TV, Ada dan Tiada

Sejak pindah ke Bangkok, aku memutuskan untuk tidak berlangganan cable TV dan kemudian sekalian tidak punya TV. Awalnya merasa cukup takut dengan keputusan ini karena aku merasa tidak mau ketinggalan serial di TLC atau Food Network. TV pun aku bawa dari Indonesia tapi tidak terpakai dan akhirnya dibawa pulang lagi oleh Ibuku.

Nah rupanya, 10 bulan tanpa televisi adalah hal biasa saja. Justru menyenangkan. Mengapa?

  1. Tidak perlu bayar biaya langganan cable
  2. Lebih banyak waktu untuk melakukan hal lain, tidur misalnya
  3. Kepikiran untuk baca buku dan akhirnya beneran baca buku
  4. Tidak perlu menonton semua hal-hal ga menarik di TV tapi tetap mendapat yang lucu macam youtu.be/jH_I96Q3R5U
  5. Selalu ada bioskop untuk hiburan audio visual
  6. Ngga mandeg di sofa atau kasur untuk nonton TV tapi jadi keluar-keluar dan jalan-jalan

Tapi memang harus diakui kalau semua ini ngga akan menarik kalau tidak ada website untuk streaming serial dan kalau tidak ada YouTube, aku pun bingung harus bagaimana.

Kalau kamu ngga punya TV bagaimana rasanya kira-kira? Atau kamu sudah tidak punya TV sejak lama?

7 thoughts on “TV, Ada dan Tiada”

  1. Aku bisa banget hidup tanpa TV, tapi belum tau kalo tanpa Internet bisa apa nggak. Harusnya sih kalo kepaksa bisa :)) Tapi nggak tau tahan atau nggak ya kalo nggak bisa nge-blog :))

  2. Aku waktu 2012, karena sering travelling, dan kalo di rumah bawaannya internetan atau baca, aku nyoba temporary cancel buat 3 bulan, dan liat setelah 3 bulan aku “nyari gak”. Eh keterusan, sampe sekarang ga pasang lagi, dan hampir gak pernah nonton TV 😀

    Tapi setuju sama Hanny, kalo ga ada internet…rasanya….hambar hidup ini. Hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge