Yogyakarta 2 Hari Saja

Cukup 2 hari, ga penuh, untuk berbahagia dan menikmati sejumput rasa Yogyakarta. Kemarin aku ke Yogyakarta. Menaiki Sancaka, pk. 15.00 WIB dari Stasiun Gubeng dan sampai pk. 21.00 WIB di Stasiun Tugu. Molor 1 jam dari jadwal, keretanya memang lumayan sering berhenti. Di perjalanan, membosan setengah mampus! Berharap telepon genggamku yang pintar ini tidak habis baterai, namun apa dayaku kalau memang baterainya habis? Mati gaya. Baca majalah juga tidak membantu, 2 jam sudah habis aku bacai sampai pada susunan redaksinya. Tipsku, bawa pemutar lagu, buku setebal Harry Potter dan ga perlu sok bawa revisian #skripsi. Di tengah perjalanan tergoda memakan Bistik yang diedarkan petugas KA dan sempat mencicipi Nasi Pecel Madiun yang 3000 rupiah saja.

Sesampainya di Yogyakarta, diriku dan Ibuku beserta Tanteku langsung ke hotel di jalan Malioboro. Hotelnya nyaman sekali πŸ˜€ tapi ndak mau kelamaan di hotel saja. Jalan sedikit ke Angkringan Tugu yang sedia Kopi Joss dan Nasi Kucing. Minum kopi joss, enaaak tapi susah mesti mengeluarkan arengnya. Kopi joss itu memang kopi yang dimasuki areng yang terbakar. Sayang tidak sempat mencoba jadah bakar. Sayang sungguh. Kemudian, jalan di Malioboro dan membeli ronde pakai kacang. Memakannya sambil diiringi beragam lagu oleh sekelompok pemusik jalanan. Seru!

Paginya, sarapan di hotel. Mengapa? Karena aku terobsesi dengan sarapan hotel. Mungkin karena waktu kecil anak orang susah, jadi kalau sarapan di hotel itu buatku jadi tanda sukses jaya. Sempat berenang sebentar supaya keliatannya tuh memperhatikan kesehatan. Lumayan dapat 10 Lap. Dari hotel, ke rumah tanteku. Mengambil oleh-oleh dari Jerman! Asik! Diriku dapat cokelat Mon Cheri yang ada hanya pada musim dingin dan musim semi. Juga permen karamel Daim yang sungguh terkenal itu. Ketemu sama 2 sepupus cowok yang mukanya bisa membule padahal ga ada bule-bulenya sama sekali. Dari kecil di Jerman, udaranya pengaruh kali ya? Jadi putih bule gitu. Hohohoho… Dari rumah tanteku, naik taksi ke Mirota Batik di depan Pasar Beringharjo. Senaaaang! Beli 2 biji bangles untuk diri sendiri.

Dijemput @vetamandra untuk mencicipi SATE KLATHAK yang maha termasyhur itu. Bahkan tanteku yang di Yogyakarta terus (tante lain) ga tahu kalau ada sate klathak ini. Lokasinya di Bantul, di dekat stadion. Stadione @si_enton9 yang entah jadi apa kok sibuk banget mau nonton, sampe telat dan ketemu bentaran aja. Sebelum nglathak, jemput BuMil @dianpr πŸ˜€ Seruan ngobrol sama Mbak Dian dari pada sama Mas Veta. Mas Veta begitu pendiaaaam dan ternyata bundar *ditoyor* Sampai di warung Pak Pong, Mbak Dian pesan macem-macem makanan yang bertema kambing muda. Sayangnya baterai kaput jadi ga foto sama mereka dan ga bisa foto pemandangan asik waktu makan. Sempet liat beberapa orang sepedaan, terus ingat obsesiku bersepeda. Haish! Mbak Dian penuh semangat menceritakan Shiro yang kurang jantan dan Popo yang terlalu macho. Ahahahahaha.. Kucing-kucing yang aneh, aku tak mau terlalu dekat dari pada ngeri dibawain kecoaaaaak…

Dari Sate Klathak, antar Mbak Dian ke kantornya dan aku diantar ke House of Raminten. Berjumpa dengan keluargaku, mereka memakan beberapa hal. Lucu loh tempat ini, musti ke sini lagi! Senengnya aku meminum Beer Pletok, setelah penasaran sana sini. Ndak puas di Raminten. Masih disuruh nyicip ini itu sama temen-temen twitter. Hiks. Mesti mesti mesti ke sini lagi!

Pk. 16.00 WIB kereta apiku berangkat. Bawaan udah beranak-pinak dong ya. Pergi sama Ibu-Ibu gitu loh! Di perjalanan, berseliweranlah petugas KA yang menawarkan Nasi Goreng, Bakso dan Mie Rebus. Berhubung mau ndak nggragas, menahan diri untuk ga beli mie rebus sekarang tapi jam 7 malem aja. Eh!!!!! Pas jam 7, mie rebusnya habis. Sediiih banget! Ga jadi beromantis ria di kereta sambil makan mie rebus. Maksudnya romantis tuh mellow-mellow liat jendela kereta gitu. Ahahahak.

Demikianlah keceriaan 2 hari di Yogyakarta. 2 hari aja ga sampai ya. Harus ke Yogyakarta lagi. Beli Mang Engking, belum Raminten puas, belum ketemu temen-temen CahAndong dan belum-belum yang lain.

8 thoughts on “Yogyakarta 2 Hari Saja”

  1. Fahmi : aku ditanya temanku di Jakarta, kenthir itu apa :))Fenty : Iya, aku juga seneng di House of Raminten, aneh-aneh

  2. sayang banget baru mampir ke blog ini skr, andai bbrp hari yang lalu mungkin saya bs menawarkan mba alde untuk mampir sejenak k kampus saya (UGM,red).Ada pertanyaan simple dr saya, siapa sih alderina gracia itu?

  3. Dewakarba : Pertanyaan yang bisa dijawab dengan baca-baca blog saya. Lagi pula, siapakah Dewakarba yang tidak memberikan link blog atau profilenya?

  4. saya kebetulan punya blog yg sangat ga layak utk dikunjungi, tp paling ngga masih punya acc fb a/n fani fajar dewantara suntara and acc twitter @dewakarba heheanyway setelah baca bbrp halaman, kok blm bs dpt kesimpulan ya siapa itu alderina?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge