Loy Krathong Festival. Karena awalnya berasa dari Northern Thailand, maka tempat paling cakep buat menikmati Kome Loy adalah di Chiang Mai.

Foto di bawah diambil saat naik ojek, jadilah burem ga karuan. Padahal ingin memerlihatkan beberapa orang yang sedang siap-siap menyalakan lantern untuk diterbangkan ke angkasa!
Loy Krathongat Cathuchak Park in 2012

Nah entah ini ada hubungannya dengan Loy Krathong atau tidak, sepulang dari Cathucak aku menemukan dangdutan ala Thailand! Lucu banget deh liatnya, karena mirip-mirip di Indonesia.
Dangdutan Ala Bangkok

Tahun depan ke Chiang Mai ah!

Setiap Pagi ke Kantor di Asok, Bangkok

Di bulan September yang ceria, diputuskan gedung perkantoran tempat kantorku berada pindah ke daerah Sathorn yang mentereng. Awalnya aku berkantor di Asok dan karena aku tidak tinggal di sekitar Asok maka aku harus mengambil sky train dan berjalan kaki. Ini dia segala hal yang aku liat sepanjang perjalanan menuju kantor.

Jubelan manusia di Sky Train :
Morning in Bangkok

Stasiun dengan nama paling sering ditirukan :
Morning in Bangkok

My stop :
Morning in Bangkok

Tangga turun yang berjubelan biasanya :
Morning in Bangkok

Pada minggu pertama, aku persis seperti bule di depan membaca papan petunjuk sambil bingung arah :
Morning in Bangkok

Out from the station, kalau punya kartu langganan tinggap tap kartunya :
Morning in Bangkok

Kantor ngga langsung di samping sky train tapi harus jalan kaki dulu menyeberang jalan. Untung ada sky walk yang memudahkan jalan ke arah kantor :
Morning in Bangkok

Nah ini kemacetan pagi hari di intersection Asok 😀
Morning in Bangkok

Di gedung sebelah kantor, beli dulu jus wortel atau detox set dari counter Blufah. Blufah cukup ada dimana-mana dan menyediakan fresh juice dengan harga terjangkau!
Morning in Bangkok

Kalau pengen kopi pun, ada Starbucks Coffee. Impian beli kopi sebelum ke kantor pun kesampaian :
Morning in Bangkok

Lupa sarapan? Persis di luar gedung ada yang jualan sarapan. Mulai dari nasi goreng dengan salad pepaya sampai dengan sandwich dengan pikihan roti putih atau gandum. Lengkap!
Morning in Bangkok

Atau pengen fresh fried egg? Bisa :
Morning in Bangkok

Ini Sukhumvit soi 16 yang di google maps suka bikin bingung. Nah di ujung jalan ada ojek-ojek yang siap mengantarkanmu ke kantor-kantor di sepanjang jalan (baik di soi 16 atau di jalan gedenya). Kalau naik ojek, aku akan membayar 10 baht :
Morning in Bangkok

Jalan lagi, masih banyak penjual makanan pinggir jalan. Ada sepasang suami istri yang jualan es jeruk peras asli yang diperas di pinggir jalan :
Morning in Bangkok

Es jeruk peras asli diperas di depan kamu, enak dan segar. Biasanya 30 baht untuk botol sedang :
Morning in Bangkok

Kalau mau kirim kartu pos, siang-siang aku berkunjung ke Mailbox etc ini :
Morning in Bangkok

Nah ini adalah trotoar yang menjual berbagai makanan, kalau pagi ya sarapan, kalau siang jadi makan siang dan kalau sorean jadi tempat jualan makanan untuk dibawa pulang. Rupanya wajar di Bangkok kalau 1 spot diisi berbagai tenant, gantian pagi siang sore dan tiap hari beda-beda :
Morning in Bangkok

Di sini aku menemukan kari hijau enak banget :
Morning in Bangkok

Belanja sayur buat dibawa pulang juga bisa dimulai dari pagi :
Morning in Bangkok

Paling suka sama pedagang buah potong, karena buahnya enak dan harganya sebungkus sekitar 20 baht :
Morning in Bangkok

Kalau pengen sarapan yang berat bisa juga beli makanan di pedagang ini :
Morning in Bangkok

Atau beli bunga? Baik untuk dipajang mau pun untuk sembayang pagi :
Morning in Bangkok

Nah kalau ngga mau beli jus di tempat mahal, di pinggir jalan juga bisa beli jus. Harganya beda 10 baht kira-kira :
Morning in Bangkok

Setelah melewati berbagai pedagang makanan, akhirnya ketemu juga sama Le Office :
Morning in Bangkok

Dan ini dia pojokan teamku 😀
Goodbye Old Place

Sekarang kangen banget dengan gedung lama karena di gedung baru, tidak ada penjual makanan di pinggiran jalan dan hanya ada Dean and Deluca untuk tempat ngupi pagi hari.

Mengenai Anak Muda dan Wakil Gubernur Jakarta yang Baru Terpilih

Judul yang panjang tapi demikianlah postingan ini diharapkan. Aku jelas bukan siapa-siapa. Aku hanya prihatin dengan tren yang terjadi.

Sebenarnya kehadiran Ahok di pemerintahan Jakarta sungguh sangat membebaskan aku. Karena Ahok ini Kristen dan Cina, sebuah kombinasi yang nampak mustahil ada di pemerintahan. Supaya lebih jelas dan tidak ada yang menuduh macam-macam, aku cina dan aku Kristen. Bayangkan, di kota yang FPI begitu kuat dan heboh menentang segala maca, ada Wakil Gubernur yang Cina dan Kristen. Semacam mujizat dan aku bersyukur karena dengan begini, kita tahu bahwa masyarakat memang memilih bukan berdasar ras dan agama.

Aku juga melihat pemimpin Jakarta yang sekarang memang berniat baik dan bekerja sebaik mungkin. Media massa juga dengan cakepnya membantu mereka memperlihatkan kerja-kerja mereka. Apalagi Jokowi ini mirip Obama, media darling banget, media senang sekali memuji dan mengelu-elukan dia. Jadi adanya Ahok pun ngga menghalangi Jokowi jadi orang nomor 1 di Jakarta.

Sepertinya porsi tugasnya dibagi menjadi; Jokowi untuk masalah luar dan Ahok masalah dalam. Kalau dilihat dari berita-berita ya. Ahok pun punya masa lalu yang baik, bukan orang baru di pemerintahan dan juga berjuang dari bawah untuk ada di posisi sekarang.

Tapi menurutku, tidak ada yang benar-benar bersih di pemerintahan.

Bukannya mendoakan mereka berkinerja buruk, namun aku yakin ada hal-hal yang terlewat atau tidak terperhatikan dengan baik. Lalu kita lupa bahwa mereka tetap perlu diawasi. Ingat manajemen ekspektasi. Selama ini, tidak ada presiden atau gubernur yang tidak mengecewakan kita. Selalu pada akhirnya kita berbalik menusuk mereka padahal awalnya mengelu-elukan. Sebuah tindakan yang tidak adab dan menunjukkan kekurangan kita sebagai manusia.

Aku pikir, wajar sekali kalau kemudian kita menaruh begitu banyak harapan kepada Jokowi dan kemudian Ahok. Terutama anak muda. Karena anak muda selalu punya gemuruh berlebihan ketika berhadapan dengan perubahan. Sudah menjadi karakter anak muda yang ingin bebas dari ini itu. Mungkin karena waktu masih kecil aturan begitu banyak dan orang tua sering bilang, “Nanti kalau sudah besar, boleh (isi dengan hal-hal yang biasa dilarang waktu kecil)”.

Sayangnya, saking seringnya anak kecil dilarang, saat mereka merasa sudah besar, keinginan melakukan ini itu jadi lebih besar. Lalu lupa mengendalikan diri. Jadilah berontak terhadap hal-hal yang sebenarnya baik dan tidak ada salahnya untuk dilakukan. Misalnya, tidak ada salahnya membereskan kamar setiap hari. Karena beberes kamar tiap hari itu membuat kita tidak perlu melakukan beberes kamar sampai berjam-jam setiap weekend. Weekend jadi habis untuk beres-beres. Tapi sebagai anak muda yang penuh semangat, semangat memberantakan kamar juga tinggi dan nasehat Ibu untuk beres-beres tidak lah diindahkan. Lalu sakit karena kamarnya kotor. Salah sendiri kan.

Nah kembali ke Ahok yang nampaknya sangat bersemangat membawa perubahan. Anak muda senang, orang tua pun senang. Apalagi Jakarta sekarang punya channel YouTube. Memperlihatkan berbagai hal positif yang dilakukan pemerintah. Sungguh sangat maju dan tepat sekali kalau ingin merangkul generasi internet 😉

Cuma begini ya, menurutku ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh kita semua dalam rangka hal-hal baik yang bisa terjadi :

  • Ngga semua hal bisa dishare di social media. Termasuk ngga semua rapat bisa direkam dan dishare di Youtube Pemprov DKI Jakarta. Sepertinya tim penerangan pemerintah cukup aware dan semoga memang ga semua rekaman dishare.
  • Ngga selamanya bermain gadget kalau ada orang yang bicara denganmu itu keren. Mengingat begitu banyak orang yang jadi marah kepada Peter F Gontha karena tulisannya di Jakarta Globe. Perhatikan maksud tulisannya. Lalu jangan lupa cek movement Stop Phubbing. FYI : Phubbing: snubbing someone in favour of your mobile phone. We’ve all done it: when a conversation gets boring, the urge to check out an interesting person’s twitter/ Facebook/ Youtube/ Pinterest/whatever feed can be overwhelming.
  • Orang tua menganggap Ahok caper? Wajar karena orang tua ngga terbiasa dengan gaya kepemimpinan yang banyak sharing ke media, termasuk media sosial. Jadi jangan memusuhi orang tua tapi bantu mereka mengerti bahwa ini eranya keterbukaan. Banyak kok orang tua yang menganggap gaya kepemimpinan ini baik. Cuma mungkin media massa malas memuat karena kurang kontroversial.

Pada akhirnya, ini menjadi masalah kita harus bisa memilah. Bagaimana sih harus bersikap dan memanajemeni ekspektasi. Jangan lalu menjadi kecewa suatu hari nanti dan marah-marah sendiri. Sama seperti hubungan, pasti ada sisi buruk dari pasangan kamu jadi mesti siap kalau suatu hari sisi buruknya keluar.

Mari lebih berimbang. Cintai secukupnya. Kurangi cinta buta.