Makan Masakan Rumah

Aku tidak pernah menyangka bahwa makan masakan rumah itu begitu menyenangkan, sampai akhirnya harus hidup sendiri karena memutuskan untuk merantau.

Semalam, aku diundang teman. Seorang India yang sudah tinggal di Thailand sejak kecil karena orang tuanya harus bekerja di Thailand. Anak expat. Punya pembantu dari India yang memasakkan : ayam kari, daal, roti, mango chutney dan tentu nasi serta SAMBEL yang mirip kaya sambel di Indonesia. Ayam karinya mengingatkanku pada ayam rica sehingga sungguh aku bahagia. Sungguh sangat bahagia!

Menariknya saat aku sampai di rumahnya, dia tidak langsung meminta Didi (si embaknya namanya didi) untuk masak tapi menunggu sampai kami memutuskan untuk makan. Jadilah dari keputusan untuk makan sampai beneran makan membutuhkan waktu agak lama karena nunggu Didi masak dulu. Rupanya ini tradisi orang India. Semua fresh, hangat dan dimasak tepat saat memang mau makan.

Berikut foto sebagai barbuk makanan masakan rumah ala India. Sayangnya, ini baru ingat untuk memfoto di tengah-tengah makan.

20130907-125111.jpg

15 More Days

I’m just so happy and excited! Only 15 days left to my big big day.

In a campaign, people will call this phase as curiosity phase. I can’t tell what will happen to me. I need to hold my tongue (or fingers in this case) until July 9th, 2013. But yes, I’m so happy and excited about the day. I can just tell actually but I need dramaaaa. I love drama and I need it. This one needs sprinkle of drama on it.

All preparations freak me out. I hope I skip nothing and everything will go smoothly.

Now, let’s go to internations meet up. Exclusive line to new restaurant opening, like an important person. Hahaha. It’s in Thonglor, around Wine Republic.